in: Reviews | June 4, 2018 | by: Friska

Hands-On Smartphone Android: Oppo F7

Kamera

Oppo F7 menggunakan kamera selfie-nya dengan sensor Sony IMX576 25MP dengan bukaan  F/2.0, dilengkapi teknologi AI Beauty 2.0 dan sensor HDR realtime yang membuat foto dengan kondisi cahaya kurang terang menjadi lebih detil dan cerah. Di AI Beauty 2.0, Oppo menambahkan kemampuan kamera untuk mengenali 296 titik pengenalan wajah, meningkat 20% dari versi sebelumnya. Tak hanya pengenalan kulit wajah sekarang perbedaan umur, jenis kelamin, warna kulit dan jenis kulit seseorang dapat dikenali lebih akurat. AI Beauty juga tak hanya mendeteksi area wajah, tapi kini mencapai hingga bagian leher agar tidak terlihat lebih gelap dari area wajah.

Dengan teknologi AI ini, Oppo F7 juga bisa mendeteksi jenis kelamin para penggunanya, menjadikan setiap pria atau wanita yang mengambil foto selfie terlihat lebih natural, seperti lebih feminin untuk wanita dan lebih maskulin untuk pria. Teknologi AI ini bisa dinyalakan secara auto untuk menghasilkan foto selfie yang lebih maksimal, tetapi pengguna tetap bisa mengubah maupun mengatur setting-nya sedemikian rupa, sehingga kamera bisa tetap mengingat pengaturan yang disimpan tersebut untuk bisa digunakan kembali ketika tengah mengambil foto selfie. Selain itu, teknologi AI ini juga mampu mendeteksi beragam jenis kondisi dan lingkungan foto yang hendak diambil dengan AI Scene Recognition, sehingga kamera secara otomatis akan melakukan pengaturan tergantung dari kondisi foto obyeknya untuk memberikan hasil foto dengan kontras, warna, dan beragam setting lainnya dengan lebih baik sesuai dengan keinginan pengguna.

Salah satu hal unik yang diperkenalkan oleh Oppo melalui Oppo F7 adalah fungsi Vivid Mode  di dalam software kamera bawaannya. Fungsi mode ini sesungguhnya sangat sederhana. Dengan menyalakan Vivid Mode, foto yang diambil akan bisa memiliki warna jauh lebih terang, kontras, lebih cerah dan lebih mencolok. Mode ini sangat cocok untuk digunakan ketika hendak mengambil foto selfie maupun foto biasa yang memiliki warna lebih vibrant. Dalam kondisi pencahayaan terang, seperti di bawah matahari, Vivid Mode akan jauh lebih terlihat hasilnya dan warna terang yang ditangkap oleh kamera akan lebih menarik ketimbang ketika difoto dalam cahay kurang terang atau lebih gelap. Hasil foto dari Vivid Mode ini memang cukup hit and miss ketika digunakan, bergantung kepada situasi lingkungan dan pencahayaannya, Vivid Mode bisa menghasilkan warna yang kontrasnya baik, tetapi tidak jarang juga hasil warnanya malah terlalu berlebihan.

Walau hanya menggunakan masing-masing 1 sensor kamera untuk kamera depan maupun belakangnya, Oppo F7 tetap memiliki fitur Depth of Field atau efek bokeh untuk kedua kameranya. Dengan fitur bokeh ini, pengguna bisa bermain-main dengan foto selfie maupun foto dari kamera belakangnya untuk memfokuskan terhadap obyek foto, dan background pun akan jadi blur untuk fokus obyek yang lebih baik. Agak disayangkan, efek bokeh yang dimiliki oleh Oppo F7 ini memang masih kurang maksimal dibandingkan dengan yang ada pada smartphone lain yang memang didukung fitur kamera ganda untuk hasil yang lebih maksimal. Namun demikian, efek bokeh baik untuk kamera depan maupun kamera belakangnya terlihat baik dan rapi, serta tidak terlihat berlebihan.

Satu mode lain yang juga cukup menarik perhatian adalah AR Sticker mode, di mana mode ini terdapat untuk kamera belakang atau kamera selfie. Pengguna bisa bermain-main dengan beragam stiker ala Snapchat untuk membuat foto menjadi lebih menarik. Untuk hasil yang lebih maksimal dan Instagram-able, selain AR Sticker, Oppo turut memberikan beragam variasi Filter yang bisa langsung digunakan ketika memotret foto.

Baterai

Jika Anda mengikuti beberapa review gadget kami belakangan ini, pastinya mengetahui bahwa kami memiliki standar baru dalam melakukan pengetesan baterai. Benar sekali, alih-alih bergantung kepada aplikasi benchmark PCMark Work Battery Test, kini kami menggunakan tes browsing dan tes loop video. PCMark sendiri merupakan benchmark yang akan kami segera tinggalkan dalam waktu dekat dan tidak akan digunakan kembali untuk pengujian-pengujian berikutnya. Hal ini dikarenakan adanya beberapa jenis tipe smartphone yang kerap gagal ketika tengah menguji coba dengan PCMark.

Protokol pengujian baru kami: tes browsing, dilakukan dengan membangun setup server secara lokal untuk melakukan pengujian browsing pada beberapa smartphone yang digunakan sebagai perbandingan. Smartphone melakukan browsing dengan pergantian halaman setiap 10 detik nonstop. Sama seperti pengujian looping video, perangkat diatur dengan menggunakan Airplane mode, Wi-Fi aktif, serta kecerahan layar non-otomatis dengan slider di tengah. Dalam hasil tes kali ini, Oppo F7 dapat bertahan selama 18 jam 50 menit.

