HDC 2019: Huawei Perkenalkan HarmonyOS

Reading time:
August 9, 2019

harmonyOS 2

Membuka Huawei Developer Conference 2019, yang digelar di Dongguan, China, Huawei mengumumkan sistem operasi besutan mereka yang disebut sebagai HarmonyOS. OS ini didesain dengan fokus ke fleksibilitas penggunaan, yang siap digunakan untuk berbagai skenario. Satu hal yang menarik, OS yang juga dikenal sebagai “Hongmeng” ini akan mulai digunakan oleh perangkat Huawei setelah pengumuman ini.

Digunakan di Smartphone?

Merasa bahwa pertanyaan ini akan banyak ditanyakan, Richard Yu, CEO Huawei Consumer Business Group langsung menjelaskan bahwa saat ini mereka tidak akan menggunakan OS ini di smartphone mereka. Android akan tetap digunakan oleh Huawei, terutama karena mereka masih menjalin kerja sama dengan Google. Jadi, perangkat smartphone yang akan dirilis oleh Huawei ke depan akan tetap menggunakan Android, dan bahkan di roadmap HarmonyOS hingga tahun 2022 mendatang, belum ada rencana Huawei menggunakan OS ini untuk smartphone.

harmonyOS 1

Namun, satu hal yang juga dijelaskan oleh Richard Yu, bukan berarti HarmonyOS ini tidak bisa digunakan di smartphone. Desain OS ini memungkinkan penggunaan untuk berbagai perangkat, termasuk smartphone, sehingga bila dibutuhkan, mereka bisa dengan cepat menggunakan OS itu untuk smartphone mereka. Walaupun begitu, untuk saat ini, HarmonyOS 1.0 hanya digunakan untuk perangkat smart screen, serta smart wearable dan HUD untuk mobil dalam 1-2 tahun ke depan ini.

HarmonyOS: Pengalaman Serupa di Banyak Perangkat

harmonyOS 3

Lalu, apa sebenarnya HarmonyOS ini? Saat mengumumkan OS tersebut, CEO Huawei menyebutkan bahwa OS tersebut sangat berbeda dengan Android dan iOS, karena didesain untuk digunakan di berbagai macam perangkat, dengan pengalaman penggunaan serupa di berbagai perangkat itu. Jadi, menurut Huawei, banyak sekali skenario penggunaan yang sebelumnya akan membutuhkan hadirnya OS baru untuk suatu perangkat tertentu bisa dijawab dengan satu OS saja.

HarmonyOS ini menggunakan microkernel, dengan arsitektur terdistribusi. Hal tersebut memungkinkan OS ini lahir sebagai OS yang ringan, efisisen dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, tetapi tidak berarti fungsinya kurang dari OS lain. Huawei menyebutkan bahwa ada 4 kunci utama dari OS ini, yaitu seamless, smooth, secure, dan unified.

“Seamless” di sini disebut Huawei terkait dengan arsitektur terdistribusi yang digunakan. OS ini bisa berjalan di banyak perangkat, dan aplikasi yang dikembangkan untuk OS ini pun bisa dijalankan di semua perangkat itu, dengan kapabilitas kolaborasi antar perangkat. Sementara untuk “smooth”, optimasi yang dilakukan, dan penggunaan microkernel, disebut membuat efisiensi meningkat hingga 5x lipat, serta latency berkurang hingga 27.5%. Hal ini berarti “feel” penggunaan OS ini akan terasa lancar.

harmonyOS 5

Berikutnya, untuk “secure”, microkernel di HarmonyOS juga lebih sederhana dari kernel di OS lain, sehingga kemungkinan adanya lubang keamanan yang bisa membahayakan pun lebih kecil. Selain itu, adanya adopsi formal verification di Trusted Execution Environment disebut juga bisa mendeteksi serangan dalam banyak skenario, tidak terbatas ke skenario-skenario serangan tertentu saja. Terakhir, untuk “unified”, ARK Compiler yang juga disertakan Huawei di HarmonyOS membuat aplikasi bisa dibuat dengan berbagai bahasa pemrograman, dan memanfaatkan tool pengembangan yang ditawarkan Huawei, satu aplikasi bisa saja dijalankan di lebih dari satu jenis perangkat pintar yang menggunakan HarmonyOS. Hal yang perlu diperhatikan, karena ARK Compiler ini juga digunakan Huawei di OS Android di smartphone mereka, bisa jadi aplikasi Android juga bisa berjalan di HarmonyOS.

Rilis Sebagai OS Open Source

harmonyOS 4

HarmonyOS ini dirilis Huawei sebagai OS open-source, yang berarti banyak pihak bisa terlibat dalam pengembangannya ke depan nanti. Huawei menyebutkan bahwa mereka akan banyak mendorong terbentuknya komunitas untuk mengembangkan OS ini, sehingga adopsinya akan makin banyak dan beragam. Mereka yakin, OS ini adalah satu jawaban untuk kebutuhan pengalaman yang merata lintas perangkat, di era IoT dan AI saat ini.

Load Comments

Reviews

January 27, 2026 - 0

Review Vinko S10-NC: TWS Kualitas Mumpuni, Harganya Kok Cuma Segini?!

Ini Vinko S10-NC, TWS yang saya jamin terjangkau tapi punya…
January 24, 2026 - 0

Review OPPO Reno15 Pro Max 5G: OPPO Reno Series Pengalaman Pakainya Mirip Flagship

Ini adalah OPPO Reno15 Pro Max 5G, smartphone terbaru OPPO…
January 23, 2026 - 0

Review HUAWEI nova 14 Pro: Kamera Flagship di Harga Rp 8 Jutaan?!

Fitur Kamera Flagship HUAWEI, sekarang ada di nova! Budget kalian…
January 22, 2026 - 0

Review Redmi Note 15 5G: Smartphone Rp 3 Jutaan Desain Keren, Body Tipis, dan All Rounder dari Redmi!

Ini adalah Redmi Note 15 5G, Smartphone baru dari Redmi…

Accessories

February 21, 2025 - 0

Review Baseus Bowie MC1: OWS Tampilan Unik Dengan Harga Terjangkau!

Ini adalah Baseus Bowie MC1, OWS atau Open Wearable Stereo …
June 18, 2024 - 0

Review Kiip TH90: Wireless Headphone Over-Ear Rp 300 ribuan, Suara Makin Lama Makin Bagus

Mencari headphone berkualitas dengan harga terjangkau sering kali menantang, tapi…
April 23, 2024 - 0

Dua Speaker Bluetooth Tahan Air Xiaomi Terindikasi Akan Masuk Indonesia

Beberapa waktu lalu Xiaomi memperkenalkan dua speaker Bluetooth untuk keperluan…
December 27, 2023 - 0

Review CMF Buds Pro: Rp 700 Ribuan, Suara Jernih dan Punya Tiga Mode ANC

Nothing memasarkan produk baru lewat sub-brand baru mereka yaitu CMF,…

Wearables

January 27, 2026 - 0

Review Vinko S10-NC: TWS Kualitas Mumpuni, Harganya Kok Cuma Segini?!

Ini Vinko S10-NC, TWS yang saya jamin terjangkau tapi punya…
January 9, 2026 - 0

Review Huawei FreeClip 2: OWS Premium, Nyaman Dipakai, Audio Mumpuni, Naik Kelas!

Ini Huawei FreeClip 2! Secara umum desain buds-nya mungkin mirip…