Review TECNO CAMON 50 Pro 5G: Kameranya Makin Serius!?

Ini TECNO Camon 50 Pro 5G, penerus dari Camon 40 Pro 5G yang fenomenal itu!
Sekarang, kameranya Camon 50 Pro 5G sudah naik kelas!:
- Ada kamera telephoto 3x, dengan tambahan AI SuperZoom hingga 60x
- Kamera telephoto-nya bisa rekam video 4K
- Sekarang ada SuperZoom FlashSnap hingga 5x!
- Semua kamera juga bisa rekam video di atas Full HD 30 FPS
Desain juga naik kelas, lebih premium dan lebih solid saat digenggam. Meski upgrade-nya banyak, kemampuan unggulan pendahulunya juga dipertahankan di sini, seperti:
- Kamera selfie autofocus
- Kamera utama 50 MP Sony Lytia 700C
- Layar 1.5 K 144 Hz Curved AMOLED Display
- Bypass charging
Dengan peningkatan yang dihadirkan tersebut, apakah smartphone ini bakal se-fenomenal pendahulunya?

TECNO Camon 50 Pro 5G, kalau di luar Indonesia, namanya adalah TECNO Camon 50 Ultra. Jadi kalau dari TECNO Pusat, mereka mengubah nama dan positioning lini CAMON mereka untuk 50 Series kali ini. Ada 50 Ultra, 50 Pro 4G, dan 50 yang biasa. TECNO memutuskan untuk tidak lagi menghadirkan Camon Premiere, setidaknya untuk tahun ini, kalau kata TECNO Indonesia.
Jadi untuk saat ini, CAMON 50 Ultra adalah versi paling atas.
Yang masuk ke Indonesia itu hanya dua. Camon 50 Ultra, dan 50 yang biasa. Tapi TECNO Indonesia memutuskan nama Ultra diganti jadi Pro 5G. Alasannya karena konsumen indonesia sudah familiar dengan Camon 40 Pro 5G tahun lalu, jadi akan lebih mudah dimengerti kalau Camon 50 Pro 5G adalah penerusnya. Jadi kalau ada yang bingung kok di luar negeri nggak ada Pro 5G? Kok di Indonesia nggak ada Ultra? Ya dua itu benda yang sama ya.

Tadinya kami juga sempat khawatir, bagaimana TECNO akan menghadapi krisis RAM dan Storage di tahun 2026 ini? Apakah harga akan naik jauh? Spesifikasi naik atau turun dibanding pendahulunya? Racikannya akan seperti apa? Dari pengujian kami, bisa kami bilang TECNO berhasil menghadapi situasi ini dengan baik.
Oke, langsung aja kita bahas mulai dari paket penjualannya.
Paket Penjualan

- Unit TECNO Camon 50 Pro 5G
- Charger 45 W
- Kabel USB-C
- Tempered Glass + kain pembersih untuk pemasangan Tempered Glass.
Untuk screen protector plastik yang biasa sudah terpasang dari pabrikan, sekarang tidak ada lagi ya. Jadi kalau mau perlindungan tambahan, TG nya mesti kita pasang sendiri.
- Lalu ada hardcase dengan desain yang senada dengan bodi smartphone.
- SIM Tray Ejector
- Paket dokumen
Tetap terbilang lengkap. Yang membuat kami terkesan itu case bawaannya sih, keren dan senada dengan bodinya.
Desain TECNO Camon 50 Pro 5G

Secara penampilan, smartphone ini masih mengusung bahasa desain yang agak berbeda dibanding pendahulunya. Dari pertama pegang, yang langsung terasa adalah bodinya ini lebih lebar. Semua sisi-nya dibikin melengkung, mulai dari tepian bodi, back cover, sampai sisi layar. Lalu bodi belakang Camon 50 Pro 5G dibikin lebih flat di area modul kameranya, gak menonjol seperti pendahulunya.


Kalau dilihat sih, penampilannya sekarang memang terlihat lebih kalem. Kalau mau sedikit bermotif, tinggal pasang casing bawaannya aja. Untuk materialnya sendiri, smartphone ini pakai back cover kaca dan frame berbahan polikarbonat.
Terkait dimensi

- Tinggi: 162.92 mm
- Lebar: 77.47 mm
- Ketebalan: 7.38 mm
Lalu untuk bobotnya sendiri di kisaran 197 gram.

