in: Highlights | June 7, 2018 | by: Tim Jagat Review

Always Connected PC, Bukan Sekadar Laptop Pakai Modem 4G!

Beberapa bulan lalu, satu jenis PC baru diumumkan, salah satunya oleh Microsoft, yang disebut sebagai Always Connected PC. Jenis PC baru ini mengedepankan hal yang belum bisa dirasakan selama ini dari PC yang sudah kita kenal. Kurang lebih, Always Connected PC ini akan membawa pengalaman menggunakan smartphone ke ranah PC.

Di Always Connected PC, sesuai dengan sebutannya, koneksi ke Internet akan terus berjalan, sekalipun layar perangkat dimatikan, mirip dengan apa yang terjadi saat layar smartphone dimatikan. Jadi, semua email, chat instant messaging, dan data-data lain akan selalu ter-update. Salah satu contohnya, saat melakukan upload file, pengguna tidak harus membiarkan layar laptop terus menyala, upload tetap berjalan sekalipun saat layar laptop dimatikan. Inilah yang menjadi dasar dari Always Connected PC. Bahkan, Always Connected PC pun dilengkapi dengan slot SIM Card untuk Internet 4G, sehingga ketika tidak ada WiFi, perangkat juga masih bisa terhubung ke Internet dengan kemampuannya sendiri. Benar-benar menawarkan pengalaman serupa smartphone.

Mengapa Ada Always Connected PC?

Sebelum melanjutkan membahas secara lengkap Always Connected PC, ada baiknya kita membahas lebih dulu terkait mengapa jenis PC ini muncul. Berdasarkan survei, pengguna laptop di beberapa negara, terutama AS dan China, menginginkan laptop yang terus terhubung ke Internet dan memiliki waktu pakai panjang, yang tentu saja mendukung mobilitas tinggi penggunanya. Hal tersebut mendorong beberapa pihak, termasuk Microsoft dan Qualcomm, mendesain suatu jenis PC baru yang bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut. Hasilnya, lahir jajaran PC dengan desain seperti laptop atau 2-in-1 yang menawarkan kemampuan untuk memenuhi dia keinginan di atas, yang disebut sebagai Always On, Always Connected PC.

Apa Bedanya dengan Laptop yang Punya SIM Card 4G?

Ya, memang, ada juga laptop “biasa” yang hadir dengan slot SIM Card dan bisa terkoneksi ke Internet melalui 4G. Laptop seperti ini memang bisa terhubung ke Internet dengan kemampuannya sendiri, tetapi tetap saja tidak bisa dikatakan “always connected”. Hal tersebut dikarenakan ketika layar laptop dimatikan, perangkat akan masuk ke mode Sleep dan di mode ini laptop “biasa” akan benar-benar berhenti bekerja, dalam artian tidak ada aktivitas sama sekali, demikian juga dengan koneksi ke Internet, akan dimatikan. Inilah yang membedakan Always Connected PC dengan laptop “biasa”.

Keuntungan lain dari Always Connected PC adalah efisiensi dayanya yang amat tinggi. Mengapa demikian? Ikuti terus bahasan ini.

Contoh Perangkat Always Connected PC

Secara umum, seperti yang sempat kami sebutkan di atas, Always Connected PC ini hadir dengan desain yang sama seperti laptop atau tablet 2-in-1 yang ada saat ini. Terdapat 3 perangkat Always Connected PC yang sudah dirilis saat ini, dari 3 perusahaan yang menjadi rekanan Microsoft dan Qualcomm, yaitu ASUS, HP, dan Lenovo. ASUS menawarkan 2-in-1 NovaGo, sementara HP menawarkan Envy X2 2-in-1, sedangkan Lenovo punya Miix 630.

Teknologi Pendukung Always Connected PC

Windows 10 Sesungguhnya, Bukan Windows 10 Mobile

Karena statusnya sebagai sebuah PC, Always Connected PC tentu saja harus dibekali dengan sistem operasi yang memang sangat umum digunakan di sebuah PC, dalam hal ini Windows 10. Bukan! Windows 10 di sini bukanlah Windows 10 Mobile, sistem operasi untuk smartphone dari Microsoft. Ketiga perangkat di atas semuanya hadir dengan Windows 10 S, yang bisa di-upgrade ke Windows 10 Pro. Hal ini berarti Windows 10 yang digunakan merupakan versi Windows 10 sesungguhnya, yang sama dengan yang bisa kita jumpai di PC sehari-hari kita, dan tentu saja bisa menjalankan aplikasi-aplikasi yang biasa kita gunakan. Namun, di Always Connected PC, Windows 10 itu sudah dilengkapi Microsoft dengan kemampuan baru, membuatnya selalu terhubung ke Internet sekalipun saat perangkat berada dalam kondisi sleep.

