in: Reviews | March 29, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Review Vivo V9: Lebih Kencang, Layar Kekinian, dan Berkamera Ganda

Di beberapa bulan terakhir tahun 2017 lalu, Vivo, salah satu produsen smartphone yang produknya sudah dikenal luas di Indonesia, merilis smartphone unggulan mereka, yaitu Vivo V7+ dan Vivo V7. Keduanya bisa dikatakan merupakan produk yang menarik, bahkan hingga saat ini, tetapi tampaknya hal itu belum membuat Vivo puas. Di bulan Maret 2018 ini, kurang lebih 6 bulan setelah mereka meluncurkan Vivo V7+, produsen smartphone dari China ini kembali meluncurkan produk unggulan mereka, penerus dari Vivo V7+/V7, yang disebut sebagai Vivo V9.

Acara peluncuran Vivo V9 ini dikemas Vivo dengan megah, mirip seperti pendahulunya, melaui sebuah acara yang digelar di Candi Borobudur, Magelang, D.I. Yogyakarta. Namun, dalam artikel kali ini kami tidak akan membahas acara peluncuran smartphone tersebut. Laporan terkait acara itu akan kami muat di artikel lain. Kali ini, yang akan kami bahas adalah hal-hal apa saja yang kami temukan dari Vivo V9 dari penggunaan selama beberapa hari, dalam artikel review ini!

Untuk anda yang ingin menyaksikan review dalam bentuk video, anda bisa menyaksikannya melalui video review dibawah ini. Namun untuk review lebih detail, silahkan lanjutkan membaca di artikel berikut.

Desain

Mari kita mulai dari sisi desain perangkat. Vivo V9 ini mengusung desain dasar bodi yang masih serupa dengan Vivo V7+/V7, tetapi terlihat cukup berbeda dari pendahulunya itu karena layar All New Fullview Display yang diusungnya. Desain layar baru ini memungkinkan Vivo menawarkan layar yang lebih luas, dengan diagonal hingga 6.3″, di bodi dengan ukuran fisik mirip sekali dengan Vivo V7+, yaitu sekitar 154.8 x 75.1 x 7.9 mm.

Layar yang digunakan Vivo di smartphone ini memiliki “notch” di bagian atas untuk tempat earpiece, sensor, dan kamera selfie. Penggunaan layar dengan notch memungkinkan produsen menawarkan layar yang lebih lebar, 6.3″, di smartphone dengan bodi seukuran smartphone dengan layar 5.5″ konvensional. Rasio layar 6.3″ tersebut bisa dikatakan cukup lebar, hingga 19:9, dengan resolusi 2280 x 1080 piksel. Desain layar dengan notch ini akan banyak diadopsi oleh smartphone Android yang rilis tahun 2018 ini. Namun, untuk Indonesia, Vivo lah yang pertama kali membawa smartphone Android dengan desain layar seperti itu.

Selain berimbas ke ukuran bodi yang lebih ringkas untuk sebuah smartphone dengan layar 6.3″, penggunaan layar “modern” dengan notch ini juga membuat Vivo V9 ini menawarkan screen-to-body ratio tinggi, hingga sekitar 85%. Rasio tinggi tersebut membuat sisi depan dari smartphone ini terlihat hampir seluruhnya dipenuhi oleh layar. Hal ini juga berimbas pada penampilan keseluruhan dari smartphone ini, menjadi pendukung daya tariknya.

Tombol navigasi on-screen di Vivo V9

Penggunaan layar dengan rasio hingga 19:9 membuat Vivo tidak lagi menyertakan tombol navigasi fisik di smartphone ini. Tombol navigasi Vivo V9 menggunakan tombol virtual yang ada di sisi bawah layar. Satu hal yang menarik, sama dengan apa yang mereka tawarkan di Vivo V7+/V7, Vivo juga menawarkan opsi untuk mengatur urutan tombol navigasi ini, yaitu dengan opsi urutan all appshomeback dan back – home – all apps”.

