“Merdeka Sinyal” Tahun 2020, Mungkinkah Terwujud?

Author
Irham
Reading time:
December 28, 2018

Era industri 4.0 yang sangat erat hubungannya dengan dunia digital, tak dipungkiri membutuhkan kekuatan pada aspek telekomunikasi yang dapat diandalkan. Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) telah mencanangkan Merdeka Sinyal di tahun 2020, yang tujuan utamanya adalah memberikan jaringan komunikasi hingga ke seluruh pelosok negeri. Namun hingga saat ini mengaku masih menemui beberapa kendala. Polemik ini menjadi bahasan di acara seminar yang digelar bersama BAKTI, Selular, Ombudsman dan perusahaan-perusahaan startup.

Saat ini masih ada sekitar 11 persen wilayah di Indonesia yang belum tersentuh sinyal atau blank spot yang terletak di 5.300 desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun 3.500 di antaranya berada di wilayah Papua. Untuk melakukan pemerataan akses telekomunikasi tersebut, Anang Latief, Direktur Utama BAKTI menyampaikan membutuhkan dana yang lebih banyak dari yang sekarang ini ada dari dana USO yang disetor oleh operator. “Saat ini operator mempunyai kewajiban untuk menyetor dana USO sebesar 1,25 persen dari total revenue. Sulit mewujudkan kalau cuma 1,25 persen untuk membangun infrastruktur di 5000 desa lebih,” ungkap Anang dalam acara diskusi di Jakarta (27/12/2018). Disisi lain operator seluler enggan untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah pelosok, karena dari sisi bisnis tentunya kurang menjanjikan.

bakti

BAKTI juga memahami bahwa saat ini pihak operator revenuenya telah terus tergerus karena berkembangnya komunikasi dengan OTT. SMS dan panggilan telepon yang sebelumnya menjadi revenue utama bagi operator, kini sudah tak lagi banyak digunakan oleh masyarakat.

Dalam hal ini BAKTI berusaha mencari jalan tengah sebagai solusi untuk rencana “Merdeka Sinyal” di tahun 2020  dengan menawarkan skema kepada operator untuk mempercepat meratanya akses telekomunikasi.

“Kami bangun infrastruktur yang nantinya akan digunakan oleh operator. Kami jamin infrastruktur yang dibangun memiliki SLA yang sesuai dengan standar operator,” kata Anang.

Kamilov Sagala selaku pengamat telekomunikasi mengatakan bahwa tergerusnya revenue operator ini tidak terlepas dari lemahnya regulasi di sektor telekomunikasi ini. “Lemahnya regulasi membuat OTT merajalela dan akhirnya menggerus pendapatan operator,” kata Kamilov. Beliau juga mengemukakan bahwa bisnis penyediaan infrastruktur yang dilakukan BAKTI ini dibebankan kepada pihak OTT, bukan operator.

Sementara itu Alamsyah Saragih, Anggota Ombudsman RI menegaskan, peran BAKTI yang tadinya pelaksana USO menjadi semi penyelenggara telekomunikasi harus dibuat aturan bagaimana interaksinya dengan operator yang ada. “Jangan sampai dalam menjalankan tugasnya melakukan pemerataan akses telekomunikasi terjadi mal administrasi,” pungkas Alamsyah.

Program “Merdeka Sinyal” yang direncanakan BAKTI sendiri sebenarnya tidak hanya memberikan pertumbuhan di bidang telekomunikasi sebagai pangkal dari industri tersebut, tetapi juga akan meningkatkan perekonomian lainnya di ujung industri.

merdeka sinyal

Apalagi di era industri 4.0 dimana sudah banyak startup-startup yang bertumbuh dan mampu mengembangkan UKM, tak hanya di kota-kota besar tetapi juga ke daerah-daerah terpencil.

