in: Reviews | November 14, 2016 | by: Irham

Review Snapdragon 625: Smartphone Kelas Menengah Menjadi Terasa Premium

Pengujian

zenfone-3-ze520kl

 

Kami melakukan pengujian dengan menggunakan beberapa benchmark yang umum digunakan untuk melihat performa smartphone, yaitu AnTuTu 6.0.1, Geekbench 3, 3DMark, dan PCMark. Bagaimana performa yang ditawarkan oleh SoC Snapdragon 625, SoC dengan CPU delapan core Cortex A53 di kecepatan 2.0 GHz? Berikut ini hasilnya:

Hasil Pengujian

AnTuTu 6.0.1

Pengujian pertama kami yaitu menggunakan aplikasi Benchmark AnTuTu. Perlu anda ketahui bahwa aplikasi yang kami gunakan adalah versi 6.0.1 dikarenakan database yang kami miliki saat ini sebagai pembanding masih menggunakan versi tersebut. Kami telah menguji performa dari Snapdragon 625 perangkat yang digunakan adalah ASUS Zenfone 3 520KL. Berikut hasil pengujiannya.

antutu-snapdragon-625

antutu-score

Hasil di atas menunjukkan performa yang ditawarkan oleh Snapdragon 625 ini terbilang baik di antara SoC kelas menengah. SoC ini hanya kalah di AnTuTu 6.0.1 dari dua saudaranya yang diposisikan di kelas yang sedikit lebih tinggi, yaitu Snapdragon 650 dan Snapdragon 652, tetapi bisa mengungguli SoC-SoC lain dalam pengujian kali ini. Apakah di benchmark lain SoC ini juga bisa menunjukkan performa serupa?

Geekbench 3

Berikutnya adalah pengujian dengan aplikasi Geekbench 3. Sama seperti sebelumnya, di sini kami masih menggunakan Geekbench 3, bukan versi terbaru dari benchmark tersebut, Geekbench 4, karena kelengkapan database kami.

zenfone-3-ze520kl-geekbench-3-281x500

geekbench-single-core

geekbench-multi-core

Hasil Geekbench 3 menunjukkan hal yang sangat menarik, yang terlihat berbeda antara pengujian single core dan multi core. Di pengujian single core, Snapdragon 625 memang bisa mengalahkan berbagai SoC lain, tepi kalah dari Snapdragon 650 dan Snapdragon 652. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh hadirnya core Cortex A72 di kedua SoC tersebut. Perbedaan performa single core yang cukup jauh ini seakan jadi bukti bahwa Cortex A72 menawarkan performa yang lebih baik dari Cortex A53, sementara di kalangan sesama Cortex A53, SoC yang jadi aktor utama pengujian kali ini, Snapdragon 625, menjadi yang terbaik dengan keunggulan tipis atas Helio X10 dan Kirin 650.

Beralih ke skor multi-core. Di sini, kejutan terjadi karena Snapdragon 625 justru bisa mengungguli semua SoC lain dalam pengujian kali ini, termasuk duo yang sebelumnya selalu mengalahkan SoC ini. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh clock tinggi yang diusung kedelapan core di Snapdragon 625, di mana Snapdragon 650 dan Snapdragon 652 masih memiliki empat core Cortex A53 di kecepatan yang lebih rendah yang mungkin saja menghambat performa multi core keduanya. Sementara bila dibandingkan dengan Helio X10, yang mengusung delapan core Cortex A53 di 2.2 GHz, keunggulan Snapdragon 625 bisa jadi dipengaruhi oleh fabfikasi 14 nm yang diusung, yang bisa saja membuat CPU di SoC tersebut berjalan di clock tinggi lebih lama dibandingkan pesaingnya itu.

Skor single core yang masih terbilang baik, dan skor multi core yang tinggi, menunjukkan bahwa SoC ini akan memberikan performa yang baik untuk berbagai kebutuhan harian, termasuk pengguna yang sering membuka banyak aplikasi di smartphone sekalipun.

3DMark

Benchmark yang kami gunakan berikutnya adalah untuk menguji performa 3D dari SoC yang ikut serta di pengujian ini, yaitu 3DMark. Tes yang kami gunakan kali ini adalah Ice Storm Unlimited.

zenfone-3-ze520kl-3dmark-400x355

3dmark-score

Hasil yang didapatkan Snapdragon 625 menunjukkan bahwa SoC tersebut terbilang mumpuni untuk kebutuhan 3D. Performa yang ditawarkan memang bukan yang terbaik di kelas menengah, tetapi masih berada di jajaran atas, hanya kalah dari Snapdragon 650 dan Snapdragon 652 yang menggunakan GPU Adreno 510, dan Helio X10 yang menggunakan PowerVR G6200. Kami merasa hasil tes 3DMark Ice Storm Unlimited dari SoC ini membuatnya bisa melibas beberapa game Android populer dengan kualitas grafis yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kami akan melakukan playtest dengan beberapa game untuk membuktikannya.

PCMark

Benchmark lain yang kami gunakan di pengujian kali ini adalah PCMark, yang menggambarkan performa ketika perangkat digunakan untuk bekerja. Tes yang dilakukan adalah skenario “Work”, di mana aplikasi akan memberikan penilaian untuk browsing, photo editing, video playback, dan lain-lain.

zenfone-3-ze520kl-pcmark-400x355

pcmark-score

Kembali, Snapdragon 625 menunjukkan keperkasaannya dengan menjadi yang terkencang di pengujian 10 SoC kelas menengah kali ini di PCMark. PCMark sendiri berjalan dalam waktu yang cukup lama, dan membuat suhu operasi meningkat selama pengujian berlangsung. ini membuat beberapa SoC menurunkan clock CPU di SoC untuk mengkompensasi peningkatan suhu. Fabrikasi 14 nm di Snapdragon 625 membuatnya cenderung menghasilkan suhu yang tidak terlalu tinggi selama pengujian, dan itu berimbas pada kemampuan CPU di dalam SoC untuk berjalan pada kecepatan tinggi lebih sering dari SoC lain, sehingga skor PCMark-nya pun menjadi lebih tinggi.

Halaman berikutnya: PlayTest dan Kesimpulan

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
: , , , ,

COMMENTS