in: Reviews | October 24, 2017 | by: Yufianto Gunawan

Review Smartphone Vivo V7+

Spesifikasi

Bicara terkait spesifikasi, seperti yang telah kami singgung di awal artikel ini, Vivo V7+ ini terbilang menarik karena SoC baru yang diusungnya, Snapdragon 450. SoC ini menawarkan spesifikasi yang sangat mirip dengan Snapdragon 625, salah satu SoC favorit saat ini di kelas menengah, dengan clock speed yang sedikit lebih rendah. SoC ini mengusung prosesor octa-core Cortex A53 dengan clock speed 1.8 GHz, GPU Adreno 506, dengan DSP Hexagon 546 dan modem X9 LTE. Spesifikasi seperti ini terlihat cukup menjanjikan, terlebih lagi SoC ini mengusung fabrikasi/litografi 14 nm.

CPUz SS

Vivo melengkapi V7+ dengan RAM 4 GB dan storage internal 64 GB. Kapastas RAM 4 GB bisa dikatakan memadai untuk smartphone saat ini. Sementara storage internal 64 GB bisa dikategorikan besar, terlebih lagi dengan kemampuan Micro SD yang diusung, di tray non-hybrid, seharusnya membuat pengguna tidak akan mengalami masalah terkait storage di smartphone ini.

Beralih ke layar, bagian ini tampaknya akan jadi salah satu daya tarik tersendiri dari V7+, karena Vivo memilih untuk menggunakan layar “modern” dengan rasio 18:9, dengan ukuran 5.99″. Resolusi yang ditawarkan oleh layar tersebut adalah 1440 x 720 piksel, dengan panel IPS. Secara umum, layar ini terlihat bisa menghasilkan tampilan yang baik dan tajam. Resolusi yang terkesan rendah untuk layar 5.99″, yaitu 1440 x 720 piksel, tidak membuat layar terlihat kurang baik.

Patut dicatat, bahwa dengan layar yang rasio panjang dan lebarnya 2:1 ini, rentang diagonal 5.99″ tidak membuatnya hadir sebesar layar 16:9 dengan diagonal 6″. Di kisaran diagonal 6″ ini lebar smartphone menjadi mirip sekali dengan smartphone 5.5″. Akan tetapi, proporsi layarnya lebih tinggi sedikit.

Vivo V7+ - 19

4G LTE telah ditawarkan oleh Vivo di V7+, dengan dukungan untuk LTE Band 3, 5, 8, dan 40 seperti yang umum digunakan di Indonesia. Opsi konektivitas lain yang dihadirkan Vivo adalah WiFi 802.11 b/g/n di 2.4 GHz, serta Bluetooth 4.1. Sayangnya, tidak ada dukungan untuk WiFi 5 GHz. Vivo pun juga tidak menyertakan NFC di smartphone ini.

Baterai di smartphone ini mengusung rating kapasitas 3225 mAh, sedikit lebih besar dari kapasitas yang banyak ditawarkan oleh smartphone kelas menengah saat ini, 3000 mAh. Bila dikombinasikan dengan SoC Snapdragon 450 14 nm yang seharusnya cukup hemat daya, smartphone ini seharusnya akan menawarkan daya tahan penggunaan yang cukup panjang. Sayangnya, Vivo tidak menawarkan fitur quick charging di smartphone ini.

Android 7.1.2 Nougat dengan Funtouch OS 3.2 menjadi sistem operasi standar bawaan dari Vivo V7+ ini. Funtouch OS 3.2 ini sendiri masih mengusung beberapa hal yang ditawarkan di varian sebelumnya, termasuk akses menu dengan melakukan slide dari sisi bawah layar. Bagi pengguna yang belum terbiasa menggunakan Funtouch OS, hal ini mungkin akan terasa mengganggu, tetapi seharusnya tidak akan butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan mekanisme yang cukup lama diusung Vivo ini.

CPUz & Sensor Box SS

Beberapa sensor disematkan Vivo untuk salah satu smartphone unggulan baru mereka ini, termasuk fingerprint scanner yang ditempatkan di sisi belakang. Selain itu, terdapat juga accelerometer, gyroscope, light sensor, proximity sensor, dan e-compass di dalam smartphone ini. Sejumlah sensor ini seharusnya sudah bisa mengakomodasi kebutuhan penggunaan standar dari smartphone di era saat ini.

Kamera, terutama untuk selfie, menjadi andalan Vivo di smartphone V7+ ini, di mana mereka benar-benar mengandalkan sensor 24 MP untuk kamera selfie di smartphone ini. Kamera selfie tersebut dibekali dengan lensa f/2.0. Sementara untuk kamera utama, Vivo menggunakan sensor 16 MP, dengan lensa f/2.0, serta fitur PDAF dan LED flash. Kemampuan perekaman video di smartphone ini dibatasi hanya 1080p @ 30 fps.

Uji Performa

AnTuTu

Aplikasi benchmark yang satu ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan untuk mengukur kekuatan sebuah perangkat Android. Beberapa hal yang diuji di AnTuTu antara lain User Experience (UX), CPU, RAM, GPU, dan I/O. Kami menyajikan skor dari dua versi AnTuTu, yaitu 6.0.1 dan 6.3.5.

Geekbench

GeekBench merupakan benchmark cross platform yang mengukur kinerja prosesor sebuah perangkat smartphone, tablet, dan PC. Aplikasi ini menggunakan berbagai algoritma komputasi yang banyak digunakan di skenario real world sehingga mampu menganalisa performa sebuah prosesor saat menggunakan single core atau multi core. Kami menggunakan dua versi Geekbench, yaitu Geekbench 3 dan Geekbench 4.

3DMark

Benchmark ini ditujukan untuk menguji performa dari sistem pada sebuah smarpthone Android dalam menangani pemrosesan grafis. Semakin tinggi hasilnya, semakin baik smartphone tersebut menjalankan proses grafis. Tes yang dijalankan adalah Ice Storn Unlimited.

3DMark ISU SS

3DMark Ice Storm Unlimited

PCMark

Aplikasi benchmark ini mengukur performa smartphone maupun tablet Android, lewat pengujian yang berbasis aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan oleh user, bukan algoritma yang bersifat abstrak. Skor yang dihasilkan diklaim mampu mencerminkan performa sesungguhnya dari perangkat tersebut. Tes yang kami jalankan adalah Work 1.0 dan Work 2.0.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
: , , ,

COMMENTS