in: News | February 16, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Berkunjung ke Lab. Audio Qualcomm: Fokus ke Kualitas Terbaik

Audio bisa dikatakan merupakan aspek yang belakangan ini makin diperhatikan di perangkat yang terhubung ke Interner dan juga perangkat mobile, seperti smartphone. Banyak sekali bagian dari teknologi audio yang makin banyak dimanfaatkan di komunikasi sehari-hari kita. Hal ini membuat Qualcomm, salah satu perusahaan telekomunikasi ternama dunia, memberikan perhatian lebih ke produk pendukung audio mereka. Saat berkunjung ke markas besar mereka di San Diego, AS, mereka mengajak perwakilan media untuk berkunjung ke lab. audio mereka untuk melihat seperti apa upaya pengembangan untuk mencapai pemanfaatan audio kualitas terbaik yang mereka lakukan.

Tata Suara “Tingkat Lanjut”

Qualcomm mencoba mendorong lebih jauh lagi kemampuan pemrosesan suara tingkat lanjut di chip mereka, termasuk untuk 3D Audio dari MPEG-H. Di lab. audio mereka, Qualcomm telah mengembangkan kemampuan tersebut, sehingga bisa digunakan di perangkat seperti smartphone dan tablet, berbasis audio engine Aqstic. Mereka pun mendemokan video 360° MPEG-H di mana suara yang dikeluarkan melalui headset pun sudah bisa mengikuti arah suara sesuai arah pandangan kita di video 360° tersebut.

Demo efek suara 3D di video 360° di perangkat dengan Qualcomm Aqstic

Selain untuk smartphone dan tablet, dukungan tata suara “tingkat lanjut” dengan basis MPEG-H ini juga dihadirkan Qualcomm dalam sebuah soundbar prototipe mereka yang bisa mensimulasikan efek suara 3D. Memanfaatkan beberapa speaker dalam sebuah soundbar, yang masing-masing dihubungkan ke sebuah chip Qualcomm, mereka bisa membuat efek 3D stereo hanya dengan satu soundbar saja. Hanya saja, soundbar ini masih akan dikembangkan lebih lanjut lagi, sehingga tata suara “tingkat lanjut” yang didukungnya bisa makin baik lagi.

Soundbar khusus dengan dukungan suara 3D dari MPEG-H yang dikembangkan Qualcomm

Mengenali dan Mengolah Suara dengan Lebih Baik

Ya, audio bukan hanya sekadar menghasilkan kualitas suara yang baik, tetapi juga bagaimana perangkat bisa mengenali suara dan mengolahnya dengan baik pula. Hal ini sangat dibutuhkan di komunikasi masa kini, misalnya untuk noise reduction di saat pengguna perangkat melakukan panggilan suara. Qualcomm mengandalkan audio engine mereka, Aqstic, untuk tugas tersebut, mengenali dan mengolah suara, menghilangkan noise, sehingga menghasilkan kualitas suara yang baik saat panggilan suara dilakukan.

Mr. Wade
Chamber khusus untuk tes audio Qualcomm, termasuk untuk noise cancelling

Di lab. audio Qualcomm, pengembangan untuk hal ini dilakukan di Wade’s World, satu ruangan khusus di lab. yang dipimpin oleh Mr. Wade. Di ruangan ini terdapat chamber kedap suara yang bisa digunakan untuk menguji kemampuan noise cancelling dalam berbagai kondisi noise di lingkungan. Beberapa speaker khusus digunakan untuk mensimulasikan kondisi noise tertentu. Hal itu membuat Qualcomm bisa menyiapkan Aqstic dalam menghadapi berbagai kondisi noise untuk noise cancelling.

Wind tunnel spesial Qualcomm untuk mensimulasikan suara angin

Menariknya, selain menggunakan speaker untuk mensimulasikan berbagai noise, Qualcomm juga memanfaatkan wind tunnel khusus mensimulasikan noise angin. Hal ini disebut penting, karena kemampuan menangani noise angin memang sangatlah diperlukan mengingat penggunaan smartphone di luar ruangan yang banyak dilakukan penggunanya saat ini. Semua hal ini, menurut Qualcomm, sangat penting untuk menawarkan kapabilitas audio yang baik, mengakomodasi kebutuhan yang ada.

Juga Digunakan untuk Voice Command Smart Home

Selain untuk noise cancelling, kemampuan mengenali dan mengolah suara di Qualcomm Aqstic ini juga bisa dimanfaatkan untuk voice command, seperti untuk virtual assistant (Amazon Alexa, Google Assistant, atau Microsoft Cortana) dan diimplementasikan di produk smart home. Qualcomm pun punya satu ruangan uji coba khusus untuk hal ini, di mana mereka menguji kemampuan voice command untuk produk prototipe mereka sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Saat kami berkunjung ke lab. tersebut, mereka mendemokan dukungan voice command yang disesuaikan dengan standar baru dari Amazon untuk Alexa mereka.

“Ruang keluarga” untuk pengujian voice command di perangkat smart home

Standar baru ini menuntut perangkat untuk bisa mengenali voice command dari jarak 5 meter, memisahkan antara “noise” dari lingkungan sekitar dengan input suara dari pengguna. Qualcomm menawarkan solusi mereka untuk kebutuhan tersebut dengan prototipe mereka, berbasis sebuah board dengan chip Qualcomm Aqstic serta enam buah mic. Hasilnya, perangkat tetap bisa mengenali input dari pengguna sekalipun berada di ruangan, yang digambarkan mendekati sebuah ruang keluarga, dari jarak 5 meter, dengan noise yang umum dijumpai di ruang keluarga.

Tetap Harus Hemat Daya

Area pengujian konsumsi daya chip audio Qualcomm Aqstic

Terakhir, masih dari lab. audio Qualcomm, mereka menunjukkan sebuah pengujian untuk konsumsi daya chip audio berbasis Qualcomm Aqstic. Konsumsi daya ini sangat penting, mengingat ini akan mempengaruhi daya tahan baterai bila chip dipakai dalam perangkat mobile seperti smartphone. Mereka menetapkan standar, di mana konsumsi daya chip, saat bekerja, maupun idle, harus berada di bawah angka tertentu, sehingga tidak membuat konsumsi daya sistem tinggi. Semua chip audio mereka harus lulus dari pengujian ini sebelum bisa dipasarkan, dan pengujian ini sudah dilakukan dari tahap awal desain, sehingga bila ada yang perlu diperbaiki terkait konsumsi daya, mereka akan bisa langsung memperbaikinya, memastikan produk akhir yang sesuai dengan standar yang mereka tetapkan sendiri.

: ,

COMMENTS

RANDOM ARTICLES
News | July 20, 2018 | Comments

Nokia 6.1 Plus Resmi Rilis Secara Global

News | July 28, 2018 | Comments

Samsung Tampilkan Layar Fleksibel Terbaru

News | June 29, 2018 | Comments

Nokia Hadirkan Fitur Face Unlock di Update Android P

News | September 6, 2018 | Comments

Resmi! Nokia 6.1 Plus Hadir di Indonesia