Untuk pengujian berikutnya, kami masih menggunakan pengujian berupa mengukur berapa lama smartphone bisa bertahan ketika memutar video kualitas 720p dalam kondisi berulang (looping) menggunakan aplikasi MXPlayer hingga baterai kosong. Hasilnya, Oppo F7 dapat bertahan hingga 17 jam 6 menit.

Baterai yang dimiliki oleh Oppo F7 tergolong cukup besar di kapasitas 3400mAh, namun sayangnya, perangkat ini belum dilengkapi dengan fitur Fast Charging untuk mempercepat pengisian daya. Sehingga dari hasil mengukur lamanya pengisian ulang baterai, dengan menggunakan kabel bawaan paket, Oppo F7 membutuhkan 3 jam 56 menit untuk bisa terisi ulang penuh kembali. Pengisian daya ini dinilai cenderung lama untuk sebuah smartphone yang memiliki kapasitas baterai 3400mAh.

Kesimpulan

Sebagai salah satu smartphone menengah atas yang turut mengikuti tren besar dari pasar smartphone saat ini, rasanya Oppo F7 mampu menjawab segala kebutuhan penggunanya yang tidak habis-habisnya mencari beragam keunggulan yang bisa mereka pergunakan di sebuah smartphone. Keberadaan layar Full View tentunya akan membantu penggunanya dalam memaksimalkan hiburan, mulai dari menonton video hingga bermain game. Bermain game juga rasanya tidak menjadi kendala yang sangat besar, mengingat Oppo F7 memiliki opsi smartphone yang memiliki ukuran RAM 4 GB atau RAM 6 GB, dengan telah didukung chipset MediaTek Helio P60 yang seharusnya akan lebih melancarkan kinerja dan performa smartphone secara keseluruhan.

Hasil kamera yang ditangkap oleh Oppo F7 ini juga menawan, mengesampingkan fakta bahwa Oppo F7 hanya memiliki masing-masing satu buah kamera untuk bagian depan dan belakangnya. Walau harus diakui bahwa fitur bokeh atau depth of field yang dihasilkan terlihat kurang rapi terutama untuk bagian rambutnya, akan tetapi baik kamera depan maupun kamera belakangnya pantas diberi acungan jempol untuk hasil foto dengan detil, kontras, serta kesan natural yang baik bahkan ketika setelah diperbesar atau zoom. Ditambah dengan mode Vivid, pengguna juga bisa bermain-main dengan warna yang lebih terlihat jelas dan mencolok.

Daya tahan baterai dan kemampuannya untuk digunakan seharian juga tergolong baik, walau sayangnya tidak dibarengi dengan lama waktu pengisian ulang baterai yang dibutuhkan oleh smartphone untuk bisa terisi penuh kembali. Dan agak disayangkan juga bahwa Oppo F7 masih menggunakan slot SIM/microSD card tipe hybrid, dengan kata lain pengguna butuh mengorbankan satu buah slot untuk bisa diisi SIM card kedua atau microSD card.

Dibanderol seharga Rp 4,2 juta untuk varian RAM 4GB storage 64GB, serta Rp 5,5 juta untuk varian RAM 6GB dan storage 128GB, harus diakui bahwa smartphone ini bisa menjadi salah satu alternatif smartphone yang cukup kencang dengan kualitas kamera mumpuni, yang dapat digunakan seharian tanpa masalah.

Kelebihan (+):

  • Layar penuh rasio 19:9
  • Performa mumpuni untuk multi tasking dan gaming
  • Bodi ergonomis yang terlihat elegan nan mewah
  • Hasil foto yang mumpuni dan lebih dari cukup, seperti HDR dan shutter speed yang cepat

(+/-):

  • Pengaturan kamera tidak bisa diakses langsung dari aplikasi kamera bawaan, tetapi harus masuk ke dalam Setting lebih dulu untuk bisa mengaturnya. Untuk yang biasa melakukan pengaturan untuk kamera secara langsung lewat aplikasi kameranya, hal ini akan sedikit mengganggu karenanya.
  • Bodi belakang yang glossy ini akan membuat lebih mudah kotor karena tercetak sidik jari atau tangan ketika digunakan, dan untuk menghindari hal ini, pengguna perlu memasang softcase sebelum memakai smartphone

Kekurangan (-):

  • Hasil bokeh (Depth of Field) cenderung kurang rapi terutama pada bagian helai rambut
  • Pengisian ulang daya baterai membutuhkan waktu relatif lama.
  • Tray untuk SIM/microSD card menggunakan jenis hybrid, sehingga pengguna perlu memilih apakah memasukkan dua buah SIM atau mengorbankan satu slot SIM untuk microSD card

Key Spec:

Produk Oppo F7
Layar 6.23” Full HD+ (2280 x 1080 pixels) ratio 19:9
SoC/Processor MediaTek Helio P60
octa-core 2.0GHz
GPU ARM Mali-G72 MP3 800MHz
Memory/Storage 4GB/64GB ; 6GB/128GB
Baterai 3400mAh
Konektivitas Dual-SIM Nano, Micro SD, 2G/3G/4G, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac 2.4GHz/5GHz, Wi-Fi Hotspot, Bluetooth 4.2
Kamera Kamera belakang: 16 MP f/1.8
Kamera selfie: 25 MP f/2.0 sensor Sony IMX576
Sistem Operasi ColorOS 5.0 based on Android 8.1 “Oreo”
Harga Rp 4.199.000 (4GB/64GB), Rp 5.499.000 (6GB/128GB)
Daftar Isi
Pages: 1 2
: , , ,

COMMENTS