in: Reviews | April 16, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Review Honor 9 Lite: Kencang & Quad Camera di Harga yang Terjangkau

Spesifikasi

Karena status Honor sebagai “anak perusahaan” dari Huawei, tidak mengherankan bila produk mereka hadir dengan mengusung SoC dari HiSilicon, anak perusahaan Huawei yang lain. SoC yang digunakan dalam Honor 9 Lite adalah Kirin 659, yang merupakan SoC terkencang HiSilicon untuk kelas menengah saat ini. SoC ini sendiri juga digunakan di beberapa smartphone kelas menengah, baik dari Honor sendiri maupun Huawei, salah satunya adalah Nova 2i yang pernah kami uji beberapa waktu lalu.

Kirin 659 hadir dengan prosesor octa-core Cortex A53 yang terbagi dalam dua cluster, dalam konfigurasi big.LITTLE, yang menawarkan clock 2.36 GHz untuk empat core di cluster “big” dan 1.7 GHz untuk empat core lain di cluster “LITTLE”. SoC ini mengusung GPU Mali-T830 MP2, dengan dukungan RAM LPDDR3 933 MHz dual-channel. Fabrikasi/litografi 16 nm digunakan dalam SoC ini, yang seharusnya membuatnya memiliki kinerja yang baik dengan efisiensi daya yang terbilang baik pula.

Honor 9 Lite ini memiliki RAM 3 GB dengan storage internal 32 GB. RAM 3 GB bisa dikatakan sebagai standar minimal untuk smartphone kelas menengah di era saat ini, yang masih memungkinkan pengguna merasa nyaman dalam menggunakan smartphone mereka. Sementara untuk storage, kapasitas 32 GB memang masih cukup besar, tetapi mungkin kurang memadai untuk pengguna yang banyak mengambil atau menyimpan foto dan video, terlebih lagi desain tray hybrid dari smartphone ini membuat pengguna akan sulit menambah kapasitas storage dengan menggunakan MicroSD bila mereka menggunakan dua buah SIM Card di dalam smartphone ini.

Smartphone ini hadir dengan baterai 3000 mAh, tidak terlalu besar, tetapi kapasitas ini umum sekali ditawarkan di smartphone kelas menengah di kisaran harga Honor 9 Lite ini. Sementara untuk layar, seperti yang kami sebutkan di halaman sebelumnya, smartphone ini hadir dengan layar 5.65″ 18:9 dengan resolusi 2160 x 1080 piksel. Penggunaan resolusi “Full HD+” di layar 5.65″ membuat smartphone ini menawarkan layar yang memiliki kerapatan piksel tinggi, hingga mendekati 430 pixel-per-inch, yang tentu saja membuat tampilan di layar terlihat tajam. Namun, bila pengguna merasa mereka tidak membutuhkan resolusi setinggi itu, mereka bisa mengganti resolusi layar ke 1440 x 720 piksel (HD+), yang juga bisa membantu menghemat penggunaan baterai. Honor juga menyediakan opsi pengaturan resolusi secara otomatis, sesuai apa yang tengah dilakukan pengguna dengan smartphone ini.

Konfigurasi quad-camera, seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, hadir di smartphone yang satu ini. Untuk kamera utama, Honor menawarkan dual-camera 13 MP + 2 MP, dengan fitur phase-detection auto-focus dan LED Flash. Sementara untuk kamera selfie, juga tersedia dual-camera 13 MP + 2 MP. Honor memanfaatkan sensor kamera kedua (2 MP) di masing-masing sistem kamera untuk mengambil detail tambahan yang memungkinkan kamera menghasilkan efek bokeh.

Kemampuan perekaman video yang ditawarkan oleh kamera utama menawarkan resolusi maksimal 1080p, sementara untuk kamera selfie hanya 720p. Selain fitur Portait Mode (bokeh) yang memang jadi andalan di smartphone ini, Honor menawarkan fitur pengambilan moving picture serta foto dengan wide aperture yang bisa diatur manual. Tersedua juga mode “pro” untuk foto dan video yang memungkinkan pengguna untuk mengatur sendiri parameter kamera, serta beberapa mode tambahan seperti HDR, Panorama, Light Painting, serta Time Lapse.

Terkait konektivitas seluler, Honor tampaknya telah mendapatkan sertifikat TKDN untuk smartphone ini, sehingga smartphone yang dipasarkan resmi di Indonesia akan mendukung 4G LTE sesuai dengan LTE Band yang digunakan operator seluler di Indonesia. Untuk konektivitas lain, smartphone ini dibekali dengan WiFi b/g/n 2.4 GHz serta Bluetooth 4.2. Sayangnya, smartphone ini belum dilengkapi dengan NFC. Namun, dari sisi WiFi, perangkat ini bisa dikatakan menarik karena menawarkan fitur WiFi Bridge, sehingga pengguna bisa membagi koneksi WiFi ke berbagai perangkat lain.

Sensor yang terbilang lengkap tersedia dalam smartphone ini. Berdasarkan aplikasi deteksi yang kami gunakan, smartphone ini dilengkapi dengan accelerometer, gyroscope, orientation/e-compass, serta magnetic sensor. Terdapat juga light sensor dan proximity sensor yang diletakkan di samping kanan dari earpiece, di bezel di atas layar. Sementara untuk fingerprint scanner, diletakkan di sisi belakang. Honor 9 Lite ini juga dibekali dengan step counter.