Misalnya seperti startup TukangSayur.co yang turut hadir dalam seminar tersebut, memiliki model bisnis yang cukup solutif bagi masyarakat di wilayah manapun. TukangSayur.co mengintegrasikan antara produsen sayur yaitu dari para petani, kepada angka demand yang dibutuhkan oleh konsumen di pasar.

Dengan demikian tidak ada sampah sayuran yang terbuang karena jumlah produk sayur yang berlebih. Tentunya model bisnis startup ini tidak akan lepas dari kebutuhan akan telekomunikasi terutama untuk wilayah-wilayah pelosok dimana produk sayur tersebut dihasilkan.

Sementara itu, Dheta Aisyah selaku Chief of Finance dari Binar Academy juga mencurahkan keluhannya dari sisi  startup  yang sering mengalami benturan antara inovasi dan regulasi. Seperti misalnya startup transportasi dan juga Finctech yang beberapa waktu lalu terkendala oleh regulasi baru dari pemerintah.

“Kami berharap regulator bisa lebih proaktif dalam menetapkan regulasi, agar jangan sampai setelah industri berjalan kemudian barulah regulasi ditetapkan yang tentunya sering menimbulkan permasalahan,”ujar Dheta. Iya juga berpendapat, seharusnya Indonesia sebagai negara “pengikut” dari tren teknologi bisa mengambil studi  dari beberapa kasus yang sebelumnya telah terjadi di negara-negara yang telah menerapkan teknologi lebih dahulu.

Load Comments

Reviews

May 5, 2021 - 0

Review Infinix HOT 10s: Spesifikasi Tinggi di Harga Kurang dari Rp 2 Juta

Mencari smartphone di bawah Rp 2 juta, dengan processor cukup…
May 3, 2021 - 0

Review Oppo A74 5G: Performa Cepat, Pengalaman Tanpa Batas

Oppo resmi meluncurkan smartphone kelas menengah terbaru mereka yaitu Oppo…
April 30, 2021 - 0

(VIDEO) Review Bose SleepBuds 2: Kualitas Tidur Jadi Lebih Baik

TWS tapi dipakainya untuk tidur? Ya, Bose Sleepbuds 2 yang…
April 22, 2021 - 0

Review Poco X3 Pro: Terlalu Murah & Kencang!

Poco baru saja mengumumkan jajaran produk terbarunya, di mana salah…

Accessories

May 7, 2021 - 0

Review JLab GO Air True Wireless Earbuds: Ringan dan Praktis!

Beragam produk earphone TWS saat ini sudah membanjiri pasar, mulai…
April 22, 2021 - 0

(VIDEO) Review Gaming Cooler, Trigger, dan Kabel Black Shark Terbaru 2021 untuk iPhone & Android

Ketika menggunakan sebuah smartphone, biasanya tidak akan lepas dari yang…
April 19, 2021 - 0

(Video) Review Kiip Wireless Charger: Semua Jadi Satu!

Wireless Charging sangat berpotensi jadi standar teknologi di masa depan,…
April 1, 2021 - 0

Review Huawei FreeBuds 4i: Fitur Lengkap di Harga Rp 1 Jutaan

Tidak sedikit brand smartphone masa kini yang turut mengeluarkan produk…

Wearables

April 30, 2021 - 0

(VIDEO) Review Bose SleepBuds 2: Kualitas Tidur Jadi Lebih Baik

TWS tapi dipakainya untuk tidur? Ya, Bose Sleepbuds 2 yang…
April 5, 2021 - 0

Review OPPO Enco X: TWS Mantap dari Dynaudio dan OPPO

Oppo baru saja memperkenalkan TWS terbarunya, yang diberi nama sebagai…
April 1, 2021 - 0

Review Huawei FreeBuds 4i: Fitur Lengkap di Harga Rp 1 Jutaan

Tidak sedikit brand smartphone masa kini yang turut mengeluarkan produk…
March 16, 2021 - 0

Review Realme Watch S Pro: Gaya Premium, Tambah Fitur

realme telah meluncurkan smartwatch terbaru mereka yaitu realme Watch S…