Review vivo v25e: Lebih Terjangkau, Gaming Stabil, Dingin, Tahan Air IP54
Hasil Benchmark







- AnTuTu 8: 319691
- AnTuTu 9: 376676
- Geekbench 5: SC 533/MC 1791
- CPU Throttling Test: tanpa kipas, hasil yang didapatkan di tes selama 30 menit terbilang sangat baik. Hanya throttling ke 93% saja!
- 3DMark Sling Shot Extreme OpenGL ES 3.1 (Graphics): 2405
- 3DMark Wild Life Stress Test (Tanpa Kipas)
- Best Score:
- Lowest Score: 1251
- Stability: 99.5%
- GFXBench: Manhattan 3.1 1080p Offscreen: 26 fps
- Car Chase 1080p Offscreen: 15 fps
Tes Gaming

Semua pengujian game dilakukan dengan mengaktifkan mode “Boost” di overlay Ultra Game Mode yang bisa diakses dari dalam game. Oh, iya, di Ultra Game Mode, vivo juga menyediakan mode Frame-Rate Priority. Secara standar, kami tidak menggunakan mode ini.
Genshin Impact

Game ini kami jalankan di setting Lowest – 60. Saat hanya mengitari dunia Genshin Impact, kami bisa mendapatkan sekitar 40 – 45 fps. Terbilang cukup stabil di kisaran itu sampai sekitar 30 menit kami mainkan game ini. Sementara saat ada battle, framerate yang kami dapatkan turun sedikit saja, ke 38 – 42 fps. Sesekali bisa turun ke bawah itu, tapi lebih banyak ada di kisaran tersebut.
Framedrop, pastinya masih ada, tapi terbilang jarang.

Setelah sekitar 30 menit, kami mengukur suhu permukaan smartphone dan untuk sisi depan titik tertinggi hanya ada di sekitar 37°C. Ya, tidak terasa panas sama sekali! Sementara untuk sisi belakang, sama juga, suhu tertinggi ada di sekitar 36°C – 37°C saja, di dekat modul kamera. Untuk area lain, suhunya ada di bawah 35°C. Jadi, dipakai main game berat pun smartphone ini tidak terasa panas!
Kemudian, kami menggunakan fan grip. Ternyata, dengan fan grip, kami bisa mendapatkan framerate lebih tinggi! Bisa mencapai 45 – 57 fps saat mengitari map, dan hanya turun sedikit ke 40 – 50 fps saat ada battle.

Ini terbilang sangat baik. SoC generasi sebelum Helio G99 ini hanya bisa mendapatkan framerate di bawah kisaran ini. Apalagi kalau tanpa fan grip, biasanya akan turun ke kisaran 30 fps saja.
Nah, kami juga mencoba menjalankan mode Frame-rate Priority untuk Genshin Impact. Saat kami coba, ternyata framerate yang kami dapat masih ada di kisaran yang sama, baik saat kami coba tanpa fan grip dan dengan fan grip.
PUBGM

Di ggame ini, framerate tertinggi yang bisa digunakan hanya sampai Ultra, alias 40 fps. Kami coba di setting Balanced – Ultra, dan ya hasilnya game berjalan rata di 40 fps.
Bagaimana dengan gyro? Kami rasa cukup responsif dan akurat, walau ya memang belum terasa semulus di vivo V25 dan V25 Pro.
Untuk game ini, framerate tertinggi yang bisa dipilih juga hanya sampai 40 fps saja. Kami coba dengan setting kualitas Ultra HD, dan hasilnya game bisa berjalan di sekitar 38 – 40 fps, sesekali bisa turun ke 34 fps walaupun terbilang jarang. Game masih terasa berjalan mulus, tapi kalau mau framerate lebih stabil lagi dekat 40 fps, kita bisa coba turunkan setting kualitas ke Normal atau HD.
Kami coba sampai 3 match berturut-turut, tanpa fan grip, dan hasilnya framerate tetap ada di kisaran yang sama.
Mobile Legends

Sayang sekali, framerate hanya dibatasi di 60 fps saja, opsi untuk di atas itu tidak tersedia. Setting kualitas juga hanya sampai di High saja. Saat kami coba di High, HD, Shadow On, framerate yang kami dapatkan terbilang relatif rata di 58 – 60 fps. Kalaupun ada sedikit penurunan, hanya sampai ke 55 fps saja. Masih terasa sangat stabil dan mulus game ini.
Kami coba sampai 3 match berturut-turut, framerate yang sama masih terus kami dapatkan. Semoga saja ke depan ada update yang membuka akses ke framerate lebih dari 60 fps ya untuk game ini di smartphone ini
Subway Surfers

Game ini bisa berjalan di 90 fps! Ya, jadi terasa lebih mulus dan lancar saat dimainkan. Tapi, untuk mendapatkan 90 fps ini kita harus mengatur agar layar terus berjalan di 90 Hz. Kalau opsi Smart Switch aktif, game hanya akan berjalan di 60 fps saja.
Asphalt 9

Untuk game ini, sayang sekali opsi framerate 60 fps belum tersedia. Jadi ya game hanya berjalan di 30 fps. Masih terbilang lancar dimainkan, tapi terasa kurang mulus, karena framerate-nya rendah.
Tes Baterai


- Local Video Playback 1080p: 19 jam 58 menit. Ya, 20 jam lah ini. Bisa dikatakan hasil yang cukup baik, mengingat banyak smartphone tahun ini banyak yang hanya bisa bertahan sampai sekitar 18 jam saja.
- Streaming YouTube 1080p30 Non HDR: baterai berkurang 3% dalam 30 menit. Layar berjalan di 60 Hz.
- TikTok 30 Menit: baterai berkurang 4%.
- Genshin Impact: dengan setting Lowest – 60, baterai berkurang sekitar 8% dalam 30 menit.
Charging

- 1% – 50%: 27 menit
- 1% – 100% Full: 1 jam 4 menit
Masih terbilang cukup cepat, walaupun bukan yang luar biasa cepat.
Lain-Lain
- Netflix: sudah Widevine L1, mendukung streaming sampai resolusi Full HD. Ini sesuai dengan janji vivo.
- YouTube: streaming bisa sampai 1440p60, tapi tanpa HDR.
- Haptic Feedback: secara standar, haptic feedback di-disable. Saat kami coba aktifkan dari setting keyboard yang mendukung pengaturan haptic feedback, kami merasa getaran yang dihasilkan sangat lemah. Menurut kami, sebaiknya tidak usah diaktifkan saja.
- Wi-Fi Sharing: bisa, melalui menu Wi-Fi Hotspot yang sama dengan saat kita membagi akses Internet dari koneksi seluler.
- Konverter Audio Apa Harus Pakai DAC? Tidak, smartphone ini bisa pakai konverter biasa tanpa DAC.
- Notch Apa Bisa Disembunyikan? Bisa, lewat menu “Display at the Top of The Screen”. Kita bisa mengatur per aplikasi apakah notch terlihat atau tidak saat aplikasi tersebut dijalankan.

















