in: Reviews | May 28, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Review Smartphone Asus ZenFone 5 (ZE620KL)

Kamera

ASUS menawarkan konfigurasi dual-camera untuk kamera utama dari ZenFone 5, dengan single-camera untuk kamera selfie. Untuk kamera utama, sensor 12 MP f/1.8 digunakan sebagai penangkap gambar utama di sistem kamera utama, disertai dengan sensor 8 MP f/2.0 untuk wide-angle. Sementara untuk selfie, tersedia sensor 8 MP f/2.0. Berikut ini adalah hasil foto dari kamera smartphone baru ASUS ini:

Kamera Utama

Kamera Selfie

Di ZenFone 5 ini, ASUS menyertakan beberapa mode kamera, selain mode Auto dan Pro, yang paling umum digunakan untuk mengambil foto. Mode kamera yang disertakan antara lain Beauty, yang bisa membuat wajah di dalam foto terlihat lebih menarik, dengan beberapa opsi manipulasi wajah; Super Resolution, di mana pengguna bisa mengambil foto resolusi tinggi, hingga 37 MP; GIF Animation, Panorama, serta untuk video Time Lapse dan Slow Motion. Untuk slow motion, kamera smartphone ini bisa merekam hingga 240 fps di 720p.

Detail yang dihasilkan kamera ZenFone 5 terbilang baik.

Kamera utama di ZenFone 5 (ZE620KL) ini terlihat menawarkan kualitas foto yang baik, terutama saat digunakan di kondisi lingkungan terang atau cahaya yang mencukupi, terutama ketika menggunakan sensor 12 MP kamera utama. Detail yang dihasilkan di foto terbilang tinggi, di mana kami masih bisa mendapatkan cukup banyak detail dari objek yang berada di kejauhan. Warna yang dihasilkan pun juga terbilang baik. Satu hal yang bisa kami katakan, kamera di ZenFone 5 ini memang bukan yang terbaik yang pernah kami jumpai, tetapi sudah termasuk salah satu yang menarik dan bisa menghasilkan foto yang mumpuni.

HDR (foto bawah) di smartphone ini terbilang baik, bisa membantu mendapatkan detail dan warna yang lebih baik di foto ketika digunakan di kondisi tertentu.

Ketika digunakan di pencahayaan yang kurang, detail dan komposisi warna yang ditawarkan oleh kamera utama di ZenFone 5 ini berkurang. Namun, hasil foto masih tetap bisa dikategorikan cukup baik. wajar untuk sebuah kamera 12 MP f/1.8. Satu hal yang perlu diperhatikan, untuk kondisi yang cukup gelap, kamera utama smartphone ini terkadang mengambil gambar dengan ISO tinggi saat digunakan di mode auto, memaksa untuk mendapatkan foto yang terlihat terang, tetapi membuat detail menjadi berantakan.

Contoh foto dengan kamera utama wide (atas) dan kamera utama 12 MP (bawah) di lingkungan dengan cahaya kurang

Beralih ke kamera wide angle di sistem kamera utama. Kamera ini memang bisa membantu mendapatkan sudut pandang lebih lebar, tetapi dengan kompensasi kualitas foto yang berkurang jauh. Hal ini memang bisa dimaklumi, karena kamera wide angle ini hanya menggunakan sensor 8 MP f/2.0, yang teoretis memang tidak akan menghasilkan foto sebaik sensor 12 MP f/1.8. Namun, terlepas dari kualitas foto yang berkurang itu, kamera wide angle ini bisa digunakan untuk mengambil foto-foto tertentu yang memang membutuhkan sudut pandang lebih lebar dari yang bisa ditawarkan sensor 12 MP f/1.8.

Untuk kamera selfie, detail yang dihasilkan terbilang menawarkan detail yang mencukupi untuk sensor 8 MP. Sayangnya, hasil foto kami rasa terlalu terang. Hal ini membuat foto selfie yang didapatkan mungkin saja kehilangan detail di bagian penting. Namun, ASUS menyediakan cara cepat untuk pengaturan brightness dalam mode selfie ini, sehingga pengguna bisa dengan mudah mengatur tingkat brightness sesuai kebutuhan.

