Apakah Anak Muda Produktif Selalu Butuh Tablet?
Apakah anak muda yang ingin lebih produktif benar-benar membutuhkan tablet? Pertanyaan itu mungkin terasa sederhana, tapi jawabannya tidak sesederhana memilih antara laptop atau smartphone. Di tengah gaya hidup yang serba cepat, banyak anak muda mulai mencari perangkat yang bisa mengikuti ritme mereka. Bisa dipakai untuk belajar, bekerja, atau sekadar menulis ide tanpa ribet.

Di situlah posisi tablet mulai terasa. Bukan lagi sekadar layar besar untuk menonton film, tapi perangkat transisi bagi mereka yang sedang menata cara bekerja lebih efisien. Redmi Pad 2 Pro yang baru diluncurkan oleh Xiaomi misalnya, mencoba menjawab kebutuhan itu lewat keseimbangan antara performa, desain, dan fungsi.
Tablet ini dibekali SoC Snapdragon 7s Gen 4, layar besar yang responsif, serta dukungan smart pen untuk menulis atau menggambar langsung di permukaan layar. Kombinasi ini membuatnya relevan bagi mereka yang belum membutuhkan laptop penuh, tetapi juga menginginkan perangkat yang lebih fleksibel dari smartphone.

Irene Suwandi, seorang artist dan pembuat konten digital, menggambarkan fungsi tablet semacam ini sebagai “ruang tengah”—alat yang tidak membatasi ide hanya pada satu bentuk kerja. Dari mencatat konsep, menggambar ilustrasi, hingga mengedit konten, semua bisa dilakukan di satu tempat tanpa harus berpindah perangkat.
Baca Juga: Review Redmi Pad 2 Pro: Tablet Terlengkap dan Terbaik Redmi di 2025! • Jagat Gadget
Peluncuran Redmi Pad 2 Pro sendiri juga digelar di Perpustakaan Jakarta, yang seolah ingin memperkuat pesan itu. Perpustakaan menjadi simbol tempat di mana belajar dan berkreasi tidak harus dibatasi ruang atau alat. Di sini Xiaomi dan pihak Perpustakaan Jakarta membawa nilai yang sama yaitu mendukung generasi muda agar bisa belajar dan tumbuh lewat teknologi yang mudah diakses.
Dengan sistem HyperOS 2, tablet ini juga terhubung secara mulus ke perangkat lain. Misalnya, melanjutkan pekerjaan dari smartphone atau memperluas tampilan laptop. Fitur-fitur semacam ini mencerminkan cara kerja anak muda masa kini yang tidak terikat pada satu layar.
Jadi, apakah anak muda butuh tablet untuk menjadi produktif? Mungkin bukan soal butuh atau tidak, tapi tentang menemukan cara baru untuk bekerja lebih fleksibel. Karena bagi banyak orang, produktivitas hari ini bukan hanya tentang alat yang paling kuat, tapi alat yang paling bisa menyesuaikan diri.
Kalian sendiri, apakah butuh tablet untuk produktivitas kalian? Tablet apa yang biasa kalian pakai untuk kebutuhan tersebut?