Vivo tentu saja masih menyertakan tombol fisik di smartphone ini, yaitu untuk power dan volume +/-. Kedua tombol itu ditempatkan di sisi sampung kanan smartphone. Sementara di sisi samping kiri, terdapat akses ke tray SIM Card/Micro SD dari smartphone ini. Vivo kembali menawarkan tray non-hybrid untuk smartphone ini, di mana tray bisa menampung dua Nano SIM dan satu Micro SD. Hal ini tentunya akan memudahkan bila pengguna memiliki dua nomer yang harus aktif secara bersamaan, serta membutuhkan kapasitas penyimpanan data lebih besar dari yang ditawarkan oleh internal storage smartphone ini.

Fingerprint scanner dari smartphone ini ditempatkan di sisi belakang, di atas logo “VIVO”, dan diposisikan di daerah tengah atas bodi belakang, sehingga cukup mudah dijangkau jari telunjuk saat unit smartphone dipegang. Namun, penempatan fingerprint scanner di sisi belakang membuatnya tidak dapat diakses saat pengguna meletakkan smartphone di meja atau permukaan datar lain. Sehingga, untuk membuka kunci perangkat saat smartphone diletakkan, pengguna harus menggunakan tombol power atau mengangkatnya dulu untuk mengakses fingerprint scanner.

Kamera utama di smartphone ini tidak ditempatkan di atas fingerprint scanner di sisi belakang smartphone. Vivo memilih untuk meletakkannya di sisi kiri atas di bodi bagian belakang smartphone, dengan dua modul kamera yang digunakan disusun secara vertikal. Terdapat pula LED flash yang ditempatkan di bawah susunan kedua modul kamera tersebut.

Smartphone ini masih menggunakan konektor Micro USB, yang ditempatkan di sisi bawah smartphone. Di samping kiri konektor Micro USB tersebut, terdapat lubang mic dan konektor audio 3.5 mm. Sementara di samping kanan konektor, terdapat lubang speaker dari smartphone ini.

Bodi Vivo V9 ini menggunakan bahan polikarbonat dengan desain melengkung untuk sisi belakang. Walaupun “hanya” menggunakan bahan polikarbonat, smartphone ini tetap terasa kokoh saat dipegang, tetapi cukup licin karena bodi bagian belakangnya tidak mengusung motif yang membantunya lebih “menempel” ke tangan pengguna. Selain itu, karena warna hitam gloss yang diusungnya, bodi bagian belakang dari smartphone ini juga mudah sekali kotor karena bercak dari tangan pengguna. Namun, seperti yang mereka lakukan sebelumnya, Vivo menyertakan perlengkapan yang membantu mengatasi hal tersebut.

Paket Penjualan

Kembali, Vivo V9 ini hadir di lab. pengujian kami dengan disertai paket penjualan lengkapnya, yang masih dikemas rapi di boks dengan desain yang masih serupa dengan berbagai produk Vivo sebelumnya yang pernah datang. Sebelumnya, di Vivo V7+ dan Vivo V7, kedua smartphone pendahulu Vivo V9 tersebut mengusung paket penjualan yang terbilang lengkap. Bagaimana dengan Vivo V9 ini?

Berikut ini adalah perlengkapan yang disertakan Vivo untuk smartphone baru mereka ini:

Paket siap pakai “out of the box” kembali ditawarkan oleh Vivo di smartphone terbaru mereka ini, dengan menghadirkan aksesori lengkap, termasuk juga screen protector yang sudah terpasang. Silicon case yang disertakan di paket penjualan akan bisa mengatasi bodi licin dari smartphone ini, serta melindungi bodi agar tidak kotor karena bercak dari tangan pengguna ketika digunakan. Bahan yang dipilih Vivo untuk silicon case tersebut juga cukup baik, kuat tetapi tidak kaku, sehingga tidak mengurangi kenyamanan saat menggunakan smartphone.

Sedikit catatan ada di sisi bawah dari silicon case, di mana Vivo menyertakan penutup untuk konektor Micro USB. Penutup tersebut menurut kami tidak terlalu memiliki fungsi, justru sedikit mengganggu, karena agak mempersulit pemasangan kabel ke konektor.

Berikutnya, mari kita bahas spesifikasi yang ditawarkan Vivo untuk smartphone baru mereka ini!

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
: , ,

COMMENTS