Review Garmin Fenix 8 MicroLED: Smartwatch Multisport Premium Super Lengkap dengan Layar Paling Paling Terang di Dunia

Ini adalah smartwatch dengan layar paling terang di dunia. Karena ini smartwatch pertama di dunia yang menggunakan layar MicroLED.
Garmin Fenix 8 MicroLED bagi kami adalah varian atau edisi spesial dari keluarga Fenix 8. Perlu diperhatikan bahwa yang tersedia di Indonesia saat ini adalah Fenix 8 MicroLED, bukan Fenix 8 Pro MicroLED. Jadi, tidak ada konektivitas seluler pada varian di Indonesia. Kami belum tahu apakah varian Pro akan masuk ke Indonesia atau tidak.

Terlepas dari layarnya, ini adalah smartwatch multisport premium yang dirancang untuk atlit atau siapapun yang serius untuk urusan olahraga. Untuk olahraga apapun, jam ini menawarkan kemampuan yang sangat detail sampai bisa dikatakan untuk level atlit yang serius!

Bagi yang paham wearables untuk olahraga dari Garmin, pasti sudah paham bahwa Garmin memproduksi smartwatch multisport yang dianggap kelas premium. Bahkan sebagian menganggapnya sebagai mercy-nya smartwatch untuk olahraga. Tapi anggapan itu ternyata memang bukan tanpa sebab.
Mau tau kenapa? Mari kita bahas lebih lanjut, mulai dari paket penjualannya.
Paket Penjualan

Paket penjualannya sederhana saja.
- Ada unit Garmin Fenix 8 MicroLED.
- Kabel data sekaligus pengisi daya.
- Dan, ada buku panduan.
Spesifikasi dan Dimensi


Hanya ada 1 varian Fenix 8 MicroLED: 51mm
- Tepatnya, 51 x 51 x 17.5mm
- Diameter layar 35.56mm
Ini ukuran yang besar ya. Bahkan di pergelangan tangan saya yang sering membuat jam yang diuji terlihat kecil, jam ini bisa terlihat cukup besar. Untuk ketebalannya, ini lebih tebal dibandingkan versi Solar 51mm (yang sebelumnya adalah varian Fenix 8 paling tebal).
- Bobotnya 93 gram total.
- Case saja: 68 gram
Secara umum, bobotnya nyaris tidak berbeda dengan varian AMOLED 51mm.

- Resolusi layar MicroLED ini adalah 454 x 454 pixel.
- Pada dasarnya ini resolusi yang sama dengan varian AMOLED. Resolusi ini lebih tinggi dari varian MIP yang hanya 280 x 280 pixel.
- Layar MicroLED ini memiliki kecerahan hingga 4500 Nits, super terang!
Mari kita lihat, kalau dibandingkan dengan layar AMOLED, kecerahannya terlihat lebih mantap di bawah sinar matahari. Menariknya, kalau dilihat dari sudut miring, tampilan layar tetap jelas, berbeda dengan layar AMOLED. Dibandingkan layar MIP, jelas detailnya lebih tinggi dan lebih berwarna. Dalam kondisi gelap, terlihat versi MicroLED lebih baik tampilannya dibandingkan MIP ya.


- Bezel jam ini menggunakan bahan Titanium. Tidak ada versi lain.
- Case-nya menggunakan bahan polimer dan bagian belakangnya diperkuat dengan penutup logam/metal. Untuk “kacanya” menggunakan sapphire crystal. Ini opsi terbaik sekarang. Karena memang terkenal tahan goresan dan digunakan di banyak jam kelas atas.
- Storage tersedia: 32GB
- Konektivitas: Bluetooth dan WiFi
- Speaker dan mikrofon sudah tersedia di sini. Bisa digunakan untuk bertelepon, jika dibutuhkan.


Untuk strap, bawaannya yang terbuat dari karet silikon, lebar 26mm. Ini tergolong besar ya. Biasanya kan sekitar 20-22mm. Tapi sesuai lah untuk ukuran jam ini. Strap ini dipassang dengan mekanisme lepas cepat yang dinamakan QuickFit. Dari Garmin sendiri tersedia beberapa jenis strap seperti: Silikon, UltraFit, Kulit, bahkan yang metal pun ada.

