Smartphone Sony Perlahan Undur Diri dari Pasar Eropa?
Sony tampaknya mulai menarik diri secara perlahan dari pasar smartphone di Eropa. Distribusi ponsel Xperia akan dibatasi hanya melalui toko online resmi dan Amazon di beberapa negara. Bahkan di Finlandia, beberapa model dipastikan tak lagi dijual sama sekali.
Langkah ini muncul setelah penjualan Xperia 1 VII dihentikan secara global. Banyak pengguna mengeluhkan masalah serius seperti perangkat yang mati mendadak dan sering crash. Meski penyebabnya belum diketahui, hal ini makin memperburuk citra Xperia.
Meski dikenal punya fitur unik seperti jack audio 3,5mm dan slot microSD, Xperia tetap kesulitan bersaing di kelas flagship. Pangsa pasar global Sony hanya mencapai 3,5 persen pada paruh pertama 2024. Angka ini nyaris sejajar dengan pemain kecil seperti HMD Global dan ZTE.
Sony sendiri belum secara resmi menyatakan keluar dari Eropa. Namun, kepada media lokal Suomimobiili, mereka menyebutkan bahwa analisis soal permintaan dan keuntungan terus dilakukan untuk menentukan arah penjualan di tiap wilayah. Perusahaan juga memastikan akan tetap memenuhi kewajiban garansi dan update perangkat lunak.
Penurunan ini bukan cuma terjadi di luar negeri. Di Jepang sendiri, penjualan smartphone Sony dilaporkan turun hingga 40 persen sepanjang 2023 menurut data IDC. Sejak saat itu, Sony tak lagi mengumumkan angka resmi penjualan Xperia.
Baca Juga: Ponsel Jadul Panasonic KX-TF400 Cocok Buat Detoks Digital • Jagat Gadget
Di Indonesia sendiri Sony sudah tidak lagi memasarkan smartphone mereka sejak 2016. Mereka mengambil keputusan tersebut karena persaingan yang sangat ketat di Tanah Air dengan masuknya brand-brand Tiongkok dan juga adanya aturan TKDN yang sulit mereka penuhi.
Pasar smartphone Sony dulu cukup besar di Eropa, tapi ironinya sekarang merosot di tambah isu baru-baru ini. Apakah ini berarti akhir dari perjalanan Sony di dunia smartphone? Menurut kalian, masihkah Xperia punya tempat di pasar yang kompetitif seperti sekarang?














