in: Reviews | October 24, 2017 | by: Yufianto Gunawan

Review Smartphone Vivo V7+

Kamera

Catatan: pengujian kamera oleh Dedy Irvan

Seperti yang sebelumnya kami bahas, smartphone ini dibekali dengan kamera selfie 24 MP dan kamera utama 16 MP. Berikut ini adalah hasil foto yang kami ambil dengan kamera dari Vivo V7+ tersebut:

Kamera Utama

Kamera Selfie

Secara umum, kamera di Vivo V7+ ini bisa dikatakan menarik, baik untuk kamera selfie maupun kamera utama. Respon kedua kamera cukup baik, sekalipun ketika digunakan di kondisi lingkungan gelap. Untuk kamera selfie, resolusi tinggi yang didukung oleh kamera selfie 24 MP membuat kesalahan di foto jadi mudah diperbaiki. Fitur trigger pemotretan dengan mengucapkan suara pun menjadi fitur yang cukup menarik.

Kamera selfie ini juga dibekali dengan fitur bokeh. Berdasarkan pengujian kami, bokeh yang dihasilkan tidak terlalu kuat, terkesan tipis dan cukup natural. Menariknya, fitur ini hanya bisa diaktifkan dari menu Face Beauty, tidak bisa ditemukan di menu utama pengaturan kamera selfie dari smartphone ini. Sayangnya, efek bokeh ini tidak bisa diatur kekuatannya, baik sebelum maupun sesudah pemotretan.

Sementara itu, untuk kamera utama, walaupun Vivo tidak terlalu mendorongnya sebagai fitur unggulan smartphone ini, hasil fotonya terbilang tidak mengecewakan. Terlebih lagi, mode manual pada kamera ini cukup lengkap. Anda bahkan bisa memotret hingga kecepatan 16 detik!

IMG_20171021_190851
Kamera utama dalam pencahayaan seadanya. Detail masih cukup baik, tapi noise reduction sudah terasa sekali.

 

IMG_20171021_162409
ATAS: White balance di kamera selfie masih terlalu kebiruan. BAWAH: Sedikit editing membuat hasilnya lebih baik.

 

 

IMG_20171022_115304
Dua foto di kanan adalah foto kamera selfie, sementara dua foto di kiri adalah foto kamera utama. Foto di bagian bawah adalah hasil crop/zoom dari foto asli di atasnya. Kamera selfie di V7+ ini terlihat memang tidak bisa fokus ke objek di kejauhan, didesain khusus untuk fokus di objek dekat saja.

 

Ketika digunakan di kondisi lingkungan gelap, kami mendapati hasil foto kamera utama memiliki detail yang sedikit kurang baik. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh penggunaan noise reduction yang terlalu kuat, sehingga detail di dalam foto menjadi berkurang. Sementara untuk kamera selfie, white balance-nya terkadang agak kurang pas. Terutama, saat flash dihidupkan. Sebagai catatan, kamera selfie di smartphone ini mendukung fitur beautify untuk live streaming dan video call, di beberapa aplikasi populer.

video-call-facebeauty-v7

Kamera selfie dari smartphone ini juga dibekali dengan kemampuan untuk mendukung fitur keamanan di smartphone ini, yang disebut sebagai FaceAccess. Pengguna bisa melakukan unlock perangkat dengan fitur ini, di mana kamera selfie akan mengenali wajah pengguna, dan bila sesuai akan membuka kunci perangkat. Selama menggunakan V7+, kami merasa fitur ini benar bisa mendukung kenyamanan penggunaan karena bisa membantu pengguna membuka kunci perangkat dengan cepat. Sayangnya, karena fitur ini ternyata tidak berfungsi di tempat gelap, karena Vivo tidak membekali smartphone ini dengan infrared. Terlepas dari hal itu, secara umum fitur FaceAccess ini akan membantu meningkatkan kenyamanan penggunaan perangkat di ruangan yang terang.

Baterai

V7+ ini dibekali dengan baterai 3225 mAh, kapasitas yang bisa dikatakan sedang untuk saat ini. Namun, satu hal yang perlu diingkat, dari beberapa kali menguji smartphone dengan SoC kelas menengah dengan fabrikasi 14 nm, kami merasa dengan baterai di kisaran 3000 mAh, sebuah smartphone sudah menawarkan daya tahan baterai yang terbilang baik. Bagaimana dengan Vivo V7+ ini, yang hadir dengan SoC 14 nm baru, Snapdragon 450? Untuk menjawabnya, kami melakukan tes daya tahan baterai untuk smartphone ini.

Biasanya, kami melakukan tes baterai dengan memanfaatkan aplikasi PCMark, dengan skenario Work 1.0 Battery Test, serta pengujian video 720p. Namun, karena PCMark Work 1.0 Battery Test yang sering kali gagal menghasilkan angka daya tahan di smartphone dengan daya tahan yang panjang, kami akhirnya meninggalkan tes tersebut. Sebagai gantinya, kami menggunakan tes baru, yaitu tes browsing.

Battery Test

Kami melakukan setup server secara lokal untuk melakukan pengujian browsing pada beberapa smartphone. Smartphone melakukan browsing dengan pergantian halaman setiap 15 detik non-stop. Sama seperti pengujian looping video, perangkat diatur dengan menggunakan Airplane Mode, Wi-Fi aktif, serta kecerahan layar non-otomatis dengan slider di tengah. V7+ ini bisa bertahan selama 13 jam 38 menit, hasil yang bisa dikatakan cukup lama untuk sebuah smartphone dengan baterai di kisaran 3000 mAh.

Battery-Log

Battery Test 2

Beralih ke tes baterai dengan video 720p. Smartphone V7+ ini bisa bertahan hingga 14 jam 46 menit, dalam kondisi smartphone diatur ke Airplane Mode, WiFi aktif, dan layar berada di tingkat kecerahan 50%. Hasil dari pengujian baterai yang kami lakukan, baik tes browsing maupun video 720p, menunjukkan bahwa smartphone ini punya daya tahan yang terbilang baik. Baterai dengan kapasitas 3225 mAh pun sudah cukup untuk membuat smartphone ini menawarkan waktu penggunaan yang panjang untuk pengguna.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
: , , ,

COMMENTS