Baterai yang digunakan berbahan lithium ion dan dijanjikan bisa mencapai 10 hari penggunaan sebagai jam biasa atau 4 hari kalau pakai Always On Display.


Untuk charging, menggunakan kabel dengan konektor USB-C ke sisi kepala charger dan beberapa pin pada bagian punggung jam.

Tentunya jam ini tahan air dengan sertifikasi 10 ATM jadi teoritis bisa mencapai 100 meter di bawah air. Tapi untuk sensor kedalamannya dirancang untuk 40 meter di bawah air. Jadi ini cocok untuk freedive dan diving dengan kedalaman sampai 40 meter di bawah air. Oh ya, ini daya tahannya bisa untuk di laut ya, bukan di kolam saja.
Desain

Jam berukuran besar ini secara tematik berwarna hitam. Desainnya sekilas sama dengan Fenix 8 series lainnya.

Garmin Fenix 8 series memiliki 5 tombol yang unik, karena dirancang agar super kedap air. Jadi, kalau ditekan, tombol ini akan men-trigger sensor di bagian dalam jam. Membuatnya lebih aman dan lebih tangguh. Untuk memberikan feel menekan tombol, ada tactile feedback yang diberikan setiap kita menekan tombol.
Di sisi kiri ada 3 tombol pengaturan:
- Paling atas adalah tombol untuk menyalakan lampu latar, jika ditekan 2x secara cepat akan menyalakan senter
- Tombol tengah adalah tombol scroll ke atas
- Tombol bawah adalah tombol scroll ke bawah
Di sisi kanan ada 2 tombol:
- Yang atas adalah tombol select atau pilih.
- Yang bawah adalah tombol navigasi back atau mundur.
Di antara kedua tombol di kanan ada sebuah guard berwarna merah metalik yang melindungi mikrofon dan sensor barometer. Bisa jadi, ini pembeda dari Fenix 7 yang belum ada depth sensor untuk menyelam. 
Beralih ke sisi belakang, kita bisa melihat ada charging port sekaligus data port dengan 4 titik konektor. Tenang, meskipun tanpa penutup, port ini sudah kedap air kok. Saat menggunakan jam, kami sih tidak merasakan adanya port ini.


Kemudian di bagian tengah ada optical sensor generasi ke-5 yang sudah memiliki kemampuan pemantauan ECG, yang kurang lebih seperti ini ya. Selain itu, sensor ini juga bisa melakukan pemantauan temperatur kulit, dan merupakan sensor pemantauan detak jantung terkini dari Garmin.
Untuk strap-nya, ini mudah dilepas pasang dengan cepat ya.
Ini adalah watchface default dari Garmin Fenix 8 MicroLED. Pada dasarnya watchface Garmin itu bisa di-custom data yang ditampilkannya, dengan masuk ke menu watchface, lalu tekan tombol kanan-atas dan memilih opsi DATA.


Dari depan, kalau kita scroll ke bawah, akan masuk ke Widget Glance. Glance ini bisa dianggap sebagai fungsi yang dapat cepat diakses. Nah kita bisa atur posisi Glance sesuai kebutuhan. Bisa ditambah dan dikurangi juga. Untuk masuk ke menu Watch Settings kita bisa tekan dan tahan lagi tombol kiri tengah, dan scroll ke paling bawah.
Saran kami, untuk penggunaan di Indonesia, langsung masuk ke Advanced, lalu ke Format, masuk ke Units. Di sini kita bisa mengatur satuan ke metrik, alias meter/KM, Kg, cm, dan sebagainya agar cocok dengan yang biasa digunakan di Indonesia. Karena pada unit kami, default-nya masih menggunakan satuan yang dipakai secara umum di Amerika.
Sampai di sini sangat terasa bahwa Garmin Fenix 8 MicroLED ini pengoperasiannya pakai tombol semua ya. Sebenarnya kita bisa saja pakai touch screen kok. Scroll atas bawah pakai swipe. Tapi menurut kami, rasanya lebih pasti dan presisi pakai tombol.
Untuk konektivitas yang lebih cepat, termasuk untuk update dan menarik data dari smartwatch, kami sangat menyarankan untuk mengkoneksikan Garmin smartwatch ini ke WiFi di rumah, selain via Bluetooth ke smartphone ya.
Simak selengkapnya lewat video review berikut ini:
















