Review Poco M4 Pro: Smartphone Rp 2,9 Jutaan Terbaik untuk 2022?
Pengujian Performa
Sebagai catatan, di versi software yang kami pakai tidak ada pengaturan mode performanya, sedikit berbeda dengan di beberapa smartphone lain yang pakai MIUI 12 atau 13 yang sama.








Benchmark:
- AnTuTu 8: 253111
- AnTuTu 9: 312700
- Geekbench 5: SC 515, MC 1832
- GFXBench 1080p Car Chase Offscreen: 14 FPS
- GFXBench 1080p Manhattan 3.1 Offscreen: FPS
- GFXBench 1080p T-Rex Offscreen: 61 FPS
- 3D Mark Slingshot Extreme, graphics score: 2254
- 3D Mark Wild Life Stress Test
- Best Loop Score: 1102
- Lowest Loop Score: 1096
- Stability: 99.5%
- CPU Throttling Test: 86%
Benchmark ini menunjukkan kalau si Helio G96 ini ada di kelas menengah, dan kestabilan performanya terbilang cukup baik. Agak berbeda hasilnya dengan saudaranya walaupun pakai SoC sama, di sini hasilnya cenderung lebih baik.
Gaming
- Setting Lowest 60 FPS
- Hasil: 35-45 FPS saat travelling,
Dipakai main sampai 20 menit nonstop, frameratenya masih kisaran 30-40 FPS. Untuk smartphone kelas harga ini, sulit untuk bisa mendapatkan framerate yang konsisten. Saat dipakai battle yang ramai sekali, hasil yang didapat sekitar 30 FPS ke bawah, kisaran 20-30 FPS.
Jika sudah dipakai sampai 30 menit lebih, bodi mulai memanas, sehingga framerate tidak akan semaksimal saat adem. Jadi kalau tujuannya buat main 30 menit lebih, atau berjam-jam, mau smartphone apapun kita tetap rekomendasi pakai kipas extra.
Bisa kita bilang kalau kalian nyari smartphone 2-3 jutaan, smartphone ini termasuk yang sudah nyaman untuk memainkan main Genshin Impact. Tapi hasil yang kami dapatkan ini spesifik untuk Poco M4 Pro, karena walaupun SoC sama, bisa jadi saudaranya mampu memberikan pengalaman yang berbeda.
PUBGM
- Setting max: Smooth Ultra
Dengan setting begini framerate yang didapet hanya kisaran 40 FPS saja, tapi cukup stabil untuk dimainkan lama.

Mobile Legend
- Setting Graphic Ultra, untuk setting fps masih di 60 FPS, belum terbuka untuk di atasnya.
Dengan setting seperti ini kita masih bisa mendapatkan framerate di 60 FPS lancar tanpa framedrop yang mengganggu, dipakai main 3 match baru ada frame drop sedikit, tapi overall sudah tergolong nyaman.

Honkai Impact 3
- Setting paling rendah, semua efek mati
- Hasil: kisaran 40-50 FPS
Subway Surfer
- Hasil : 60 FPS
Real Racing 3
- Hasil: 60 FPS
Sayangnya saat masuk beberapa game di atas tersebut, Refresh Ratenya masih dilimitasi di 60 Hz.

Modern Warships
- Setting Medium + Efek Menyala + 120 FPS
Menariknya di sini kita mendapatkan framerate di kisaran 60-70an FPS, refresh ratenya tidak tertahan di sini. Saat sedang ramai perangnya masih di kisaran 50an FPS, jadi cukup nyaman dimainkan.
Kesimpulan soal Gaming, ternyata pengalaman gaming yang diberikan cukup lancar dan menyenangkan. Bisa dibilang hasil benchmark-nya sedikit kurang menggambarkan pengalaman aslinya. Jika hanya melihat benchmark, ada kesan performa smartphone ini di bawah performa Helio G95, tapi saat dipakai memainkan game berat seperti Genshin Impact, frameratenya ini sudah mirip sekali dengan Dimensity 700. Hla ini lantas memberikan pengalaman gaming yang maksimal di kelasnya.
Suhu

Genshin 30 menit – Lowest 60
Layar 35-42°C , belakang 34-40°C
LiquidCool Technology 1.0 Plus yang dipakai Poco M4 Pro ini memang berfungsi dengan baik. Dan ini teknologi yang juga digunakan di kelas flagshipnya POCO, POCO F3.

Baterai




- Video Playback 1080p (local): 18 Jam 6 Menit
- Video Playback 1080p (Youtube): 30 Menit baterai berkurang 3%
- Tiktok 30 Menit: 4%
- Genshin 30 Menit, Lowest 60 FPS: 10%, melihat performa gamingnya yang begitu lancar, rasanya ini masih terbilang wajar.

Charging [Baterai 5000 mAh]
- Charger Bawaan 33W Pro Fast Charging
- 0-50%: 34 Menit
- 0-Full : 1 Jam 25 Menit
Poco mengatakan kalau teknologi baterai disini sudah memakai MMT, Mi-FC, dan LiquidCool 1.0 Plus. Apa artinya?

MMT itu adalah singkatan dari Middle Middle Tab, sebuah tekn ologi pengisian baterai yang dimulai dari tengah baterai dan pengisian daya yang dibelah, tujuannya adalah meminimalisir peningkatan suhu berlebih saat charging. Sedangkan Mi-FC adalah teknologi untuk menjaga pengisian baterai tetap kencang, jadi arusnya akan bisa tetap tinggi. Kalau LiquidCool 1.0 Plus tadi seperti yang kita lihat tadi, untuk membantu penyebaran suhu yang lebih baik, tidak hanya untuk processor, tapi baterai juga.
Intinya, perpaduan ketiga teknologi ini memastikan charging tetap kencang, suhu tetap terjaga, dan umur baterai tetap panjang.
Pengujian Lainnya

Haptic Feedback
- Poco M4 Pro ini udah pakai Z-Axis Linear Motor, feel getarannya sudah terbilang sangat bagus untuk kelas harganya. Memang belum bisa dibilang sekelas flagship, tapi sudah mumpuni mengingat ada smartphone 4-6 jutaan yang masih kurang baik.
Screen Recorder
- Screen Recorder bawaannya adalah screen recorder standard di MIUI. Untuk fiturnya tergolong cukup ideal, bisa rekam suara internal, bisa atur bitrate, bisa pilih framerate variable atau fixed. Fixed Framerate sayangnya masih dilimitasi di 30 FPS.
- POCO M4 Pro, Pengujian Layar, Pengujian Speaker
- Pengujian Performa, Gaming, Suhu, Baterai, Uji Lainnya
- Harga, Penutup
















