Review Smartphone Android Moto Z
Kamera

Smartphone ini hadir dengan dua kamera, yaitu kamera utama 13 MP dan kamera selfie 5 MP. Kamera utama smartphone ini menawarkan mode “Photo”, “Panorama”, dan “Professional” untuk foto, serta “Video” dan “Slow Motion” untuk video. Mode serupa, kecuali “Panorama” juga ditawarkan untuk kamera selfie.

Opsi konfigurasi yang tersedia di kamera Moto Z ini bisa dikatakan agak terbatas, selain opsi standar seperti resolusi foto, pengguna hanya bisa melakukan pengaturan untuk HDR, flash, dan timer di mode “Photo”. Namun, saat berhadapan dengan lingkungan dengan cahaya yang kurang, smartphone akan otomatis mengaktifkan mode “Night”. Hal ini akan mempermudah pengguna untuk mendapatkan hasil foto yang lebih optimal. Sementara untuk “Professional”, beberapa parameter utama untuk pemotretan, seperti ISO, shutter speed, exposure, white balance, dan focus bisa diatur secara manual. Sayangnya, tidak ada opsi untuk menghasilkan foto dengan efek-efek menarik seperti yang umum tersedia di smartphone masa kini.
Untuk mode “Panorama”, metode yang diterapkan Lenovo untuk mengambil foto bidang luas di Moto Z adalah dengan menggerakkan smartphone ke arah tertentu. Sayangnya, tidak ada kebebasan menentukan seberapa luas bidang yang ingin disertakan ke dalam foto panorama. Lenovo hanya menyediakan area terbatas yang harus dipenuhi untuk menghasilkan foto panorama
Hasil Foto Kamera Utama
Hasil Foto Kamera Selfie
Video
Kamera di Moto Z juga dibekali dengan kemampuan perekaman video, hingga 4K @ 30 fps. Lenovo juga menyertakan fitur EIS (Electronic Image Stabilizer) untuk menghasilkan video yang lebih stabil, lebih bebas guncangan yang disebabkan gerakan pengguna. Berikut ini hasil rekaman video, dalam beberapa mode, dari kamera di Moto Z ini:
Bicara soal hasil foto, foto yang dihasilkan memiliki komposisi warna yang baik, dengan detail yang terbilang standar untuk kamera 13 MP, baik untuk lingkungan dengan cahaya terang maupun gelap. Untuk kamera selfie, perangai yang serupa juga ditampilkan, dengan detail yang cukup baik untuk lingkungan dengan cahaya terang, dan detail yang menurun untuk lingkungan dengan cahaya kurang. Bila kamera standar di Moto Z ini dirasa kurang, pengguna masih punya opsi untuk mendapatkan hasil foto yang lebih baik dengan Moto Mods.
Baterai
Moto Z hadir dengan baterai yang memiliki rating kapasitas hanya 2600 mAh saja. Kapasitas ini bisa dikatakan tidak terlalu besar untuk kelas smartphone premium. Kami mencoba untuk melihat berapa lama baterai itu bisa menghidupkan smartphone ini untuk penggunaan sehari-hari.

Berdasarkan pengujian PCMark Work Battery Life, smartphone ini hanya bisa bertahan 6 jam 42 menit saja. Hasil itu bisa dikatakan kurang untuk era saat ini. Pengguna bisa saja butuh mengisi ulang baterai smartphone ini, setidaknya sekali, ketika membawanya untuk menemani aktivitas seharan.

Sementara saat digunakan untuk memutar video 720p secara terus-menerus, smartphone ini bisa bertahan hingga 11 jam 18 menit. Hasil itu masih terbilang cukup baik. Perbedaan hasil pengujian baterai yang cukup jauh, antara PCMark Work Battery Life dengan tes video ini bisa jadi dipengaruhi oleh beban kerja ke SoC, di mana sebagian besar tes PCMark Work akan lebih membebani prosesor, sementara di tes video beban bisa dialihkan ke DSP Hexagon. Konsumsi daya DSP yang relatif lebih rendah dari prosesor tentunya membuat konsumsi daya lebih kecil saat smartphone digunakan untuk memutar video, yang berimbas pada hasil pengujian yang lebih baik.
Satu hal yang cukup menarik dari Moto Z ini adalah kemampuannya untuk mendapatkan kemampuan lebih dari Moto Mods. Salah satu Moto Mods yang tersedia adalah Incipio offGRID Power Pack, sebuah baterai eksternal berkapasitas 2220 mAh yang bisa menambah panjang masa pakai smartphone ini. Kami akan membahas hasil pengujian baterai Moto Z dengan Moto Mods tersebut di artikel lain.

Untuk pengisian ulang daya, Moto Z mengusung fitur Turbo Power, yang memungkinkan baterai smartphone ini diisi dengan cepat dengan memanfaatkan charger yang disertakan di paket penjualan. Berdasarkan pengujian yang kami lakukan, baterai smartphone ini bisa diisi dari 1% hingga 100% dalam waktu 1 jam 22 menit. Hasil itu masih bisa dikategorikan cepat, tetapi tidak terlalu impresif mengingat kapasitas baterainya hanya 2600 mAh, dan beberapa smartphone lain dengan kapasitas baterai lebih besar bisa diisi ulang dalam waktu yang lebih singkat.


























