in: Reviews - Tips & Guides | December 31, 2016 | by: Irham

Tes Perbandingan Smartphone Android Populer Harga 3-4 Juta Rupiah

Uji Performa

Berikutnya, kami mengadu performa dari keempat smartphone peserta tes perbandingan kali ini dengan menggunakan benchmark yang biasa kami gunakan dalam uji performa di review smartphone kami. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah SoC yang digunakan oleh keempat smartphone ini ternyata mengusung core sama, yaitu Cortex A53, tetapi dalam konfigurasi yang berbeda. Apakah hal ini membuat performa semua smartphone peserta tes perbandingan ini berada di rentang yang sama? Mari kita lihat!

AnTuTu 6.0.1

Pengujian pertama kami adalah dengan benchmark populer di kalangan pengguna smartphone, yaitu AnTuTu. Benchmark AnTuTu yang kami gunakan adalah v. 6.0.1, sesuai dengan versi yang kami gunakan di database hasil tes kami. Berikut ini adalah grafik skor AnTuTu yang didapatkan oleh keempat peserta tes perbandingan, beserta dengan satu smartphone pembanding.

*Klik untuk menampilkan detail skor hasil pengujian

antutu-6-0-1

Hasil AnTuTu akan menggambarkan garis besar kemampuan sistem. Di sini, Asus Zenfone 3 ZE520KL unggul cukup jauh dari pesaingnya. Smartphone tersebut menjadi satu-satunya peserta tes kali ini yang bisa menembus angka 60 ribu di AnTuTu v.6.0.1, sementara Samsung Galaxy A5 (2016), Vivo V5, dan Oppi F1s hanya mencatatkan skor di kisaran 41 ribu – 42 ribu. Hasil ini mengindikasikan bahwa walaupun semua smartphone ini dilengkapi dengan core yang sama, Cortex A53, dengan jumlah yang sama pula, konfigurasi core yang berbeda, dan komponen lain di SoC, bisa menghasilkan skor yang berbeda, yang bisa divalidasi dengan pengujian-pengujian dengan aplikasi lain.

Geekbench 3

Berikutnya adalah pengujian dengan aplikasi Geekbench 3. Benchmark ini akan menunjukkan kemampuan proses single core dan multi core dari CPU di SoC yang digunakan. Hasil benchmark ini akan menunjukkan apakah konfigurasi yang berbeda untuk core Cortex A53 di setiap SoC yang digunakan akan menawarkan performa yang berbeda untuk smartphone yang menggunakannya.

*Klik untuk menampilkan detail skor hasil pengujian

geekbench-3-single-core

Pengujian Single Core menunjukkan bahwa Asus Zenfone 3 ZE520KL dengan Snapdragon 625 mencatatkan skor tertinggi, berbeda cukup jauh dari Samsung Galaxy A5 (2016) dengan Exynos 7580 serta Vivo V5 dan Oppo F1s dengan MT6750. Clock Cortex A53 mencapai 2.0 GHz di Snapdragon 625 tampaknya membuat SoC itu bisa mendorong perolehan skor dari Zenfone 3 ZE520KL. Lalu, bagaimana dengan hasil multi core?

geekbench-3-multi-core

Sekali lagi, untuk urusan performa, Zenfone 3 ZE520KL menjadi yang terbaik di pengujian Multi Core di Geekbench 3 dengan skor 5113. SoC di smartphone itu memang dibekali dengan delapan Cortex A53 yang semuanya berjalan di kecepatan tinggi, 2.0 GHz, sehingga bisa menghasilkan skor multi core yang tinggi pula. Galaxy A5 (2016) dengan konfigurasi CPU serupa, hanya saja dengan clock lebih rendah, mencatatkan skor 3570. Sementara Vivo V5 dan Oppo F1s yang menawarkan SoC dengan CPU dual-cluster Cortex A53 dengan kecepatan relatif lebih rendah (4x Cortex A53 @ 1.0 GHz & 4x Cortex A53 @ 1.5 GHz) hanya bisa menghasilkan skor di bawah 3000.

3DMark Ice Storm Unlimited

Aplikasi benchmark 3D populer dari Futuremark ini kami pilih untuk menunjukkan performa keseluruhan smartphone dalam menangani pengolahan grafis. Tes yang kami pilih adalah Ice Storm Unlimited. Hasil tes ini tidak hanya akan dipengaruhi oleh CPU saja, seperti tes Geekbench 3, tetapi juga GPU.

*Klik untuk menampilkan detail skor hasil pengujian

3dmark-icu

Asus Zenfone 3 ZE520KL dengan Snapdragon 625 kembali menunjukkan keperkasaannya di tes ini, dengan mencatatkan skor melebihi 14000, jauh meninggalkan peserta lain dalam tes ini. Sementara untuk tiga peserta tes yang lain, hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa berbagai aspek di sebuah smartphone akan sangat berpengaruh dalam performa untuk 3DMark ICU. Vivo V5 menjadi yang terbaik di antara ketiga smartphone itu, dengan skor 8596, diikuti Samsung Galaxy A5 (2016) dengan 8323. Oppo F1s yang menggunakan SoC sama dengan Vivo V5 malah mencatatkan skor cukup jauh di bawah, yaitu 7673. Skor Oppo F1s, yang menggunakan SoC sama dengan Vivo V5, ternyata cukup jauh di bawah Vivo V5, yang bisa saja disebabkan karena penggunaan OS versi yang lebih lama, dan juga optimasi yang kurang baik. Samsung Galaxy A5 (2016) hadir dengan GPU Mali-T720MP2 yang seharusnya menawarkan performa sedikit di bawah GPU Mali-T860MP2 di Vivo V5 (dan Oppo F1s), tetapi bisa mencatatkan skor mendekati Vivo V5 karena 3DMark Ice Storm Unlimited juga mengusung Physics Test yang membutuhkan kemampuan proses dari CPU. Berbekal skor Physics Test yang lebih tinggi, Galaxy A5 (2016) bisa menempel skor dari Vivo V5.

