Review Redmi A7 Pro: Baterai Awet, Layar Mantap, Desain Keren
Spesifikasi Redmi A7

SoC: Unisoc T7250 (12nm)
RAM: 4GB
Storage: 128GB UFS 2.2
SoC memang sama dengan Redmi A5 kemarin, tapi tipe storage nya beda, yang dulu eMMC, yang ini sekarang pakai UFS. Sebetulnya ada varian lebih murah yang Storage 64GB. Tapi 64GB di 2026 sih, kalau bisa jangan ya.
Baterai: 6000 mAh
Charger: 15W
Sensor: basic sensor saja, seperti accelerometer, light sensor, proximity, dan magnetometer. Untuk gyroscope tidak ada.

Konektivitas:
- 2G, 3G, 4G
- Wi-Fi 5
- Wi-Fi sharing juga tersedia
Meskipun entry level, tapi setidaknya kemampuan wifinya lumayan oke ya. Saat kami coba pakai provider internet kami, masih bisa tembus sekitar 300Mbps. Ini jadi perhatian kami karena di entry level kita masih bisa nemu yang kecepatan wifinya kurang oke. Kalau Redmi A7 Pro ini sudah aman.
- Bluetooth 5
- Bluetooth Codec: SBC, AAC, LDAC, Qualcomm aptX Audio dan HD Audio bisa, untuk yang lainnya kami coba belum jalan.
- USB OTG bisa
- NFC sayangnya tidak ada di sini
- Output display via USB C: belum bisa
Keamanan: Side-Mounted Fingerprint Scanner, Face Unlock

OS: HyperOS 3, berbasis Android 16.
Ini upgrade yang lumayan ya, karena di Redmi A5 kemarin itu pakai Android Go.
- Update OS: Xiaomi menjanjikan update Android 4x dengan security update sampai 6 tahun.
- Saat pertama menyalakan, ada beberapa aplikasi tambahan yang langsung terinstall, bisa diuninstall jika tidak dibutuhkan.
- Iklan tentunya ada, ini biasa terjadi di hp terjangkaunya Xiaomi.
Misalnya pas kita lagi buka aplikasi bawaan Xiaomi, seperti File Manager, nanti akan muncul banner iklan full screen seperti ini.

- Belum lagi tawaran dari Get Apps lewat notifikasi, tapi kalau notifikasi solusinya lebih mudah, tinggal matiin aja izin notifikasinya.
- Dan meskipun namanya HyperOS, tapi menurut kami ini lebih terasa seperti MIUI.
Coba lihat panel notifikasi dan control centernya. By default tampilannya seperti ini, lebih terasa mirip MIUI kan? Untuk saat ini sayangnya belum ada opsi untuk mengganti tampilannya.

- Setidaknya meskipun entry level, Xiaomi masih menyematkan fitur Interconnectivity.
Jadi kita bisa kalau kita pakai produk ekosistem xiaomi, misalnya tablet Xiaomi, kita bisa pakai beberapa fitur seperti menampilkan notifikasi smartphone di tablet. Jawab telpon masuk dari tablet juga bisa. Fitur clipboard juga ada, jadi kita bisa copy paste antar device juga bisa, misalnya kita copy text di smartphone, kita bisa paste di tablet. Fitur interconnectivitynya memang belum selengkap smartphone Xiaomi kelas menengah atas, mengingat ini entry level, ini masih wajar ya.
- Dari segi pengalaman pakai, kita coba tes pindah-pindah aplikasi seperti ini, sejauh ini memang bukan yang sat set sat set, tapi masih dalam batas toleransi, belum bisa dibilang yang super lemot juga.
- Bagaimana saat browsing e-commerce?
Kalau ini memang agak patah-patah dan delaynya cukup terasa, apalagi kalau ecommercenya ada fitur livestream, jadi memang harus ekstra sabar.
- Untuk social media masih mencukupi, lagi scrolling tiktok, lalu mau nonton youtube, abis itu mau ke instagram, masih bisa.
Tapi balik lagi performanya belum yang super cepat, ada delay yang menurut kami masih di level wajar.
Simak pembahasan lengkapnya berikut ini:
















