in: Reviews | October 17, 2018 | by: Irham

Review LG G7+ ThinQ: Smartphone Bagus yang Kurang Diminati, Kenapa?

LG G7+ ThinQ, adalah salah satu smartphone flagship yang hadir ditahun pertengahan tahun 2018, tepatnya di bulan Mei. Smartphone ini sempat cukup diantisipasi karena digadang-gadang menjadi salah saatu smartphone yang hadir menggunakan SoC Snapdragon 845. Selain itu smartphone ini juga dibekalli dual kamera dan keunggulannya ada pada sisi audio.

Tapi setelah peluncurannya, produk ini tidak banyak diperbincangkan lagi. Ada apa gerangan? Beruntung kami berkesempatan untuk menguji langsung perangkat LG G7+ ThinQ untuk mencari tahu alasan dibalik kurangnya pamor dari LG G7+ ThinQ, produk seri G dari LG yang kesekian kalinya sepi dari bahasan para antusias smartphone. Simak bahasan lengkap LG G7+ ThinQ berikut ini.

Desain

Akhir-akhir ini desain smartphone semakin beragam, mulai dari bentuk dan warna semua memiliki keunikannya tersendiri. Tapi untuk produk LG yang satu ini tidak demikian. Bahkan sebagai smartphone kelas flagship, LG G7+ ThinQ tidak juga terlihat seperti smartphone flagship pada umumnya yang sudah terlihat memikat sejak pandangan pertama.

Sepertinya hal tersebut memang tidak terlalu ditonjolkan oleh LG pada produk G7+ ThinQ. Ketimbang warna dan bentuk desain yang catchy, LG justru menghadirkan produk yang secara ergonomi paling nyaman bagi pengguna. Setidaknya itulah yang ditawarkan oleh LG melalui produk G7+ ThinQ. Produk yang kami review adalah varian berwarna hitam.

G7+ ThinQ bisa dibilang sebagai smartphone Android kelas flagship yang menawarkan ukuran layar paling kecil saat ini, yaitu dengan ukurang 6.1 inci. LG G7 ThinQ juga sudah mengadopsi layar FullView dengan desain notch dibagian atasnya. Pada saat membuka aplikasi tertentu, pengguna tidak perlu khawatir notch akan menutupi konten, karena secara otomatis layar akan disesuaikan dengan kebutuhan konten yang ditampilkan. Yaitu dengan menampilkan bar yang menutupi bagian sisa notch yang ada pada kanan dan kiri, sehingga konten tidak perlu ditarik hingga kebagian layar “lebih” tersebut. Di bagian notch sendiri terdapat sensor kamera, proximity, LED Notif dan juga speaker handset.

Bezel dibagian bawah dan pada sisi kanan dan kiri masih terlihat sedikit tebal. Dan yang juga sedikit unik dari G7+ ThinQ adalah tombol navigasi yang terdapat di layar bagian bawah. Berbeda dengan kebanyakan smartphone Android yang menggunakan tiga buah tombol kapasitif yaitu menu, recent app, dan back, LG menampilkan empat buah tombol kapasitif. Selain tiga tombol tadi, LG menambahkan tombol QSlide.

QSlide menampilkan beberapa shortcut aplikasi yang mungkin akan kita butuhkan lebih dari shortcut yang sudah ditampilkan di widget bagian bawah pada layar menu. Dalam keadaan default, QSlide menampilkan shortcut video, telepon, kontak, kalendar, email dan file manager. Fitur ini sebenarnya cukup berguna, tapi bagi yang belum terbiasa pastinya akan terganggu dengan empat buah tombol navigasi. Perlu adaptasi lagi agar terbiasa dengan posisi-posisi tombol yang bergeser. Bagi anda yang ingin menghilangkan tombol QSlide ini bisa melalui menu “button combination” yang ada menu settings. Anda juga bisa menggantinya dengan menu lain seperti Notification, Capture, atau SIM swtich.

Beralih ke sisi bagian belakang, terdapat dua buah modul kamera dengan posisi vertikal dan juga modul fingerprint berbentuk bulat. Banyak yang mengeluhkan body bagian belakang LG G7 ThinQ ini terlihat seperti plastik/polycarbonate dan juga terasa “kopong”. Sebenarnya tidak demikian, bahkan LG G7+ ThinQ ini sudah menggunakan material kaca Gorilla Glass 5 baik pada panel bagian depan maupun body bagian belakang. Tak cuma itu, bagian framenya juga menggunakan material metal Magnesium dengan MIL-STD (Military standard) yang cukup menjamin durabilitas perangkat. Lalu mengapa bodynya terasa “kopong,” karena LG sengaja mendesainnya demikian agar menjadi resonansi suara dari fitur speaker yang disebutnya sebagai fitur BoomBox. Ruang kosong pada bagian body perangkat akan memberikan resonansi suara sehingga bisa terdengar lebih keras, terutama saat diletakan di permukaan datar seperti meja dan sebagainya. LG G7+ ThinQ juga memiliki sertifikasi tahan air IP68, sehingga cukup aman untuk dibawa bermain di kolam.

