Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra. Banyak orang, bahkan kami pun tidak yakin dengan hape ini saat pertama kali spesifikasinya diumumkan. Asumsi awalnya: ini hape yang speknya dipangkas, boros, performa rendah, dan kemahalan. Cuma modal penampilan saja. Ini membuat terjadinya pro kontra, antara yang sudah beneran pakai versus yang hanya bahas spek atau hanya pegang-pegang sebentar saja. Kami dan beberapa reviewer bahkan sempat takut sendiri saat liat hasil pengujiannya. Karena jauh dari perkiraan awal. Takut dikira terlalu pro ke brand hape ini.

Itu sebabnya, pengujian kali ini akan agak beda. Kami berusaha menguji asumsi awal kami terhadap Samsung Galaxy S25 Edge. Apakah lemot? Apakah panas? Sebaik apa kameranya? Apakah harganya pantas? Dan tentunya: hape ini untuk siapa sih?
Sebelum mulai, harus diingatkan dulu. Sebelum komentar, sebaiknya tonton dulu review ini sepenuhnya dengan tenang.

Sebenarnya, tujuan kami di sini bukan untuk memaksa siapa pun membeli, tapi lebih kepada memberikan gambaran tentang apa yang bisa kalian dapatkan dari teknologi terkini. Semua informasi yang kami bagikan, semoga bisa membantu kalian yang sedang mempertimbangkan pilihan smartphone, untuk lebih yakin apakah produk ini sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup kalian serta mempelajari, apa yang bisa dicapai dengan teknologi terkini, apabila ada yang ingin memproduksi sebuah smartphone unik seperti ini. Sebagian besar pengujian ekstra di hape ini, hadir karena kalian juga. Terima kasih untuk masukan yang diberikan ya.
OK, mari kita mulai mempelajari smartphone ini.
Samsung memang menyebutkan kalau Galaxy S25 Edge ini didesain sebagai smartphone premium yang “ultra sleek”. Ukuran layarnya sama dengan Galaxy S25+, tapi bobotnya lebih mirip dengan Galaxy S25 polos yang punya layar lebih kecil. Ketebalannya? Bahkan ini jauh lebih tipis dari Galaxy S25 polos! Ini membuatnya jadi smartphone Galaxy S Series yang unik!
Kita akan bahas smartphone ini, mulai dari paket penjualannya!
Paket Penjualan
Paket penjualan Galaxy S25 Edge ini tentunya “khas” Samsung untuk smartphone premium mereka ya. Minimalis. Isinya hanya:

- unit smartphone
- kabel USB C to C
- SIM tray ejector
- paket dokumen
Jadi, memang tidak ada charger, tidak ada case, dan tidak ada screen protector di sini.
Desain Samsung Galaxy S25 Edge

Terkait desain, Galaxy S25 Edge ini memang terlihat agak berbeda dari Galaxy S25 Series lain, khususnya di area kamera.

Smartphone ini punya camera bump di sekitar sistem kamera utamanya. Kemungkinan besar ini untuk mengakomodasi ruang ekstra yang dibutuhkan komponen-komponen kamera di smartphone ini. Tapi, di luar camera bump tersebut, secara umum desainnya masih terlihat Samsung sekali. Smartphone ini juga masih pakai desain serba flat seperti ini.
Perhatikan desain kamera Samsung Fold4 ini. Coba buang 1 kamera. Jadinya seperti kamera pada S25 Edge kan ya?

Nah, untuk frame, ini pakai metal, tepatnya titanium ya. Titanium terkenal sebagai logam yang sangat keras dan kaku. Ini bahan yang serupa yang dipakai di seri S Ultra. Tapi bukan bahan yang digunakan di S25 dan S25+. Kalau ada yang nanya: setipis itu, mudah dipatahkan dong? Ternyata JerryRigEverything yang sudah berusaha mematahkannya pun gagal ya. Jadi, tidak mudah bengkok, apalagi patah.
Sementara untuk sisi belakang, ini pakai Gorilla Glass Victus 2. Jadi secara umum, smartphone ini punya feel premium. Opsi warnanya, untuk yang kami pakai ini ada Titanium Silver. Ada juga Titanium Icyblue dan Titanium Jetblack.

