in: Featured - Highlights | January 2, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Sekilas Teknologi Qualcomm di Tahun 2017!

Qualcomm adalah perusahaan yang mungkin tidak bisa kita pisahkan bila kita berbicara mengenai smartphone. Sepanjang tahun 2017 lalu, Qualcomm sudah meluncurkan banyak produk chip mereka, yang hadir dengan mengusung teknologi-teknologi terkini, untuk smartphone masa kini. Kali ini, kami akan membahas kilas balik terkait produk apa yang sudah diluncurkan Qualcomm sepanjang tahun 2017 lalu dan teknologi modern yang menyertainya.

Ingat: Bukan Prosesor, Melainkan SoC

Satu hal yang perlu kami ingatkan kembali, “chip” dari Qualcomm yang digunakan di smartphone, yang kita kenal dengan nama Snapdragon, bukan hanya sebuah prosesor saja, melainkan sebuah SoC. SoC sendiri merupakan kependekan dari System-on-a-Chip. Hal ini berarti, SoC mengusung lebih dari prosesor saja di dalamnya. Ada pula komponen lain yang mendukung kemampuan smartphone secara keseluruhan, seperti modem, ISP, GPU, DSP, dan lain sebagainya di dalamnya.

Prosesor (CPU) cuma bagian kecil dari sebuah SoC!

Belakangan ini, Qualcomm bahkan menjelaskan lebih lanjut bahwa Snapdragon kini adalah sebuah platform. Jadi, bukan sekadar SoC saja, apalagi hanya prosesor saja. Mengapa demikian? Karena selain komponen yang ada di dalam SoC, Qualcomm Snapdragon juga menyertakan software dan service. Driver yang dioptimalkan dan terus dikembangkan adalah contoh software-nya. Sementara itu, SoC Snapdragon disuguhkan beserta kemudahan kustomisasi oleh produsen dengan dibantu oleh pihak Qualcomm, yang masuk ke dalam service. Jadi, Snapdragon sendiri sekarang sudah bukan hanya sekadar sebuah SoC, tapi sudah menjadi sebuah platform.

Teknologi Penting Pendukung Smartphone Masa Kini

Sebuah SoC tentunya harus hadir dengan dukungan berbagai teknologi penting agar cocok digunakan sebagai motor di smartphone masa kini. Hal itu tentu saja jadi perhatian dari Qualcomm untuk lini Snapdragon mereka, yang dibekali dengan berbagai teknologi yang dibutuhkan untuk menawarkan fitur-fitur modern di smartphone. Teknologi tersebut mencakup banyak hal, mulai dari untuk komunikasi, lokasi, kamera, hingga untuk daya tahan baterai dan keamanan.

  • Komunikasi, terutama untuk komunikasi seluler, merupakan hal paling penting di sebuah smartphone. Mengapa? Karena tanpa kemampuan komunikasi seluler (telepon, SMS, dan Internet), sebuah smartphone tidak bisa disebut sebagai smartphone. Kemampuan komunikasi seluler ini ditentukan oleh modem di dalam SoC. Bahkan, dukungan untuk telepon/panggilan suara modern, seperti VoLTE, pun ditentukan oleh komponen penting yang satu ini.
  • Selain telepon, SMS, dan Internet, modem di SoC smartphone juga berfungsi untuk menghadirkan kemampuan konektivitas yang lain, seperti WiFi AC, yang akan dibutuhkan untuk kemampuan transfer data di jaringan lokal serta koneksi yang lebih stabil; serta NFC, yang belakangan ini fungsinya makin dibutuhkan, seperti untuk eMoney/eToll.
  • “GPS” atau lebih tepatnya Global Navigation Satelite System (GNSS), pun juga ditemukan dukungannya dalam SoC. Qualcomm membenamkan teknologi pendukung GNSS ini, yang termasuk dalam paket iZat, serta dukungan untuk beberapa sistem GNSS, seperti GPS (AS), GLONASS (Rusia), Beidou (China), serta Galileo (Eropa). Salah satu contoh pemanfaatan GNSS ini di era saat ini adalah untuk taksi dan ojek online yang memang makin umum digunakan di kehidupan sehari-hari kita.