Bagian belakang memiliki kontur melengkung pada bagian pinggir, memungkinkan pengguna lebih nyaman saat menggenggam perangkat. Meski demikian, material kaca yang diusungnya tetap membuat perangkat ini terasa licin dalam genggaman. Untung saja ukurannya tidak begitu besar sehingga tidak terlalu beresiko tergelincir dari genggaman. Selain itu material kaca yang digunakan juga membuat smartphone ini mudah terlihat kotor dengan meninggalkan bekas jari tangan. Terdapat logo G7+ ThinQ dan juga logo LG di bagian bawah.

Pada sisi bagian bawah terdapat slot USB Type C, lubang jack 3,5 mm, dan juga grill speaker mono. Sedangkan di sisi bagian kanan terdapat tombol power, sementara di sisi bagian kiri terdapat tombol volume dan juga tombol Google Assistant. Di sisi bagian atas terdapat Tray SIM Card dengan 2 slot nano SIM card, hybrid dengan tray microSD.

Spesifikasi

Spesifikasi dari LG G7+ ThinQ cukup menarik, dan itu memang hal yang semestinya ada di smartphone kelas flagship. Seperti yang disebutkan diatas, smartphone ini mengusung layar IPS 6.1 inci dengan resolusi 1,440 x 3,120 Piksel. Layar LG G7+ ThinQ memiliki kecerahan yang sangat tinggi yaitu dengan kecerahan maksimal (Super Bright) 920nits saat berada di luar ruangan. Untuk resolusi, pengguna bisa mengaturnya lagi melalui menu display apakah memilih resolusi low, medium atau high.

Dari segi dapur pacu, LG G7+ ThinQ pun sangat menarik. Dimana smartphone ini menggunakan SoC Snapdragon 845 Octa-core (4x 2.8 GHz Kryo 385 + 4×1.7 GHz Kryo 385 + Adreno 630), SoC terkencang Qualcomm saat ini, yang dipadukan dengan RAM berkapasitas 6GB dan internal storage 128GB. Namun untuk memori, sepertinya OS di smartphone ini cukup menguras RAM. Dari 6GB kapasitas RAM yang ada, hanya tersisa sekitar 2GB yang tersedia untuk penggunaan.

Sedangkan untuk kamera, smartphone ini dibekali dengan kamera utama dual sensor. Sensor utama menggunakan sensor 16 MP, aperture f/1.6, focal length 30mm (wide), dan ukuran piksel 1.0 micron, sedangkan sensor sekunder yaitu untuk ultrawide  dengan sensor 16 MP, f/1.9, focal length 16mm. Untuk kamera depan, LG G7+ ThinQ menggunakan single sensor 8 MP, f/1.9, 26mm.

Kapasitas baterai LG G7+ ThinQ tidak begitu besar, dimana smartphone ini hanya dibekali dengan baterai berkapasitas 3000mAh. Pengisian baterai didukung dengan teknologi Quick Charge 3.0, yang tersedia langsung dalam paket penjualan.

Dari segi konektivitas, smartphone ini tentunya sudah mendukung semua jaringan LTE ditanah air, teknologi Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, DLNA, hotspot, NFC, dan juga Bluetooth 5.0 Aptx HD, yang memungkinkan pengguna untuk menyambungkan smartphone ke perangkat headset/speaker Hi-Fi.

G7+ ThinQ berjalan menggunakan sistem operasi Android 8.0 Oreo dengan UI LG UX, yang direncanakan upgradable untuk versi selanjutnya yaitu Android 9.0 P. Terdapat berbagai dukungan AI didalamnya seperti Google Assitant dengan QVoice yang mampu mengenali suara lebih baik, serta Scene Recognition pada kamera. DTS: X Surround Sound dan Hi-Fi Quad DAC adalah fitur premium yang coba ditawarkan oleh LG untuk para pecinta audio.

Pada paket penjualan, LG melengkapi G7+ ThinQ dengan aksesoris antara lain adaptor charger dengan output 9V/1.8A, kabel USB Type C, buku panduan dan kartu garansi, SIM ejector, dan juga headset dengan model in-ear. Kualitas headset yang ditawarkan oleh LG pada paket penjualannya juga cukup baik. Meski demikian, sayangnya LG G7 ThinQ tidak dibekali dengan clear case ataupun jelly case. Sepertinya LG sudah cukup PeDe dengan Gorilla Glass 5 yang digunakan.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
: , ,

COMMENTS