Dimensi smartphone ini:
- Tinggi: 158.2 mm
- Lebar: 75.6 mm
- Tebal: 5.8 mm
Sementara bobotnya 163 gram.
Jadi, ini memang smartphone yang tipis dan ringan. Bahkan bisa dikatakan sangat ringan, terutama kalau melihat layarnya yang terbilang cukup besar ya.
Sementara untuk rating ketahanan, ada IP68. Jadi smartphone ini kedap debu dan tahan kecemplung ke dalam air. Sekali lagi, ini lebih untuk jaga-jaga saja ya. Bukan buat sengaja dibawa berenang atau main-main di air.
Sisi-Sisi Smartphone


Sisi kanan: tombol power dan tombol volume up/down
Sisi atas: microphone, speaker
Sisi kiri: kosong
Sisi bawah: SIM Tray (Dual Nano SIM), microphone, USB C, speaker

Bagaimana kualitas suaranya. Masih khas Samsung kelas premium ini, rapi dengan detail yang terjaga. Separasi suara juga terbilang relatif baik. Volume suara, mungkin bukan yang benar-benar lantang, tapi ini sudah mencukupi untuk penggunaan pribadi. Meski sudah terhitung baik, tapi kami merasa sisi bass-nya tidak sedalam S22, S23, S24, dan S25 Ultra ya. Wajar sih, karena bodinya yang tipis
Sisi Depan:

- Layar 6.7” Dynamic AMOLED 2X
- Resolusi 3120 x 1440 piksel atau WQHD+, tapi tentunya ada opsi untuk menurunkan resolusi layar ke Full HD+. Lagi-lagi, ini adalah fitur yang sama dengan seri S Ultra, lebih tinggi dari S25 dan S25+
- Refresh Rate up to 120 Hz dan ini adaptive, bisa turun sampai 10 Hz saat tidak ada aktivitas di layar. Jadi, ini bukan yang cuma bisa 60 Hz dan 120 Hz ya.
- Pelindung layar pakai Gorilla Glass Ceramic 2. Ini menjanjikan kekerasan yang ekstra. Seharusnya lebih baik dari S25 dan S25+. Tapi, pantulan cahaya belum diredam seperti di S24 Ultra dan S25 Ultra
- Brightness: untuk penggunaan di dalam ruangan, bisa sampai sekitar 450 nit dalam kondisi standar. Saat opsi Extra Brightness kami aktifkan, brightness indoor bisa naik sampai 770 nit. Sementara untuk simulasi penggunaan di luar ruangan, bisa sampai sekitar 1300 nit.
- Color Gamut: seperti biasa, ada opsi Natural dan Vivid, dengan slider pengaturan Vividness untuk opsi Vivid.
Saat kami coba, mode Natural menawarkan gamut coverage di sekitar 98.2% sRGB, dengan gamut volume di 107.1% sRGB. Jadi kalau mau edit warna di foto atau video, sebaiknya pakai mode ini ya. Sementara untuk mode Vivid, kita coba di kondisi Vividness standar alias paling rendah, gamut coverage ada di 83.7% DCI-P3 dengan gamut volume 85.2% DCI-P3. Kalau Vividness kita geser ke tingkat paling tinggi, gamut coverage ada di 95.9% DCI-P3 dengan gamut volume di 102.2% DCI-P3.
- Untuk bezel layar ini terbilang relatif tipis dan terbilang rata untuk keempat sisi layar. Sudah terasa modern sekali ini.
- Ada fingerprint scanner di layar.
- Ada earpiece di bezel atas layar

- Kamera Selfie 12 MP, f/2.2, Auto Focus
- Ini ditempatkan di punch hole di area tengah atas layar
- Video Rec. sampai 4K 60, lengkap dengan stabilisasi.
Sisi Belakang: Kamera Utama dengan setup Dual Camera.

- 200 MP Main Camera, f/1.8, PDAF, OIS – ini seperti kamera yang digunakan oleh Galaxy S25 Ultra, bukan seperti di Galaxy S25 atau Galaxy S25+.
- Video rec. sampai 8K30 atau 4K60. Semua dengan stabilisasi

- 12 MP Ultra Wide Camera, f/2.2, PDAF
- Video rec. sampai 4K60 dengan stabilisasi. Oh ya untuk autofokusnya, ini bisa sampai macro ya.
- Ada LED Flash yang ditempatkan di dalam camera bump, di bawah kedua kamera.
- Yang berbeda dengan S seri Ultra adalah tidak adanya laser autofokus. Ini biasanya membantu memfokus dalam kondisi gelap atau untuk benda yang jaraknya dekat. Nanti kita lihat apa efeknya dalam pengujian.
- Fitur: Motion Photo, Super Steady, HDR Video, Expert RAW, Pro, Pro Video, Night, Food, Panorama, Slow Motion, Hyperlapse, Portrait Video, Dual Rec, Single Take, Auto FPS, Log, Zoom In Mic, dll.















