Apple Tolak Instal Aplikasi Wajib India “Sanchar Saathi”

Author
Irham
Reading time:
December 3, 2025
ChatGPT said:

Pemerintah India baru-baru ini mengeluarkan aturan yang cukup kontrorversial, dimana mereka mewajibkan seluruh produsen smartphone untuk memuat aplikasi keamanan siber Sanchar Saathi ke setiap perangkat baru. Aturan ini dirilis melalui surat per 28 November, yang menegaskan bahwa aplikasi tersebut harus dipasang sejak awal dan tidak boleh dinonaktifkan fungsinya. Pemerintah memberi waktu 90 hari bagi para produsen untuk mengikuti kebijakan tersebut.

Apple tolak Sanchar Saathi Aplikasi India

Sanchar Saathi sendiri berfungsi melacak smartphone yang hilang, memblokir perangkat, dan mencegah penyalahgunaan. Meski tujuan resminya terdengar sederhana, publik India justru mempermasalahkan potensi pelanggaran privasi dan kekhawatiran soal pengumpulan data.

Apple Menolak Instal Sanchar Saathi

Di tengah kontroversi itu, Apple disebut tidak akan mematuhi kewajiban preload aplikasi tersebut. Reuters mengutip dua sumber industri yang menyebut Apple berniat menyampaikan penolakan langsung kepada pemerintah India. Perusahaan itu dikabarkan berpegang pada kebijakan globalnya yang tidak memasang aplikasi pemerintah secara paksa di pasar mana pun karena dinilai berpotensi mengganggu privasi dan keamanan ekosistem iOS.

Baca Juga: Samsung Integrasikan Galaxy SmartTag ke Sistem Bagasi Pesawat, Dimulai dari Turkish Airlines • Jagat Gadget

Sementara tekanan publik meningkat, menteri telekomunikasi India mencoba meredam kekhawatiran dengan menyebut Sanchar Saathi sebagai aplikasi “sukarela dan demokratis”. Menurutnya, pengguna masih dapat menonaktifkan atau menghapus aplikasi kapan saja. Pernyataan ini justru memicu kebingungan karena bertentangan dengan perintah awal yang menyatakan aplikasi tidak boleh dibatasi fungsinya.

Situasi ini menempatkan produsen smartphone, terutama Apple, dalam posisi sulit. Di satu sisi mereka harus menyesuaikan diri dengan aturan lokal, sedangkan di sisi lain kebijakan tersebut dinilai menabrak prinsip privasi yang sudah lama mereka jaga.

Bagaimana menurut kalian, apakah aturan seperti ini masuk akal atau justru membuka pintu masalah baru bagi pengguna? Semoga saja ide kontroversial ini tidak diikuti pemerintah Indonesia ya!

Sumber

Tags:

Load Comments

Reviews

January 27, 2026 - 0

Review Vinko S10-NC: TWS Kualitas Mumpuni, Harganya Kok Cuma Segini?!

Ini Vinko S10-NC, TWS yang saya jamin terjangkau tapi punya…
January 24, 2026 - 0

Review OPPO Reno15 Pro Max 5G: OPPO Reno Series Pengalaman Pakainya Mirip Flagship

Ini adalah OPPO Reno15 Pro Max 5G, smartphone terbaru OPPO…
January 23, 2026 - 0

Review HUAWEI nova 14 Pro: Kamera Flagship di Harga Rp 8 Jutaan?!

Fitur Kamera Flagship HUAWEI, sekarang ada di nova! Budget kalian…
January 22, 2026 - 0

Review Redmi Note 15 5G: Smartphone Rp 3 Jutaan Desain Keren, Body Tipis, dan All Rounder dari Redmi!

Ini adalah Redmi Note 15 5G, Smartphone baru dari Redmi…

Accessories

February 21, 2025 - 0

Review Baseus Bowie MC1: OWS Tampilan Unik Dengan Harga Terjangkau!

Ini adalah Baseus Bowie MC1, OWS atau Open Wearable Stereo …
June 18, 2024 - 0

Review Kiip TH90: Wireless Headphone Over-Ear Rp 300 ribuan, Suara Makin Lama Makin Bagus

Mencari headphone berkualitas dengan harga terjangkau sering kali menantang, tapi…
April 23, 2024 - 0

Dua Speaker Bluetooth Tahan Air Xiaomi Terindikasi Akan Masuk Indonesia

Beberapa waktu lalu Xiaomi memperkenalkan dua speaker Bluetooth untuk keperluan…
December 27, 2023 - 0

Review CMF Buds Pro: Rp 700 Ribuan, Suara Jernih dan Punya Tiga Mode ANC

Nothing memasarkan produk baru lewat sub-brand baru mereka yaitu CMF,…

Wearables

January 27, 2026 - 0

Review Vinko S10-NC: TWS Kualitas Mumpuni, Harganya Kok Cuma Segini?!

Ini Vinko S10-NC, TWS yang saya jamin terjangkau tapi punya…
January 9, 2026 - 0

Review Huawei FreeClip 2: OWS Premium, Nyaman Dipakai, Audio Mumpuni, Naik Kelas!

Ini Huawei FreeClip 2! Secara umum desain buds-nya mungkin mirip…