Departemen Pertahanan Amerika Serikat Blacklist Xiaomi
Hanya tinggal hitungan hari saja sampai masa jabatan Presiden Amerika Donald Trump berakhir dan digantikan oleh Joe Biden. Namun di sisa akhir masa jabatannya tersebut, ia kembali membuat kebijakan yang cukup kontroversial. Ia menempatkan Xiaomi, produsen smartphone ketiga terbesar di dunia saat ini, ke daftar brand electronik asal China yang di blacklist oleh pemerintah Amerika serikat.

Dilansir dari The Verge, Departemen Pertahanan AS yang saat ini masih dibawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, telah mencantumkan brand Xiaomi sebagai “perusahaan militer Komunis China.” Xiaomi dianggap mengancam keamanan pemerintah AS, akibat dari kebijakan tersebut kemungkinan beberapa perusahaan Amerika Serikat dilarang untuk berinvestasi dan bekerja sama dengan Xiaomi.
Peraturan tersebut akan mulai diberlakukan tanggal 21 November 2021. Selain Xiaomi ada juga beberapa perusahaan besar lainnya dalam daftar blacklist dari Amerika Serikat, yaitu perusahaan-perusahaan yang lebih berorientasi pada industri penerbangan, kedirgantaraan, pembuatan kapal, bahan kimia, telekomunikasi, konstruksi, dan bentuk infrastruktur lainnya.
Namun demikian, daftar ini berbeda dengan daftar blacklist Departemen Perdagangan AS, diaman brand yang masuk daftar tersebut dilarang untuk mengekspor perangkat mereka ke pasar AS. Beberapa perusahaan yang masuk ke blacklist tersebut seperti DJI, Huawei dan TSMC. Blacklist Departemen Perdagangan AS saat ini sudah “menimpa” beberapa negara seperti diantaranya China, Rusia, Iran, Korea Utara, Kuba dan Venezuela.
Baca Juga: Xiaomi Redmi Note 9T 5G Resmi Diumumkan
Meskipun demikian, ada kemungkinan kebijakan yang dibuat oleh Donald Trump ini akan dibatalkan setelah Joe Biden mengisi kursi presiden Amerika Serikat, yang hanya bersisa enam hari saja. Pihak Xiaomi sendiri belum memberi pernyataan apapun terkait kebijakan yang diberikan oleh Donald Trump ini.

