Gunakan SoC/Prosesor Smartphone

Always Connected PC harus terus siaga, aktivitas harus berjalan, sekalipun perangkat dalam keadaan sleep, seperti saat layar dimatikan. Oleh karena itu, perangkat harus didukung prosesor yang hemat daya, agar bisa menawarkan daya tahan baterai yang panjang. Itulah mengapa SoC untuk smartphone digunakan sebagai dapur pacunya. Selain faktor hemat daya itu, SoC smartphone juga bisa bekerja dengan suhu operasi rendah, sehingga memungkinkan didinginkan hanya dengan pendingin pasif, sehingga bisa mendukung hadirnya bodi perangkat yang tipis.

SoC dari Qualcomm menjadi dapur pacu dari Always Connected PC

Sebagai langkah awal mereka di dunia Always Connected PC, Qualcomm mengedepankan SoC Snapdragon 835, yang hingga saat artikel ini dibuat menjadi satu-satunya SoC dari Qualcomm yang telah digunakan oleh Always Connected PC. SoC ini sudah hadir dengan CPU octa-core, sehingga sesuai dengan kebutuhan multi-tasking yang tersedia di sistem operasi Windows 10. Terlebih lagi, performa dari Snapdragon 835 yang terbilang tinggi pun memungkinkan Always Connected PC menjalankan berbagai aplikasi, baik untuk produktivitas ataupun menikmati konten, yang umum dilakukan di laptop dengan ukuran tipis dan ringan. GPU Adreno 540 pun sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan tersebut.

Memanfaatkan Komponen di SoC, Layaknya Smartphone

Karena menggunakan SoC smartphone, bagian-bagian dari SoC itu pun bisa dimanfaatkan Always Connected PC. Seperti contohnya di Snapdragon 835 terdapat modem Snapdragon X16 LTE. Modem ini menghadirkan kemampuan akses Internet melalui jaringan 4G LTE, bahkan hingga Gigabit-Class LTE, untuk Always Connected PC. Selain itu, modem tersebut juga menghadirkan WiFi AC 2×2 MIMO, serta konektivitas nirkabel lain ke Always Connected PC.

Ketika berada di mode sleep, Always Connected PC juga bisa menggunakan DSP Hexagon 682 di Snapdragon 835 untuk tetap mengoperasikan fungsi-fungsi yang tetap aktif, selayaknya sebuah smartphone. DSP memang akan membuat konsumsi daya di mode sleep tidak sebesar saat perangkat aktif, karena fungsi CPU akan diambil alih DSP dan DSP ini membutuhkan daya jauh lebih kecil dari CPU. Tidak hanya itu, ISP di Snapdragon 835, Spectra 180, bisa juga dimanfaatkan untuk menangani kamera di perangkat.

SoC Qualcomm Selain Snapdragon 835?

Melanjutkan apa yang telah dimulai oleh Snapdragon 835, Qualcomm baru saja memperkenalkan SoC baru yang khusus ditujukan untuk Always Connected PC. SoC tersebut adalah Snapdragon 850. SoC tersebut merupakan pengembangan lanjut dari Snapdragon 845, yang merupakan penerus dari Snapdragon 835, tetapi dengan beberapa perbaikan yang membuatnya lebih cocok lagi untuk digunakan di laptop.

Snapdragon 850 ini hadir dengan Kryo 385, CPU yang sama dengan yang digunakan di Snapdragon 845, tetapi dengan clock speed lebih tinggi, hingga 2.96 GHz. SoC tersebut juga menawarkan GPU Adreno 630, DSP Hexagon 685, serta modem Snapdragon X20 LTE. Karena optimasi khusus yang diusung, SoC ini bisa menghadirkan daya tahan penggunaan hingga 25 jam non-stop untuk Always Connected PC yang akan datang.

: , ,

COMMENTS