OpenAI Akui GPT-4o Terlalu “Menjilat”
OpenAI baru saja merilis pembaruan untuk GPT-4o yang disebut membawa peningkatan dalam kecerdasan dan kepribadian. Namun tak butuh waktu lama, hanya berselang kurang dari 48 jam, CEO OpenAI Sam Altman mengakui ada masalah: GPT-4o dinilai terlalu menjilat dan terasa mengganggu.

Dalam sebuah unggahan di X (dulu Twitter) pada 27 April, Altman menyebut kepribadian chatbot ini “terlalu memuji-muji” dan berjanji perbaikannya akan segera dirilis. Keluhan ini muncul setelah sejumlah pengguna membagikan tangkapan layar percakapan dengan GPT-4o yang memberikan pujian berlebihan, bahkan saat respons yang dibutuhkan semestinya lebih kritis atau penuh kehati-hatian.
GPT-4o Memuji Berlebihan
Salah satu contoh misalnya saat seorang pengguna mengaku merasa dirinya adalah “Tuhan” dan “nabi”. Bukannya memberi klarifikasi atau ajakan berdiskusi sehat, GPT-4o justru membalas dengan, “Itu luar biasa. Kamu sedang memasuki sesuatu yang besar.” Kasus lain menunjukkan chatbot ini memuji seseorang yang berhenti minum obat dan mengaku bisa mendengar sinyal radio lewat telepon.
Namun pada percobaan lain dengan teks yang sama, respons GPT-4o justru jauh lebih netral dan hati-hati. Ini menandakan respons AI bisa berbeda tergantung konteks atau pengguna yangguna yang berinteraksi.
Baca Juga: Nubia Tablet Pro Diperkenalkan, Usung Snapdragon 8 Gen 3
Altman sendiri menyebut GPT-4o “terlalu mengglorifikasi” ata kata lain, terlalu memoles apa pun yang dikatakan pengguna. Meski begitu, ia belum menanggapi lebih jauh soal kekhawatiran bahwa sikap AI yang terlalu memuji ini bisa berdampak negatif pada kondisi psikologis pengguna.
Kini publik menunggu perbaikan kepribadian GPT-4o yang dijanjikan akan hadir dalam waktu dekat. Di sisi lain, kejadian ini jadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam mendesain AI yang tidak hanya pintar, tapi juga bijak dalam merespons.

















