Review Tecno Camon 40: Smartphone Rp 2 Jutaan dengan Fitur AI Segudang

Tecno Camon 40 series diluncurkan secara Global di event MWC 2025 Barcelona. Dari 4 varian yang diluncurkan, yang masuk resmi ke Indonesia hanya dua. Yaitu Tecno Camon 40, dan Tecno Camon 40 Pro 5G. Agak disayangkan versi tertingginya yang Camon 40 Premier tidak hadir resmi di Indonesia. Versi Pro 5G juga belum diluncurkan oleh Tecno Indonesia saat video ini dibuat, tapi harus nya tidak lama lagi.
Nah untuk video ini kita akan fokus ke Tecno Camon 40, yang merupakan varian paling terjangkaunya. Lini camon ini merupakan lini smartphone dari Tecno yang berfokus pada kemampuan kameranya.
Tapi sebelum kita bahas kameranya mari kita bahas dari isi paket penjualannya dulu.
Paket Penjualan

- unit dengan screen protector
- Charger 45W
- Kabel USB-C
- Case
- SIM Tray Ejector
- Paket Dokumen
Desain Tecno Camon 40

Dari segi desain, saat di video preview kemarin banyak dari kalian yang suka dengan desain smartphone ini, terlihat simpel dan keren aja gitu ya. Kami pun suka dengan desainnya, mengingatkan kami pada S21 series tahun 2021. Meskipun smartphone ini fokus di kamera tapi modul kameranya tidak dibuat jadi super besar. Bagi kami ini memberikan kesan yang low profile.

Untuk pilihan warna ada:
- Galaxy Black
- Glacier White
- Emerald Glow Green
Kalau unit kami ini yang Galaxy Black.

- Dimensi: 164.1 x 74.6 x 7.34mm
Sangat tipis padahal baterainya di 5200 mAh.

- Berat: kisaran 177 gram.
Jadi tidak hanya tipis bodinya juga masih tergolong sangat ringan, gak banyak loh di kelas harga segini yang bisa setipis dan seringan ini.

Bodinya sendiri sudah tersertifikasi IP66. Angka 6 di depan artinya smartphone ini lolos uji tahan debu. Sedangkan angka 6 di belakang, artinya tahan terhadap semprotan air water jet dari segala arah. Sertifikasi ini tidak untuk ditenggelamkan ke dalam air. Jadi meskipun angkanya seperti beda tipis sama IP67, jangan coba-coba ditenggelamkan atau bahkan dibawa berenang.
Sisi-Sisi Smartphone


Sisi Kanan: tombol power, tombol volume up/down
Sisi Atas: Microphone, grill speaker stereo bagian atas, dan ada IR Blaster.
Sisi Kiri: ada tombol yang disebut Tecno sebagai “One Tap Button”!


Dalam kondisi layar menyala, tekan dan tahan tombol ini untuk memanggil AI Assistant Tecno yang namanya Ella. Dalam kondisi layar mati, klik 2 kali untuk masuk kamera flash snap, dan di menu kamera ini bisa jadi tombol shutter juga. Tujuan ini dibuat supaya bisa mengabadikan moment dengan cepat.
Apakah tombol ini bisa diatur untuk fungsi lain? Bisa iya bisa tidak, hah maksudnya gimana? Jadi begini, di menu pengaturan ada opsi untuk long press dan double press. Long Press, belum bisa kita ganti untuk fungsi lain, opsinya hanya untuk memanggil Ella atau dimatikan. Tapi untuk Double Press, bisa kita atur untuk fungsi lain seperti Mute notifikasi, menyalakan senter, screen recording, bahkan bisa untuk membuka aplikasi yang kita pilih.
Sedikit berharap bisa untuk screenshot juga tapi untuk sekarang belum ada.

Sisi Bawah: SIM Tray DUAL SIM, tidak ada slot MicroSD.
Di sebelah slot SIM ada microphone, USB-C, grill speaker stereo bagian bawah. Menurut penilaian subjektif kami sih, kualitas speaker stereonya cukup oke untuk kelasnya. Bukan yang spesial, suara sudah cukup lantang, detail mencukupi, bass ada tapi tipis aja.

Sisi Depan: Layar
- AMOLED 120 Hz
- 6.78″
- Resolusi FHD+ (2436 x 1080 piksel)

Untuk Brightness, saat kami uji, maximum brightness nya ada di kisaran 560an nits untuk indoor. Untuk simulasi outdoor, brightness nya bisa sekitar 1000 nits. Ini sudah sangat terang, mengingat ini smartphone di kelas 2 jutaan, ini sudah oke banget. Oh iya, supaya kecerahannya bisa maksimal jangan lupa untuk menyalakan fitur High Brightness Mode pada setting layar.
Terkait warna layar, disini terdapat 2 mode warna. Ada mode Bright-colored, dan Original Color.

Singkatnya, mode Bright-colored maupun Original Color, keduanya sama sama lebih dioptimalkan untuk DCI P3. Jadinya belum ada mode warna yang diarahkan untuk 100% sRGB. Ini apapun mode warna yang dipilih, warna akan terlihat gonjreng, jadi mesti ekstra hati-hati aja saat editing.
Refresh Rate layar ini up to 120Hz, adaptive dari 60 sampai 120 Hz.
Always on Display tentunya tersedia, sayangnya di sini masih terbatas untuk 10 detik saja, jadi belum bisa benar-benar selalu menyala.
Belum ada klaim untuk touch sampling ratenya, tapi saat kami tes, kami tidak merasa ada delay yang mengganggu. Dipakai ngetik, swipe-swipe, tap tap, main game pun lancar-lancar saja. Untuk layar sentuhnya ini juga sudah support sampai 10 jari sekaligus.
Lanjut kita bahas bezel layarnya, dan ini sudah terhitung sangat tipis dan tergolong simetris untuk seluruh sisinya. Ini menambah kesan premiumnya karena umumnya di smartphone kelas segini bezel nya masih pada tebal-tebal. Keluarga transsion biasanya memang sudah seperti ini standard layarnya.
Di sisi layar nya ini ada In-Display Fingerprint Scanner yang akurasinya cukup baik, selama kami uji lancar-lancar aja fingerprint scanner nya.
Kamera

Lanjut kita ke atas layarnya, terdapat earpiece untuk nelpon, dan Kamera Selfie 32 MP, f/2.4, Fixed Focus
- Video Recording up to 2K 30 FPS.
Apakah bisa diatas 60 FPS? Sebetulnya teoritis bisa, tapi kali ini Tecno mengganti nama mode frame rate yang dulunya 60 FPS sekarang jadi H-FPS.
Beralih Sisi belakang:
Ada modul dual camera yang kameranya terdiri dari:


- Kamera Utama 50MP.
- Sensor SONY LYT-700C
- Dilengkapi dengan OIS, bukaannya f/1,9.
- Perekaman Video maksimum sampai 2K 30 FPS.
- Slow Motion tersedia di 720p 120 FPS.
- Lalu ada lagi Kamera Ultra Wide!
- Resolusi 8MP, AUTO FOCUS, jadi bisa sekaligus kamera macro juga.
- Akhirnya di kelas 2,5 juta kita bisa ketemu lagi smartphone dengan kamera ultra wide, bahkan ini lebih murah ketimbang saudaranya.
- Untuk perekaman videonya up to 1080p 30FPS.
Fitur ekstra ada cukup banyak, bisa dilihat saja di menu kameranya yang ini. Meskipun modul kameraya terlihat ada 3, tapi yang berfungsi cuma dua ya, yang satu ini cuma untuk hiasan saja.

















