Omdia: Transsion Berhasil Raih Pangsa Pasar 48% di Afrika Tahun 2025

Pangsa pasar smartphone di Afrika mencatat pertumbuhan yang cukup kuat, dengan Transsion menjadi pemimpin pasar tersebut di tahun 2025 dengan pangsa pasar sebesar 48%, mengalahkan merk populer seperti Samsung dan Xiaomi.
Menurut data dari Omdia, melansir Gizmochina, Afrika menunjukkan pertumnbuhan 13% dari tahun sebelumnya dengan jumlah pengiriman smartphone mencapai 84,4 juta unit. Angka ini meningkat pesat dengan pertumbuhan ini dinilai semakin pulih sejak tahun 2021.
Dari data yang sama, pertumbuhan smartphone di benua tersebut meningkat berkat semakin luasnya program pembiayaan, peningkatan stabilitas mata uang di pasar utama, peluncuran 4G yang lebih merata, serta peluncuran 5G yang lebih awal di beberapa wilayah dan negara seperti di Afrika Selatan dan Mesir. Promosi di musim liburan dan penetapan harga yang agresif juga berperan dalam peningkatan ini.
Secara menarik, Transsion melalui produk TECNO, Infinix, dan Itel, merupakan brand yang berhasil mempertahankan pangsa pasar yang dominan sebesar 48% sepanjang tahun 2025 tersebut. Walau demikian, pangsa pasarnya di kuartal keempat sempat menurun karena persaingan yang makin keras di segmen kelas entry.
Di posisi kedua terdapat Samsung dengan pangsa pasar 27%, yang pertumbuhannya didukung dengan penjualan Galaxy A Series yang lebih luas. Kemudian terdapat Xiaomi, Honor, dan juga OPPO yang mencatat peningkatan signifikan berkat produk kelas menengah dan ponsel 4G milik mereka.
Walau memiliki pertumbuhan yang baik, ada tantangan lain yang membuat vendor lebih ragu untuk menaikan harga jual produk mereka, mengingat perangkat kelas bawah dengan harga di bawah $200 sangat dimintai di Afrika dengan telah menyumbang pengiriman sebesar 81% di tahun 2025. Sementara harga jual rata-rata naik 11% di kuartal keempat karena konsumen mulai beralih ke model ponsel baru dengan spesifikasi yang lebih baik.
Omdia memproyeksikan bahwa akan ada penurunan hingga 26% di tahun 2026 mendatang karena inflasi dan manajemen inventaris saluran yang lebih ketat.

