Untuk ketahanan bodinya sendiri, smartphone ini sudah dilengkapi empat IP rating, yaitu IP66, IP68, IP69, dan IP69K. Jadi kalau gak sengaja kecipratan air, gak sengaja kecemplung, atau gak sengaja kesiram air, harusnya masih aman. Ingat ya, “gak sengaja”. Jangan disiram atau diceburin ke air secara sengaja ya. Selain itu, smartphone ini sudah lolos uji militer MIL-STD 810H. Jadi soal durabilitas, udah aman lah yang satu ini.
Sekarang kita lihat sekeliling bodinya:



- Sisi Kanan: Tombol Power dan Volume Up/Down
- Sisi Atas: Grill Speaker, IR Blaster, Lubang Mic
- Sisi Kiri: One-Tap Button, tombol ini bisa dipakai untuk memunculkan beberapa shortcut. Untuk opsi shortcut yang tersedia bisa dilihat di menu berikut ini.
- Sisi Bawah: Slot Dual SIM tanpa dukungan MicroSD, microphone, Port USB-C, dan grill speaker.

Terlihat ya, smartphone ini sudah dilengkapi dengan dual speaker. Keluaran suara speakernya udah cukup lantang ya di sini. Untuk kualitasnya sendiri sih sekedar oke aja. Setidaknya ini udah terbilang memadai untuk berbagai kebutuhan.
Sisi depan
Layar

- 6.78 inci AMOLED Curved Display
- Resolusi 1.5 K, 2644 x 1208 piksel
- Refresh Rate 144 Hz adaptive
- Secara default, refresh rate layar diatur ke 120 Hz. Kalau tidak ada aktivitas di layar, refresh rate layar akan turun ke 60 Hz
- Kalau mau merasakan refresh rate 144 Hz, kita atur refresh rate ke High terlebih dahulu di menu setting, lalu atur manual refresh rate ke 144 Hz untuk aplikasi yang mendukung.
- Brightness: Saat kita uji, di kondisi indoor, brightness maksimalnya bisa mencapai 423 nits
- Kalau di simulasi outdoor, brightness maksimalnya bisa mencapai 1280 nits, ini udah terang banget.
- Ada dua mode warna yang disediakan, yaitu Original Color dan Bright-Colored
- Di mode Original Color, warna layar diatur hampir mendekati 100% DCI-P3.
- Kalau di mode Bright-Colored, warna layar lebih dilepas di sini. Bahkan Gamut Volume-nya bisa melebihi 100% DCI-P3.
- Sayangnya di sini tidak ada mode warna yang diarahkan ke 100% sRGB. Jadi kalau ngedit pake hape ini, ngatur warnanya agak hati-hati ya.

-
- Always-On Display juga tersedia di sini, tapi ini bukan yang benar-benar “Always-On” ya, cuma bisa nyala beberapa detik saja.
- Terkait bezel, menurut kami ini udah tergolong tipis dan terlihat simetris di keempat sisi.
Kamera
Beralih ke sisi atas layar, terdapat earpiece serta kamera depan yang ditempatkan di area punch-hole seperti ini.

- Kamera depannya sendiri punya resolusi 50 MP
- Bukaan f/2.4
- Auto Focus
- Perekaman video up to 4K 30, opsi 1080p 60 FPS juga tersedia di sini
Lanjut ke sisi belakang. Kalau dilihat, smartphone ini seperti punya empat kamera, tapi sebetulnya kameranya cuma tiga di sini. Yang paling bawah sendiri itu cuma pajangan sepertinya. Tapi tenang, gak ada kamera gimmick atau kamera bonus di sini.

Pertama ada kamera utama 50 MP Sony Lytia 700C
- Bukaan f/1.8
- OIS
- Auto focus
- Perekaman video up to 4K 30, opsi 1080p 60 FPS juga tersedia

Dibawahnya ada kamera telephoto 3x
- Resolusi 50 MP
- Bukaan f/2.8
- OIS
- Auto Focus
- Perekaman video up to 4K 30, opsi 1080p 60 FPS juga tersedia

Lalu di sisi kanan terdapat kamera ultra wide 8 MP
- Bukaan f/2.2
- Fixed Focus, sayangnya ini sedikit beda dibanding 40 Pro kemarin dimana Ultra Widenya auto focus.
- Perekaman video up to 2K 30 FPS, opsi 1080p 60 FPS sayangnya belum tersedia.
Di bawah kamera ultra wide, terdapat LED kecil berwarna merah. Nah, LED ini akan menyala ketika smartphone sedang merekam video dengan kamera belakang atau ketika smartphone sedang charging. Sementara untuk LED Flash, posisinya terletak di bawah LED merah tadi.















