Perusahaan Digital Telekomunikasi Tanah Air Siapkan Strategi Hadapi Resesi
Kabar kalau Indonesia diperkirakan akan terdampak resesi global di tahun 2023 mendatang, cukup diantisipasi oleh berbagai industri. Termasuk juga di industri digital dan telekomunikasi.
Dalam forum bertajuk “Strategi Industri Digital Indonesia Hadapi Resesi Global” yang digelar Indotelko baru-baru ini, beberapa perusahaan digital telekomunikasi tanah air membahas mengenai persiapan dan strateginya menghadapi resesi di tahun 2023.

Disebutkan kalau Perekonomian Indonesia lebih dari 50% ditopang konsumsi rumah tangga. Ini menjadikan sektor telekomunikasi masih diuntungkan tahun depan karena konektivitas dan layanan digital sudah menjadi kebutuhan pokok selama pandemi hingga sekarang.
Namun demikian, hal yang menjadi tantangan bagi operator adalah kebutuhan belanja modal yang tinggi karena perusahaan digital telekoumnikasi harus berinvestasi, terutama untuk jaringan 5G.
Investasi ini sangat penting, karena industri telekomunikasi akan menjadi pendorong penting, saat aktivitas ekonomi yang beralih ke arah digital semakin pesat.
Perbanyak Produk dan Tingkatkan Layanan
Adapun strategi untuk menghadapi tahun 2023 mendatan, beberapa perusahaan telekomunikasi telah berencana meningkatkan produk digital dari masing-masing layanan mereka.
Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel mengatakan kalau perusahaan akan terus mengembangkan beragam layanan digital yang lebih beragam. Mulai dari menyediakan paket internet dengan beragam pilihan sesuai kebutuhan, juga merilis beberapa platfrom aplikasi edukasi, kesehatan, keterampilan dan lain-lain.
Sementara itu Dian Siswarini, CEO dan President Director XL Axiata mengatakan kalau pihaknya akan meningkatkan infrastruktur jaringan, untuk kualitas layanan yang lebih baik khususnya di luar pulau jawa.
XL Axiata juga akan mengefisiensi operasional perusahan menggunakan teknologi AI, supaya bisa menghadirkan solusi yang lebih tepat dan cepat dari kebutuhan pelanggannya.
Lalu Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan bahwa perusahaan berupaya mengembangkan layanan 5G di sejumlah kota untuk mendukung percepatan digitalisasi. Perusahaan juga akan sepenuhnya mendukung kalangan UMKM, yang menjadi motor utama ekonomi di Indonesia.
Kolaborasi Sangat Penting
Rudiantara selaku Ketua Umum Indonesia Fintech Society, menyatakan bahwa diperlukan adanya kolaborasi untuk bisa bertahan di masa resesi. Industri telekomunikasi, fintech dan juga e-Commerce diharapkan bisa berkolaborasi menghadirkan inovasi-inovasi baru, lebih sekedar bisnis network (jaringan).

Dengan statistik data yang terkumpul dari transaksi yang terjadi yang melibatkan e-Commerce, fintech dan operator telekomunikasi, ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi di berbagai hal. Misalnya aktivitas work from home, gaming industri, cloud, AI Data Analytics hingga keamanan siber.
Lewat kolaborasi ini juga diharapkan bisa membuat perusahaan-perusahaan dapat bertahan di tengah badai resesi yang mengintai. Sehingga ini mencegah PHK besar-besaran yang bakal memberikan efek domino di masyarakat.
Pada akhirnya, daya beli masyarakat adalah hal paling penting dijaga untuk ekonomi yang tetap stabil.


