Portait Mode juga tersedia di smartphone ini, untuk menghasilkan foto dengan efek bokeh. Untuk kamera utama, foto dengan efek bokeh yang dihasilkan terbilang cukup natural, dengan blur yang rapi. Sayangnya, di kamera selfie, hal tersebut tidak berlaku. Kami mendapati efek bokeh yang dihasilkan terlalu kuat, sehingga sekeliling objek utama foto menjadi terlihat tidak natural. Hal seperti ini juga kami jumpai di smartphone dari ASUS sebelumnya. Opsi untuk melakukan pengaturan kekuatan efek bokeh hanya tersedia di Portait Mode untuk kamera utama, sementara untuk kamera selfie semua diatur otomatis.

Baterai

Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, ZenFone 5 ini dibekali ASUS dengan baterai yang memiliki rating kapasitas 3300 mAh. Umumnya, ketika dikombinasikan dengan SoC 14 nm dan layar berukuran besar, baterai dengan rating yang tidak terlalu besar ini masih bisa mendukung waktu penggunaan yang cukup panjang di smartphone, di atas 10 jam untuk kedua pengujian yang kami ujikan. Bagaimana dengan ZenFone 5?

Di pengujian video playback, dengan video 720p yang kami ulang secara terus menerus, ZenFone 5 bisa bertahan hingga sekitar 12 jam 57 menit. Catatan ini bisa dikatakan kurang impresif, mengingat banyak sekali smartphone dengan baterai sekitar 3000 mAh ~ 3500 mAh, dengan SoC 14 nm, yang bisa bertahan hingga di atas 13 jam di pengujian yang kami lakukan. Tampaknya, optimasi yang dilakukan ASUS untuk ZenFone 5 masih belum terlalu baik untuk skenario video.

Lalu, bagaimana dengan web browsing? Di pengujian yang dijalankan dengan server lokal yang kami bangun ini, ZenFone 5 bisa bertahan hingga 14 jam 37 menit. Berbeda dengan pengujian video, hasil pengujian web browsing justru menunjukkan bahwa daya tahan ZenFone 5 ini cukup baik untuk smartphone di kelasnya. Bisa jadi, optimasi yang dilakukan ASUS untuk skenario web browsing sudah jauh lebih baik, sehingga smartphone ini bisa menawarkan daya tahan lebih baik.

Secara umum, dengan baterai 3300 mAh, SoC 14 nm, dan layar Full HD+ 6.2″ daya tahan yang ditampilkan oleh ZenFone 5 ini tidak bisa dikatakan mengecewakan. Namun, tidak bisa juga disebut memuaskan. Daya tahan yang ditampilkan mungkin bisa dikatakan sesuai dengan yang bisa dibayangkan.

Sementara untuk pengisian ulang daya baterai, smartphone ini sayangnya belum mendukung Quick Charge 4.0, seperti yang seharusnya sudah didukung oleh Snapdragon 636. Adaptor yang disertakan pun hanya menawarkan 5V 2A, yang berarti pengisian ulang daya tidak bisa dilakukan dengan sangat cepat. Berdasarkan pengujian yang kami lakukan, smartphone ini ternyata membutuhkan waktu hingga 3 jam 15 menit dari 0% hingga 100%, waktu yang tidak bisa dikatakan singkat, bahkan cukup jauh di atas waktu yang dibutuhkan smartphone dengan baterai sekitar 3000 mAh pada umumnya dengan adaptor 5V 2A. Karena penasaran, kami mencoba melihat berapa daya yang bisa diterima smartphone saat pengisian ulang daya. Ternyata, smartphone ini hanya menerima sekitar 5V 0.9A ~ 1.1A, yang menjawab mengapa pengisian ulang baterai di smartphone ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
: , , , ,

COMMENTS