PCMark Work

Benchmark lain dari Futuremark, dengan fokus ke penggunaan smartphone untuk pekerjaan sehari-hari, PCMark skenario Work, kami gunakan untuk menunjukkan kemampuan para peserta tes perbandingan ini dalam menangani berbagai beban pekerjaan. Hasil pengujian ini akan dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk komponen di dalam SoC dan smartphone, serta optimasi dari sisi sistem operasi. Berikut ini adalah hasil pengujian PCMark – Work dari para peserta tes.

*Klik untuk menampilkan detail skor hasil pengujian

pcmark-work

Dominasi Asus Zenfone 3 ZE520KL dari sisi performa kembali dikuatkan oleh hasil yang didapatkan di PCMark – Work ini. Skor yang dicatatkan, 6021, meninggalkan pesaingnya dengan selisih cukup jauh. Samsung Galaxy A5 (2016) menyusul dengan skor 4181, diikuti Vivo V5 dengan 3965, dan terakhir Oppo F1s dengan 3499. SoC Snapdragon 625 dengan CPU octa-core Cortex A53 kencang terlihat menjadi kunci mengapa Zenfone 3 ZE520KL bisa mencatatkan skor yang lebih tinggi di berbagai sub-tes dalam PCMark – Work.

Analisis Performa

Melihat hasil dari benchmark yang digunakan di uji performa ini, Zenfone 3 ZE520KL terlihat terlalu mendominasi, yang disebabkan karena Asus menawarkan spesifikasi terbaik bila dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh Samsung, Vivo, dan Oppo di smartphone mereka masing-masing yang ikut serta dalam tes perbandingan ini, terutama dari sisi SoC. Snapdragon 625 yang ada di Zenfone 3 ZE520KL memang dilengkapi CPU octa-core Cortex A53, seperti yang juga digunakan di Exynos 7580 dan MT6750, tetapi mengusung clock speed yang lebih tinggi. GPU yang digunakan SoC itu pun terlihat memiliki kelas di atas GPU di Exynos 7580 dan MT6750.

Sementara Samsung Galaxy A5 (2016) dan Vivo V5 terlihat memiliki performa yang tidak terlalu jauh berbeda dengan smartphone dari Samsung terlihat sedikit lebih unggul, kecuali untuk benchmark grafis. Keduanya memang tertinggal cukup jauh dari Zenfone 3 ZE520KL, tetapi masih bisa dikatakan menawarkan performa yang cukup baik. Keduanya juga meninggalkan Oppo F1s di semua benchmark uji performa ini.

Oppo F1s yang hadir dengan SoC yang sama dengan Vivo V5 terlihat tidak bisa mendekati pesaingnya di tes perbandingan kali ini tersebut. Smartphone ini sendiri memang masih dilengkapi sistem operasi Android 5.1, yang bisa saja juga kurang dioptimasi untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dari MT6750, sehingga hasil pengujiannya selalu di bawah Vivo V5, dengan Android 6.0. Selain itu, faktor RAM 3 GB, berbanding 4 GB di Vivo V5, bisa juga menjadi penyebab mengapa smartphone ini menghasilkan performa di bawah Vivo V5 dalam uji performa di tes perbandingan ini.

Baterai

Keempat produk ini memiliki kapasitas baterai yang berbeda satu sama lainnya, tetapi masih ada dalam rentang yang tidak terlalu. Samsung Galaxy A5 menggunakan baterai berkapasitas 2900mAh, ASUS Zenfone 3 ZE520KL dengan baterai 2600mAh, Oppo F1s  dengan baterai berkapasitas 3075mAh, serta VIVO V5 dengan baterai 3000mAh. Namun, kapasitas baterai yang besar tidak serta merta memberikan daya tahan baterai tertinggi. Untuk itu, kami melakukan pengujian dengan menggunakan aplikasi PCMark РWork Battery Life. Hasilnya bisa anda lihat seperti pada screenshot dan table yang kami tampilkan bawah ini.

*Klik untuk menampilkan detail skor hasil pengujian

pcmark-work-battery-life

 

Dari keempat smartphone di atas, sangat mengejutkan karena justru smartphone dengan kapasitas baterai paling kecil, yaitu ASUS Zenfone 3 ZE520KL memiliki daya tahan baterai tertinggi. Dengan ukuran layar yang sama dengan Galaxy A5 2016, efisiensi daya dari perangkat yang satu ini memang patut diacungkan jempol. Berkat SoC menengah anyar dari Qualcomm, Snapdrgaon 625, dengan fabrikasi 14 nm dan fitur terbaru, menjadikan perangkat ini memiliki efisiensi daya yang tinggi dan juga memiliki suhu yang stabil.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
: , , ,

COMMENTS

RANDOM ARTICLES
News | August 31, 2017 | Comments

KeyOne Sukses, TCL Siapkan Smartphone BlackBerry Baru

News | August 10, 2017 | Comments

Samsung Kenalkan Wireless Headphone U Flex

News | October 3, 2017 | Comments

Honor 9 Akan Diluncurkan Pada 5 Oktober

News | September 8, 2017 | Comments

Foto Panel Depan Huawei Mate 10 Pro Beredar