in: Reviews | March 16, 2018 | by: Irham

Review Nokia 8: Flagship Murah, Sangat Bertenaga!

Nokia akhirnya menghadirkan produk unggulan mereka di tanah air yang cukup membuat kita mengangkat alis. Nokia 8, smartphone flagship mereka yang bisa dibilang agak telat hadir, datang dengan harga yang sangat menarik untuk kelasnya. Bahkan, smartphone ini ditawarkan dengan harga paling terjangkau di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain. Yaitu seharga Rp. 6.500.000.

Yang menarik adalah smartphone ini mengusung SoC flagship Snapdragon 835 yang tentunya memiliki performa yang sangat menjanjikan. Keunggulan lain yang ditawarkan oleh Nokia adalah built quality premium dan juga dual kamera dengan Zeiss optic.

Penasaran dengan kemampuan smartphone yang satu ini, simak ulasannya berikut ini.

Desain

Body perangkat dibangun diatas frame metal aluminium 6000, membuatnya terasa sangat solid. Perangkat ini memiliki desain full metal unibody, terasa kokoh sejak pertama kali menggenggamnya. Sepretinya semua produk Nokia memang tetap membawa ciri khas mereka, yaitu smartphone yang memiliki durabilitas tinggi. Varian yang kami uji yaitu warna Steel, dengan finishing mate yang terlihat cukup memukau. Kesan premium jelas dapat dilihat dari penampakan luarnya. Tiga smartphone yang lebih dulu hadir sebelumnya yaitu Nokia 3,5 dan 6 pun juga terlihat premium dari built quality yang ditawarkan meskipun masih di kelas menengah dan entry level.

Layar Nokia 8 masih menggunakan rasio 16:9 yang bisa dibilang sudah tak lagi ngetren untuk saat ini. Tapi visibilitas yang ditawarkan cukup baik, dengan resolusi QHD 2560x1440p. Untuk pengguna yang ingin smartphone premium dengan layar kecil, smartphone ini bisa jadi alternatif, dengan dimensi layar sebesar 5,3 inci yang sangat pas di genggaman.

Perangkat ini memili body yang cukup ramping dengan ketebalan 77,4mm. Setiap sudutnya memiliki lengkungan yang presisi dan sangat pas dengan buku-buku jari pengguna saat digenggam. Pada sisi bagian atas dan bawah, terdapat strip bermaterial plastik yang tentunya berfungsi sebagai celah sinyal.

 

 

Yang kami suka, Nokia 8 tidak terlihat mirip dengan smartphone manapun. Nokia 8 punya ciri khasnya sendiri, bisa dilihat dengan sensor dual kamera di bagian belakang yang disusun vertikal dan frame modul kamera yang tipis memanjang. Desain seperti ini tampak dipertahankan oleh Nokia sejak Lumia hingga saat ini. Ada logo Zeiss di dekat modul kamera, juga dengan logo Nokia yang juga terpasang vertikal. Simple tapi menarik.

 

Di bagian depan, Nokia 8 menyediakan fingerprint dengan bentuk persegi panjang tipis, yang juga dikombinasikan dengan home button. Sisanya, susunan tombol navigasi diletakan seperti bawaan Android langsung, yaitu tombol back di kiri dan tombol recent dibagian kanan. Hanya saja tombol navigasi berada di luar display, yaitu di bezel bagian bawah yang juga masih menyediakan space cukup besar.

Tombol power dan volume berada di sisi kanan, sedangkan slot SIMCard berada di sisi sebelah kiri. Di bagian bawah terdapat slot USB Type C dan juga grill speaker. Sementara di bagian atas, Nokia tetap menyediakan lubang Jack 3,5 mm untuk microphone.

 

Nokia juga memberikan keamanan perangkat dari percikan air dengan jaminan sertifikasi IP54 (tahan debu dan percikan air). Meskipun belum bisa “menyelam” di bawah air seperti beberapa smartphone flagship saat ini, tapi setidaknya lumayan berguna jika anda kebasahan karena kehujanan.

Spesifikasi

Selain layar 5,3 inci QHD, smartphone ini juga dibekali dengan Soc Snapdragon 835 (Octa-Core Kryo 280 2,4 GHz+ GPU Adreno 540), RAM berkapasitas 4 GB serta internal storage 64GB.

Adapun fitur kamera, smartphone ini menggunakan kamera utama dengan lensa Zeiss Optic dual sensor 13 MP dengan formasi sensor RGB+ sensor HDR. Aperturenya yaitu sebesar f/2.0 dengan ukuran sensor 1.12 µm. Kamera utama juga telah dibekali dengan OIS untuk perekaman video yang stabil. Perekaman video maksimal hingga resolusi 2K. Sementara pada kamera depan, smartphone ini juga mengusung sensor beresousi 13 MP, Aperture F2.0 dan ukuran sensor 1.12 µm.

Sayangnya, smartphone ini memiliki kapasitas baterai yang tidak terlalu besar yaitu 3090mAh. Tentu juga karena desain body yang ramping, nampaknya tidak memungkinkan bagi Nokia 8 mengangkut kapasitas baterai yang lebih besar. Nokia juga telah membekali smartphone dengan fast charging adaptor.

Sensornya tentu lengkap, mulai dari accelerometer, proximity, compass, ambience light, gyroscope, hingga barometer telah tersedia. Untuk konektivitas, smartphone ini sudah mendukung semua operator 4G di tanah air. Fitur Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, NFC, dan Bluetooth 5.0.

Untuk slot SIMcard, sayangnya Nokia 8 masih menyediakan dual slot SIMCard secara hybrid dengan MircoSD. Pengguna masih harus memilih antara SIMcard 2 atau menggunakan slot MicroSD. Keduaslot SIMCardnya menggunakan tipe Nano. Untuk slot MicroSD bisa ditambahkan hingga 256GB.

Nokia 8 tentunya berjalan menggunakan Android Pure Stock 8.0 Oreo. Simple dan responsive dengan segala kesederhanaan yang ditawarkan OS Android murni. Tidak banyak bloatware, kecuali semua aplikasi Google yang juga bisa anda disable kalau tidak dibutuhkan.

Pada paket penjualannya, Nokia 8 menyediakan kelengkapan antara lain buku panduan dan kartu garansi, adaptor charger, SIM ejector, kabel USB Type C, dan juga headset.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
: , ,

COMMENTS