Samsung Terima Puluhan Laporan Palsu Terkait Galaxy Note 7

Peluncuran smartphone flagship terbaru dari Samsung, yaitu Galaxy Note 7 memang diwarnai beberapa insiden yang kurang menyenangkan. Sang produsen ternama asal Korea Selatan tersebut disebut telah menerima lebih dari 30 laporan soal insiden terbakarnya Galaxy Note 7 di beberapa negara. Dari semua laporan yang diterima paling banyak berasal dari dua negara, yaitu Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Akan tetapi, setelah menerima puluhan laporan dari para konsumennya dan melakukan investigasi, ternyata diketahui ada 26 laporan palsu terkait masalah baterai pada Samsung Galaxy Note 7. Dari 26 laporan palsu tersebut, ada 7 konsumen yang sempat mengklaim bahwa baterai pada Galaxy Note 7 mereka bermasalah. Saat akan dihubungi oleh pihak Samsung, ketujuh pelapor tersebut tidak bisa dihubungi. Dan akhirnya ketujuh konsumen tersebut menarik laporannya.
Dari 26 laporan palsu yang diterima Samsung, terdiri dari beberapa negara di antaranya 9 berasal dari Amerika Serikat, 3 dari Korea Selatan, 2 dari Perancis, dan satu laporan dari beberapa negara antara lain Inggris, Kanada, Kroasia, Rumania, Filipina, Turki, Irak, Singapura, Vietnam, Libanon, Uni Emirat Arab dan Republik Ceko.
Samsung saat ini tetap masih percaya diri akan kesuksesan Galaxy Note 7 di pasaran. Permasalahan baterai yang menjadi isu saat ini telah berhasil ditangani dengan menyediakan pengganti Galaxy Note 7 terbaru. Minggu ini dijadwalkan, Galaxy Note 7 sebagai pengganti akan mulai mendarat di beberapa negara, seperti Inggris dan Irlandia.
“Kami akan selalu memprioritaskan para konsumen soal keamanan. Kami hanya menerima sedikit laporan mengenai insiden Galaxy Note 7 yang bermasalah”, Ujar pihak Samsung. Dalam melakukan program pertukaran Galaxy Note 7, Samsung berkolaborasi dengan para partner dan operator yang bersedia untuk membantu Samsung dalam melakukan program pertukaran untuk konsumen Galaxy Note 7.
















