in: Reviews | December 28, 2018 | by: Irham

Review Galaxy A9 (2018): Empat Kamera Yang “Mengejutkan”

Uji Performa

AnTuTu 7

Aplikasi benchmark yang satu ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan untuk mengukur performa sebuah perangkat Android. AnTuTu menjalankan set pengujian untuk penilaian performa perangkat yang dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu Graphics, CPU, UX (User Experience), dan RAM.

Geekbench 4

GeekBench merupakan benchmark cross platform yang mengukur kinerja prosesor sebuah perangkat smartphone, tablet, dan PC. Aplikasi ini menggunakan berbagai algoritma komputasi yang banyak digunakan di skenario real world sehingga mampu menganalisa performa sebuah prosesor saat menggunakan single core atau multi core.

3DMark

Benchmark ini ditujukan untuk menguji performa dari sistem pada sebuah smarpthone Android dalam menangani pemrosesan grafis. Semakin tinggi hasilnya, semakin baik smartphone tersebut menjalankan proses grafis. Tes yang dijalankan adalah Ice Storm Unlimited & Sling Shot.

GFXBenchmark

Benchmark ini juga digunakan untuk melihat gambaran kemampuan dari sebuah smartphone dalam menangani pemrosesan grafis. Ada beberapa scene yang tersedia, yang masing-masing menawarkan beban yang berbeda, dan juga beberapa dengan API yang berbeda, sehingga benchmark ini kami anggap bisa mewakili gambaran performa smartphone dalam hal gaming. Kami menjalankan tes Off Screen untuk menunjukkan performa pengolah grafis di smartphone, serta On Screen untuk melihat seperti apa kemampuan itu bila dikombinasikan dengan resolusi layar smartphone.

PCMark

Aplikasi benchmark ini mengukur performa smartphone maupun tablet Android, lewat pengujian yang berbasis aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan oleh user, bukan algoritma yang bersifat abstrak. Skor yang dihasilkan diklaim mampu mencerminkan performa sesungguhnya dari perangkat tersebut. Tes yang kami jalankan adalah Work 1.0 dan Work 2.0

Galaxy A9 2018 memiliki performa yang cukup baik, dimana smartphone ini dibekali dengan SoC Snapdragon 660. Meskipun, untuk harganya yang cukup tinggi mungkin SoC ini akan kurang bersaing karena SoC ini sendiri sudah banyak digunakan pada smartphone kelas menengah kebawah.  Untungnya di Galaxy A9 2018 menggunakan Snapdragon 660 dengan clockspeed tinggi yaitu 2.2GHz, sehingga dapat dilihat dari beberapa skor benchmark diatas, hasilnya masih cukup tinggi. Untuk kebutuhan kerja, baik CPU maupun GPU  mengakomodir kebutuhan pengguna dengan baik. Baik untuk multitasking seperti browsing, chating, streaming dan multimedia masih mampu berjalan dengan optimal.  

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
: , ,

COMMENTS