in: Accessories | May 6, 2020 | by: Friska

Review Black Shark FunCooler Pro: Dingin Banget, Gaming Jadi Kencang dan Stabil

Pernah dengar brand Black Shark? Ya, brand smartphone gaming yang sudah merilis secara resmi perangkatnya untuk pasar gadget Indonesia ini ternyata memiliki produk aksesoris yang cukup unik, yaitu Black Shark FunCooler Pro.

Pendingin smartphone ini menggunakan teknologi lempengan TEC (Thermoelectric Cooler) atau Peltier, di mana teknologi pendinginan yang sama bisa ditemukan di sebuah perangkat kulkas atau dispenser air. Sehingga, lempengan TEC ini sendiri lebih cocok untuk untuk ditempatkan di perangkat yang ukurannya lebih kecil. Nah, seperti apa efektivitas teknologi TEC pada Black Shark FunCooler Pro ini? Simak selengkapnya di artikel pembahasan kali ini.

Desain, Spesifikasi, Fitur

Black Shark FunCooler Pro ini didesain khusus untuk mampu mendinginkan perangkat smartphone lebih cepat, terutama smartphone gaming. Dari bentuk dan desain, sisi depannya terdapat kipas yang akan berputar ketika diaktifkan, juga memiliki lampu RGB di dalamnya untuk efek yang lebih unik. Kipasnya ini sendiri diselubungi dengan casing pengaman, sementara untuk mengaktifkan kipas terdapat tombol ON/OFF serta port USB Type-C untuk port power-nya.

Sisi belakangnya merupakan posisi di mana smartphone akan ditempatkan, dengan dilapisi thermal pad untuk penghantar panas, dengan di kedua sisinya terdapat penjepit smartphone yang juga berbahan karet agar smartphone tidak cepat rusak ketika dipasang cooler tersebut. Dimensi smartphone yang bisa dipasang oleh Black Shark FunCooler Pro ini berkisar antara lebar 67mm – 88mm.

Konektivitas untuk Black Shark FunCooler Pro ini sendiri menggunakan Bluetooth 4.2, dan memiliki dukungan untuk OS Android 6.0 ke atas serta iOS 12 ke atas. Untuk mengendalikannya, perangkat butuh aplikasi Shark Arsenal, di mana aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk mengatur efek pencahayaan serta mode cooling-nya. Aplikasi Shark Arsenal ini sendiri hanya untuk perangkat non-Black Shark, karena perangkat Black Shark sendiri sudah memiliki aplikasi yang sama lewat menu Shark Space 3.0 di OS Joy UI 11.

Untuk besar konsumsi daya, dalam kondisi Freeze Mode, konsumsi daya yang dipakai oleh cooler ini sebesar 7.3 watt, sementara dalam kondisi Frozen Mode, konsumsi daya yang dipakai sebesar 7.7 watt. Selain dinyalakan dengan adapter charger, Black Shark FunCooler Pro juga bisa dinyalakan menggunakan powerbank atau sumber listrik lain selama daya minimalnya sebesar 5V/2A dan menggunakan USB Type-C.

Hasil Pengujian

Untuk menguji cooler ini, tentu saja kami akan mengujinya di beberapa smartphone dengan kondisi dan situasi yang berbeda. Namun dalam pengujiannya secara luas, smartphone kami atur dengan tingkat Brightness di 50%, suhu ruangan selama penggunaan diatur sekitar 25 derajat Celcius, serta mode cooler kami gunakan hanya Mode Frozen, dan charger menggunakan Charger milik Black Shark 2 Pro. Sebelum pengujian dimulai, kami membiarkan cooler untuk didinginkan selama 5 menit lebih dahulu.

Smartphone 1: Black Shark 2 Pro (Ludicrous Mode)

Tanpa Cooler

Dengan Black Shark FunCooler Pro

Dengan Cooler Lain

Smartphone 2: ROG Phone 2 (X-Mode)

Tanpa Cooler

Dengan Black Shark FunCooler Pro

Dengan Cooler Lain

Smartphone 3: Samsung Galaxy S20 Ultra (High Performance)

Tanpa Cooler

Dengan Black Shark FunCooler Pro

Dengan Cooler Lain

Sebagai catatan, benchmark pengujian teperatur suhu yang kami gunakan untuk kali ini sayangnya tidak mengenal chipset Exynos sehingga tidak mampu mendeteksi temperatur suhu pada Samsung Galaxy S20 Ultra.

CPU Throttling Test

Pengujian berikutnya kami menggunakan aplikasi benchmark CPU Throttling Test, di mana kami bisa memberikan hasil tes dari 14 buah smartphone untuk pengujian ini. CPU Throttling Test ini juga akan menampilkan sejauh apa penuruan performa dari sebuah smartphone yang terjadi akibat dari perubahan suhu. Setelah 30 menit lamanya, hasil penurunan performa bisa terlihat lewat benchmark ini, baik menggunakan Black Shark FunCooler Pro atau tidak.

Hasilnya bisa dilihat melalui grafik berikut ini:

Untuk pembahasan lebih detil, bisa disimak lewat video kami berikut ini:

: , ,

COMMENTS