TikTok Resmi Bentuk Perusahaan Khusus di AS, Demi Bisa ‘Jalan Terus’
TikTok akhirnya resmi membentuk TikTok USDS Joint Venture LLC agar layanannya tetap berjalan di Amerika Serikat. Pernyataan resmi terkait hal ini telah secara resmi disampaikan lewat situs resmi TikTok. Perusahaan ini dibuat untuk memenuhi aturan pemerintah AS yang terbit pada September 2025.

Pemegang Perusahaan TikTok USDS Joint Venture LLC
Perusahaan ini dipimpin Adam Presser sebagai CEO, dengan Will Farrell yang menangani keamanan data dan sistem. Keduanya sebelumnya sudah lama terlibat dalam operasional TikTok.
Dari sisi kepemilikan, Silver Lake, Oracle, dan MGX menjadi investor utama. ByteDance tetap punya saham, tetapi tidak lagi menjadi pemilik mayoritas, melainkan hanya sebesar 205 saja.
Baca Juga: Google Photos Punya Fitur Me Meme, Bikin Meme Pakai Foto Sendiri Jadi Lebih Gampang • Jagat Gadget
Data Pengguna TikTok AS Dapat Perlakuan Khusus
Lewat struktur baru ini, TikTok kini dijalankan oleh entitas yang dimiliki mayoritas investor Amerika. Lebih dari 200 juta pengguna dan sekitar 7,5 juta pelaku bisnis di AS tetap bisa menggunakan TikTok seperti biasa.
Soal data, pengguna di Amerika mendapatkan perlakuan khusus. Data mereka disimpan dan dikelola di cloud Oracle yang berada di dalam negeri. Sistem keamanannya diawasi dan diaudit secara berkala oleh pihak independen, mengikuti standar keamanan yang umum dipakai di industri teknologi.
Pengelolaan algoritma juga dipisahkan. Algoritma rekomendasi konten untuk pengguna AS dilatih, diuji, dan dijalankan secara terpisah di lingkungan cloud Amerika Serikat. Perlindungan yang diterapkan tidak hanya berlaku untuk TikTok. Aplikasi seperti CapCut dan Lemon8 di Amerika Serikat juga masuk dalam skema yang sama.
TikTok USDS Joint Venture juga punya wewenang penuh atas moderasi konten dan kebijakan keamanan pengguna di AS. Meski begitu, kreator dan bisnis Amerika tetap bisa menjangkau audiens global karena koneksi dengan sistem TikTok global masih dijaga.
TikTok akhirnya harus menyesuaikan diri dengan aturan ketat di AS, tanpa menutup akses penggunanya. Ke depan, menarik untuk melihat apakah ini bakal diberlakukan ke platform global lain.


















