in: Reviews | August 28, 2018 | by: Friska

Hands-On Smartphone Android Oreo Go: Nokia 1

Apa itu Android Go?

Diumumkan pertama kali pada bulan Desember tahun 2017 lalu, Android Go merupakan optimasi dari sistem operasi (OS) Android (dalam hal ini, Android Oreo) yang digunakan khusus untuk smartphone kelas entry dengan RAM 1 GB atau kurang. Sehingga karenanya, pengguna tidak perlu khawatir bahwa OS akan memperlambat kinerja keseluruhan dari smartphone kelas entry tersebut, karena Android Go menjanjikan performa yang optimal walau spesifikasi smartphone yang digunakan lebih rendah dibandingkan smartphone kelas menengah ke atas. Secara garis besar, Android Go ini memiliki OS yang “bersih” dan murni dari Google seperti Android One, walau berbeda signifikan dari segi optimasinya.

Optimasi yang dihadirkan dari Android Go ini sendiri terdiri dari tiga area besar, yakni optimasi sistem operasi, optimasi aplikasi, dan optimasi Google Play Store. Artinya, ketika pengguna menginstalasi aplikasi yang mendukung “Go Edition” pada OS ini, besar ukuran (size) dari aplikasi akan dipangkas jauh tetapi masih memiliki fitur unggulan yang bisa digunakan oleh para penggunanya. Dengan aplikasi dan OS yang dioptimalkan tersebut, maka besar penggunaan RAM juga akan berkurang secara drastis, sehingga tidak akan membuat smartphone menjadi “sangat lemot” seperti yang umumnya dirasakan pada smartphone kelas entry lainnya. Tidak hanya sekedar mengurangi beban besar aplikasi atau beban RAM saja, penggunaan kuota atau data pada aplikasi yang sudah mendukung Go Edition ini juga ikut dikurangi sehingga pengguna tak perlu khawatir kehabisan kuota data internet mereka.

Smartphone yang memiliki Android Go akan mendapatkan setidaknya aplikasi Google yang sudah dioptimalkan dan mendukung Android Go. Seperti pada Nokia 1, aplikasi utama Google yang terinstalasi terdiri dari: Google Go, YouTube Go, Gmail Go, Assistant Go, Maps Go, Chrome dan Google Play Store Go. Aplikasi lainnya tetap bisa diinstalasi pada smartphone ini walau belum mendukung Go Edition, tapi untuk performa smartphone secara keseluruhan yang lebih baik memang disarankan untuk menginstalasi aplikasi yang telah mendukung Go Edition.

Satu hal lain yang juga cukup untuk pengguna Android Go, yang bisa ditemukan di Nokia 1 ini, adalah penggunaan storage eksternal (microSD) yang bisa difungsikan sebagai ganti internal storage ketika menginstalasi aplikasi baru. Saat memasukkan kartu microSD ke dalam perangkat, otomatis smartphone akan memberikan “prompt” apakah pengguna hendak menggunakan microSD yang baru saja dimasukkan tersebut sebagai ganti internal storage untuk instalasi aplikasi atau tidak. Jika ya, maka perangkat akan melakukan format pada microSD tersebut dan pengguna akan bisa secara otomatis menggunakan microSD card sebagai ganti internal storage. Dalam pemakaiannya, Nokia mengklaim bahwa tidak akan ada perbedaan kecepatan maupun performa keseluruhan dari aplikasi yang diinstalasi pada microSD yang menjadi internal storage tersebut. Sehingga, internal storage sesungguhnya bisa digunakan murni hanya untuk OS dan aplikasi tertentu saja, tanpa khawatir akan terbebani dan semakin penuh dari beragam aplikasi yang hendak dinstalasi.

Uji Performa Singkat

Harus diakui bahwa mengingat smartphone ini merupakan smartphone kelas entry, maka hasil pengujian performanya sendiri bisa dipastikan tidak akan sebagus smartphone yang memiliki spesifikasi dan kelas lebih tinggi. Kami akan memaparkan beberapa hasil benchmark yang bisa dijalankan oleh Nokia 1 ini selama pengujian singkat berlangsung, walau sayangnya AnTuTu harus absen pada benchmark kami kali ini karena sayangnya aplikasi AnTuTu tidak bisa dijalankan dengan lancar pada Nokia 1 ini.

Geekbench

GeekBench merupakan benchmark cross platform yang mengukur kinerja prosesor sebuah perangkat smartphone, tablet, dan PC. Aplikasi ini menggunakan berbagai algoritma komputasi yang banyak digunakan di skenario real world sehingga mampu menganalisa performa sebuah prosesor saat menggunakan single core atau multi core.

3DMark

Benchmark ini ditujukan untuk menguji performa dari sistem pada sebuah smarpthone Android dalam menangani pemrosesan grafis. Semakin tinggi hasilnya, semakin baik smartphone tersebut menjalankan proses grafis. Tes yang dijalankan adalah Ice Storm Unlimited.

PCMark

Aplikasi benchmark ini mengukur performa smartphone maupun tablet Android, lewat pengujian yang berbasis aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan oleh user, bukan algoritma yang bersifat abstrak. Skor yang dihasilkan diklaim mampu mencerminkan performa sesungguhnya dari perangkat tersebut. Tes yang kami jalankan adalah Work 2.0.

Kamera

Sementara dari segi kamera, mengingat Nokia 1 memang tidak terlalu difokuskan untuk performa kamerannya, Nokia 1 hanya mengusung kamera utama 5 MP yang dilengkapi LED Flash dengan kamera depan 2 MP. Sedikit menariknya, kedua kamera ini masing-masing memiliki fitur HDR yang bisa diaktifkan secara manual, sehingga hasil foto akan bisa lebih cerah dan memiliki kontras warna lebih baik. Agak disayangkan, stabilitas tinggi ketika memotret sangat dibutuhkan, terutama ketika HDR dinyalakan, karena hasil foto cenderung lebih sering blur ketika tangan yang memegang smartphone saat mengambil foto sedikit bergerak/bergetar. Hal ini sendiri dipengaruhi juga karena kecepatan pengambilan foto speed yang dimiliki smartphone ketika tombol shutter ditekan memakan lebih banyak waktu.

Hasil kamera utama (belakang):

 

 

Hasil kamera depan (selfie):

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
: , ,

COMMENTS