Tidak hanya untuk komunikasi seperti yang dijelaskan di atas, Qualcomm juga menaruh perhatian pada hal lain yang dianggap sebagai hal penting di smartphone era saat ini, yaitu kamera. Kemampuan kamera di smartphone pun akan ditentukan dari SoC yang digunakan, melalui komponen yang disebut sebagai ISP (Image Signal Processor). Tanpa adanya ISP yang bagus, seperti jajaran Spectra dalam SoC Snapdragon dari Qualcomm, smartphone bisa jadi tidak bisa menghasilkan foto yang baik walaupun dibekali sensor dan lensa yang bagus.

Selain kemampuan komunikasi dan kamera, hal lain yang juga dihadirkan di SoC Snapdragon oleh Qualcomm adalah fitur-fitur keamanan. Fitur-fitur keamanan ini memungkinkan pemanfaatan fingerprint scanner atau beberapa sensor biometris lain, serta memungkinkan smartphone tidak mudah ditembus oleh serangan digital. Jadi, bukan sekadar untuk lock-unlock saja, fitur keamanan di SoC Snapdragon sudah bisa menawarkan lebih dari itu.

Terakhir, SoC Snapdragon tidak hanya dikembangkan Qualcomm untuk menawarkan performa dan fitur saja, tetapi juga hal lain yang terbilang penting untuk smartphone era saat ini, yaitu daya tahan baterai. Satu hal yang harus diperhatikan di sini, kapasitas baterai smartphone itu bukan acuan daya tahan penggunaan sebuah smartphone. Daya tahan penggunaan juga akan dipengaruhi oleh litografi SoC, serta konfigurasi core prosesor yang digunakan. Jadi, smartphone dengan baterai 5000 mAh dengan SoC lama dengan litografi “besar” belum tentu menawarkan daya tahan lebih lama dari smartphone 4000 mAh dengan SoC baru dengan litografi “kecil”.

SoC Qualcomm di Tahun 2017

Sepanjang tahun 2017 ini, Qualcomm memperkenalkan beberapa SoC baru mereka, untuk mendukung mobile platform terkini mereka. Rangkaian SoC yang mereka tawarkan menjangkau semua segmen, mulai dari SoC untuk kelas entry-level, kelas menengah, hingga kelas atas/premium. Berikut ini jajaran SoC yang diperkenalkan Qualcomm di tahun 2017:

Parade Smartphone 2017 dengan SoC Qualcomm Snapdragon yang Hadir di Indonesia

Penasaran dengan smartphone apa saja yang hadir dengan SoC Qualcomm Snapdragon di Indonesia dalam tahun 2017 ini. Berikut ini parade beberapa smartphone dengan SoC dari jajaran entry-level hingga kelas atas/premium yang hadir di Indonesia, dari berbagai merek:

Snapdragon 200 Series

Andromax B (Snapdragon 210 – kiri) & Andromax L (Snapdragon 212 – kanan)
Blaupunkt Soundphone S1 (Snapdragon 212, RAM 2 GB, storage internal 16 GB, baterai 4000 mAh)

Snapdragon 400 Series

Asus Zenfone 4 Max Pro (Snapdragon 430, RAM 3 GB, storage internal 32 GB, baterai 5000 mAh, dual-camera)
Vivo V7 (Snapdragon 450, RAM 4 GB, storage 32 GB, baterai 3000 mAh, layar 18:9 HD+ 5.7″)

Snapdragon 600 Series

Xiaomi Mi A1 (Snapdragon 625, RAM 4 GB, storage internal 64 GB, baterai 3080 mAh, dual-camera)
Lenovo P2 (Snapdragon 625, RAM 4 GB, storage internal 32 GB, baterai 5100 mAh)

Snapdragon 800 Series

Moto Z (Snapdragon 820, RAM 4 GB, storage internal 64 GB, baterai 2600 mAh, Moto Mods)
LG V30 Plus (Snapdragon 835, RAM 4 GB, storage internal 128 GB, baterai 3300 mAh, layar 18:9 6″, dual-camera)
: , , , , , , , , , ,

COMMENTS