Sistem operasi yang digunakan Honor 9 Lite ini adalah Android 8.0 “Oreo”, dengan EMUI 8.0. Honor menyertakan beberapa fitur tambahan di EMUI 8.0.0 ini, seperti Mini Screen View untuk mendukung penggunaan smartphone dengan satu tangan, Eye Comfort untuk mengurangi intensitas warna biru yang berpotensi membuat mata mudah lelah, View Mode yang memungkinkan pengguna “memaksa” aplikasi menampilkan teks lebih kecil atau lebih besar sesuai preferensi pengguna, serta beberapa gesture control. Honor 9 Lite ini juga mendukung tampilan dua aplikasi dalam satu layar. Ada juga “App Twin” yang memungkinkan login dua akun untuk aplikasi-aplikasi tertentu.

Pengujian Performa

Hasil Pengujian

AnTuTu

Aplikasi benchmark yang satu ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan untuk mengukur performa sebuah perangkat Android. AnTuTu menjalankan set pengujian untuk penilaian performa perangkat yang dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu Graphics, CPU, UX (User Experience), dan RAM. Di pengujian kali ini, kami menggunakan dua versi AnTuTu, yaitu AnTuTu 6.0.1 dan AnTuTu 7.0.4.

Geekbench

GeekBench merupakan benchmark cross platform yang mengukur kinerja prosesor sebuah perangkat smartphone, tablet, dan PC. Aplikasi ini menggunakan berbagai algoritma komputasi yang banyak digunakan di skenario real world sehingga mampu menganalisa performa sebuah prosesor saat menggunakan single core atau multi core. Kami menggunakan dua versi Geekbench, yaitu Geekbench 3 dan Geekbench 4.

3DMark

Benchmark ini ditujukan untuk menguji performa dari sistem pada sebuah smarpthone Android dalam menangani pemrosesan grafis. Semakin tinggi hasilnya, semakin baik smartphone tersebut menjalankan proses grafis. Tes yang dijalankan adalah Ice Storm Unlimited & Sling Shot Unlimited.

GFXBenchmark

Benchmark ini juga digunakan untuk melihat gambaran kemampuan dari sebuah smartphone dalam menangani pemrosesan grafis. Ada beberapa scene yang tersedia, yang masing-masing menawarkan beban yang berbeda, dan juga beberapa dengan API yang berbeda, sehingga benchmark ini kami anggap bisa mewakili gambaran performa smartphone dalam hal gaming. Tes yang kami jalankan kali ini adalah T-Rex Offscreen dan Manhattan ES 3.1 1080p Offscreen.

Satu hal menarik yang ditawarkan oleh benchmark ini adalah tes “onscreen” di mana scene ditampilkan di resolusi native dari layar smartphone. Jadi, hasil yang ditampilkan benar-benar menunjukkan hasil sesuai dengan yang bisa didapatkan di penggunaan sehari-hari. Hasil tes onscreen ini akan kami tampilkan bila layar smartphone yang diuji memiliki resolusi berbeda dari resolusi benchmark.

PCMark

Aplikasi benchmark ini mengukur performa smartphone maupun tablet Android, lewat pengujian yang berbasis aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan oleh user, bukan algoritma yang bersifat abstrak. Skor yang dihasilkan diklaim mampu mencerminkan performa sesungguhnya dari perangkat tersebut. Tes yang kami jalankan adalah Work 1.0 dan Work 2.0.

 

Melihat hasil yang diperoleh Honor 9 Lite, Honor tampaknya cukup fokus menggarap sisi performa dari smartphone ini. Terlihat, hasil yang didapatkan di benchmark yang kami ujikan menunjukkan performa yang bisa dikatakan tinggi untuk jajaran kelas menengah. Menariknya, bila kami membandingkan hasil yang didapatkan smartphone ini dengan smartphone lain dengan SoC Kirin 659 (data tidak kami tampilkan di grafis), Honor 9 Lite memiliki performa yang lebih tinggi.

Sisi CPU tampaknya menjadi keunggulan tersendiri dari SoC yang diusung Honor 9 Lite ini, di mana di pengujian dengan penekanan di kemampuan CPU, smartphone ini bisa menawarkan performa yang mengungguli beberapa SoC kelas menengah lain di pengujian yang kami jalankan. Namun, hal itu tidak terjadi di pengujian pengolahan grafis. Terlihat, performa GPU dari SoC ini cukup tertinggal, memang tidak terlampau jauh di belakang, tetapi ini menunjukkan bahwa Mal-T830 MP2 yang digunakan memang belum bisa membawa performa tinggi dari sisi GPU untuk SoC ini.

Berbekal performa yang ditampilkan di pengujian yang kami lakukan, Honor 9 Lite ini akan jadi smartphone yang menawarkan kenyamanan bagi penggunanya untuk berbagai beban kerja yang umum diberikan untuk smartphone di kelas menengah. Performa untuk beban kerja berbasis CPU akan jadi keunggulan tersendiri smartphone ini di kelas menengah. Sementara GPU-nya pun tidak bisa dikatakan buruk walaupun hasilnya agak tertinggal, karena beban pengolahan grafis di smartphone sendiri memang belum membutuhkan kemampuan pengolahan grafis yang sangat tinggi untuk saat ini setidaknya untuk penggunaan sehari-hari.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
: , ,

COMMENTS

RANDOM ARTICLES
News | July 28, 2018 | Comments

Samsung Tampilkan Layar Fleksibel Terbaru

News | August 16, 2018 | Comments

Motorola Berikan Daftar Smartphone yang Dapat Android Pie

News | September 18, 2018 | Comments

Smartphone 5G NR Lebih Panas, Butuh Pendingin Mumpuni

News | August 3, 2018 | Comments

Moto Z3 Jadi Smartphone 5G Pertama di Dunia