in: Reviews | August 26, 2017 | by: Friska

Review Smartphone Android: Zenfone AR

Kamera

Selain mendukung platform AR dan VR, salah satu keunggulan yang bisa dibicarakan dari Zenfone AR ini sendiri adalah dari segi kamera utamanya. Dengan menggunakan sensor SONY IMX318 dan beresolusi 23 megapixel, hasil tangkapan foto menggunakan perangkat ini terasa sangat menarik untuk dilakukan. Shutter speed cepat dengan autofocus yang tak kalah cepat merupakan salah satu kelebihannya, di mana pengguna bisa memotret dengan cepat tanpa harus khawatir akan terjadi blur dalam proses pengambilan gambar. Foto makro dengan Zenfone AR juga terasa lebih menyenangkan karena adanya autofocus yang dilengkapi dengan sistem TriTech AF.

Detil yang dihasilkan juga terlihat lebih dari cukup ketika menggunakan kamera utama Zenfone AR ini. Sebagai tambahan agar hasil jepretan foto bisa terlihat lebih maksimal, Asus juga telah menyematkan mode kamera PixelMaster 3.0, di mana para penggunanya bisa mengganti mode kamera sesuai dengan kebutuhannya, mulai dari mode Manual, Back Light, Low Light, Panorama, hingga Super Resolution sekalipun. Yang menariknya, kamera dari Zenfone AR ini juga telah mendukung format foto RAW, sehingga pengguna bisa menerima hasil foto sesuai dengan apa yang telah dijepret tanpa terkena proses kompresi lebih dulu. Kamera utama ini juga bisa digunakan untuk mengambil video dengan kualitas 4K.

Secara keseluruhan, kamera dapat menangkap foto dengan sangat baik di dalam kondisi pencahayaan kurang sekalipun. Hasil foto yang ditangkap ketika di-zoom pun juga tidak terlihat buruk, walau memang sayangnya terlihat bahwa kamera berusaha untuk menutupi tingkatan noise yang dihasilkan dengan menghaluskan (blur) beberapa bagian foto yang ada, sehingga terlihat agak kaku dan terlalu “bersih” karenanya.

Sementara untuk kamera depannya, Zenfone AR menggunakan sensor OV 8856 dengan bukaan f/2.0 dan resolusi 8 megapixel. Secara kualitas keseluruhan, kamera depan mungkin tidak memiliki keistimewaan yang sama dengan yang ada pada kamera utamanya, akan tetapi sebagai kamera diperuntukkan selfie shot, Zenfone AR masih bisa memiliki hasil jepretan yang sangat mumpuni. Hasil fotonya cukup cerah terutama jika memotret di ruangan dengan pencahayaan cukup, akan tetapi smartphone masih cukup baik dalam mengambil foto di ruangan gelap karena adanya fungsi screen flash yang dinilai lebih efektif dan mampu menerangkan wajah lebih menyeluruh dalam mengambil gambar ketimbang menggunakan LED flash standar.

Baterai

pcmark work battery life

grafik pcmark batre

Dengan mengusung baterai sebesar 3300mAh, tentunya Asus Zenfone AR diharapkan bisa bertahan cukup lama, terutama ketika smartphone ini dimaksimalkan untuk bisa menjalankan dukungan platform AR dan VR. Dalam pengujian menggunakan aplikasi benchmark PCMark Work Battery Life 1.0, Zenfone AR dapat bertahan selama 9 jam 38 menit.

video battery test

Pengujian berikutnya adalah dengan memutar video kualitas 720p secara berulang (loop) menggunakan aplikasi MXPlayer. Dalam pengujian ini, Zenfone AR mampu memutar video hingga baterai habis selama 13 jam 29 menit.

charging test

Sementara untuk waktu pengisian ulang baterai dengan kabel dan adapter bawaan paket penjualannya, Zenfone AR dapat diisi ulang hingga penuh kembali selama 1 jam 52 menit. Pengisiang ulang baterai ini bisa berlangsung cepat karena adanya fitur Quick Charge 3.0 yang sudah disematkan di dalam smartphone.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
: , ,

COMMENTS