in: News | July 7, 2018 | by: Dedy Irvan

Huawei Meminta Maaf kepada Konsumen Indonesia

Hal yang sangat menarik dalam kunjungan kami ke Huawei di China adalah keterbukaannya. Jim Xu, Presiden Huawei Consumer Business Group terlihat sangat terbuka menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Saat kami menanyakan mengenai strategi mereka di Indonesia (yang sebelumnya terkesan kurang pas), Jim Xu bahkan tak sungkan-sungkan meminta maaf. Beliau meminta maaf karena selama ini belum bisa menghadirkan solusi yang paling pas untuk Indonesia.

Fokus yang kurang tepat

Jim Xu mengungkap bahwa selama 4 tahun Huawei mobile memfokuskan penjualan smartphone di Indonesia, mereka mengambil langkah yang kurang pas. Menjual smartphone dengan harga murah tidak membuat brand Huawei dikenal dan dikagumi di Indonesia.

Sebenarnya, kami (JR) cukup memahami hal ini. Berdasarkan pantauan kami, memang banyak produsen smartphone yang melihat pendapatan rata-rata rakyat Indonesia dan langsung menyimpulkan bahwa menjual smartphone kelas flagship adalah hal yang tidak tepat. Padahal, tersedianya smartphone kelas flagship akan membuat pasar percaya pada kecanggihan brand tersebut dan pada akhirnya mau memutuskan membeli (meski bukan membeli yang kelas flagship).

Hal ini ternyata disadari Huawei. Jim Xu mengungkap bahwa selama 4 tahun mereka terlalu banyak membuang daya dan upaya memajukan branding smartphone Huawei dengan cara yang kurang tepat, menggunakan smartphone kelas terjangkau.

 

Lebih fokus: Gencarkan flagship di Indonesia

Kini Huawei sudah mengambil langkah baru dalam strategi di Indonesia. Smartphone flagship Huawei wajib hadir di Indonesia. Tampaknya ini adalah penyebab hadirnya Huawei P20 Pro dengan warna Twiight di Indonesia. Tidak ada P20 yang lebih rendah. Hanya ada Huawei P20 pro dan dengan warna khusus. Tentu saja, tidak hanya kelas flagship saja yang dihadirkan. Smartphone lain di kelas menengah dan entry pun akan tetap dihadirkan. Tentunya, dengan pilihan yang lebih pas lagi untuk konsumen Indonesia.

Selain itu, Jim Xu pun menjanjikan bahwa ‘time to market’ produk Huawei di Indonesia akan kian dipercepat. Penyesuaian dengan persyaratan TKDN untuk smartphone 4G di Indonesia, diakui memang sempat membuat kehadiran smartphone Huawei agak terlambat di Indonesia. Akan tetapi, ke depannya, Huawei akan lebih cepat lagi menghadirkan produk andalannya untuk pasar Indonesia.

Hal menarik yang bisa kami peroleh dari hasil tanya-jawab dengan Huawei ini adalah keterbukaannya. Meminta maaf adalah indikasi bahwa mereka sadar bahwa ada strategi yang kurang tepat. Tentunya, hanya mereka yang menyadari kelemahannya yang bisa memperbaikinya, bukan?

Mari kita lihat, apakah strategi ini bisa diusung oleh Huawei dengan baik. Semoga mereka tidak terlalu cepat putus asa. Sebab, memikat konsumen Indonesia itu gampang-gampang susah. Butuh waktu dan upaya yang tepat serta konsisten.

: ,

COMMENTS