in: News | October 29, 2019 | by: Friska

Instagram Blokir Unggahan yang Mengacu ke Self-Harm

Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman digunakan bagi seluruh penggunanya mungkin adalah harapan setiap penyedia layanan dan platform media sosial. Instagram merupakan salah satu yang kerap mencoba untuk memberikan lingkungan aman dan nyaman kepada para penggunanya dengan beragam cara, salah satunya kemarin dengan memberikan fitur baru yang diharapkan bisa mengurangi dan mencegah terdapatnya konten negatif yang bisa memicu efek berkelanjutan kepada pengguna lainnya.

Setelah kejadian memilukan tentang sesorang pengguna bernama Molly Russell di tahun 2017 kemarin, di mana pihaknya melakukan bunuh diri karena melihat gambar dan foto yang berkaitan dengan aksi bunuh diri di Instagram dan Pinterest, Instagram tengah berjuang keras untuk menghapus berbagai gambar dan video negatif yang bisa memberikan dampak self-harm kepada penggunanya.

“Kami tidak lagi mengijinkan unggahan fiksi dari self-harm atau bunuh diri di Instagram lagi, seperti gambar atau meme atau konten dari film atau komik yang sangat jelas menggambarkan hal tersebut,” sebut Instagram dalam blog resminya. “Kami juga menghapus gambar lain yang tidak hanya memperlihatkan soal self-harm atau bunuh diri, tetapi juga material serta metode yang berhubungan.”

Instagram juga mengatakan bahwa akun yang berbagi soal konten self-harm dan bunuh diri tidak akan ditampilkan pada rekomendasi di search atau explore. Namun, konten yang dapat diakses akan ditujukan ke promosi tentang organisasi pencegahan bunuh diri seperti Samaritans atau National Suicide Prevention Lifeline.

Berdasarkan dari data World Health Organization (WHO), terdapat setidaknya 800.000 orang meninggal setiap tahunnya karena bunuh diri, di mana bunuh diri sendiri merupakan penyebab kematian paling tinggi kedua yang terjadi di usia muda antara 15 hingga 29 tahun. Di Amerika Serikat sendiri, angka kematian remaja karena bunuh diri telah meningkat hingga 56 persen dalam satu dekade terakhir.

Instagram sendiri berupaya untuk tetap lebih waspada terhadap tren dan kultur yang berkembang setiap saatnya, sekaligus memberikan edukasi kepada diri sendiri bersama dengan para ahli dan akademis yang mengerti tentang aksi bunuh diri atau self-harm. Pihaknya juga bekerja sama dengan organisasi kesehatan mental Swedia, MIND, untuk bisa mengerti peranan teknologi dan media sosial terhadap anak muda masa kini. Instagram juga memiliki teknologi tambahan untuk pengguna di wilayah luar Eropa yang bisa secara proaktif mencati orang yang membutuhkan bantuan.

:

COMMENTS

RANDOM ARTICLES
News | September 12, 2019 | Comments

Lenovo A6 Note dan Z6 Pro Meluncur di India

News | October 9, 2019 | Comments

Essential Phone Berikutnya akan Berbentuk Unik?

News | November 5, 2019 | Comments

Google Play Points Tersedia di Wilayah Amerika Serikat

News | October 21, 2019 | Comments

Samsung Galaxy A90 Versi 5G Resmi Dijual