Review moto G57 POWER: Keren, Khas Motorola Banget dengan Prosesor Baru dan Baterai Besar!

Smartphone baru moto untuk akhir tahun 2025! Ini moto g57 POWER!
Harganya terbilang terjangkau. Tapi, kelengkapannya terbilang menarik di kelasnya! Salah satunya, ada kamera ultrawide! Ini hal yang masih jarang dijumpai di kelas harganya. Baterainya besar, 7000 mAh. Ada stereo speaker, jack audio 3.5 mm, dan NFC. Konektivitas juga sudah 5G. SoC pakai Snapdragon 6s Gen 4, terbilang memadai untuk harganya! Sudah pakai Android 16. Fitur software juga melimpah, khas moto!
Langsung saja, kita mulai pembahasan moto g57 POWER ini!

Smartphone ini disebut sebagai iterasi dari moto G45, dan tentunya diposisikan di bawah moto g67 POWER. Jadi, kurang lebih tahu lah ya harganya di kisaran berapa! Smartphone ini tampaknya juga jadi yang terakhir dibawa Moto masuk resmi ke Indonesia untuk tahun 2025 ini.
Di tahun comeback mereka ke Indonesia, Moto sudah bawa cukup banyak smartphone. Kalau rajin mengikuti review kami, seharusnya sudah tahu lah ya ada smartphone Moto apa saja yang hadir resmi tahun ini. Semoga tahun depan gak kalah seru dan gak kalah banyak.
Balik lagi ke moto g57 POWER. Kita mulai pembahasan smartphone ini dengan melihat isi paket penjualannya!
Paket Penjualan

Isinya ada:
- unit Smartphone
- Charger 33W
- Kabel USB Type A to C
- Case
- SIM Tray Ejector
- Paket Dokumen
- dan ada juga bonus SIM Card Axis
Sayangnya, Moto tidak menyertakan screen protector di paket penjualan smartphone ini.
Desain moto g57 POWER
Nah, untuk desain, ini yang kami suka dari Moto, desain smartphone mereka konsisten dan punya ciri khas!

moto g57 POWER ini desainnya mirip, malah cenderung terlihat sama dengan moto g67 POWER dan moto G86 POWER. Seperti ini ya desainnya. Layar dan bodi belakangnya flat, tapi untuk frame ini tidak benar-benar flat. Ada lengkungan tipis yang membuatnya tidak terasa serba flat.

Bodi belakang menggunakan vegan leather, sementara untuk frame ini menggunakan polikarbonat. Opsi warna, Moto kembali menawarkan PANTONE Curated Colors, yaitu PANTONE Corsair, PANTONE Regatta, dan untuk yang kami pakai untuk pengujian ini disebut sebagai PANTONE Fluidity, dengan warna cyan.

Untuk rating ketahanan, ada IP64, yang berarti kedap debu dan tahan terhadap percikan air dari segala sisi. Jadi, masih aman lah kalau kehujanan tipis-tipis. Smartphone ini disebut juga sudah MIL-STD-810H Certified, bisa melewati 13 pengujian untuk standar ini, seperti suhu tinggi, suhu rendah, serta aman kalau terbentur atau terjatuh.
Tapi, anggap saja ini lebih ke arah perlindungan ekstra untuk jaga-jaga ya. Jangan sengaja dibenturkan atau dijatuhkan.
Dimensi, berdasarkan klaim Moto:

- Tinggi 166.23 mm
- Lebar 76.5 mm
- Tebal 7.99 mm
- Bobotnya ada di sekitar 210 gram.
Untuk sebuah smartphone dengan baterai 7000 mAh, bodi smartphone ini masih bisa dikatakan relatif tipis. Sementara bobotnya memang bukan yang terbilang ringan, tapi ini tidak bisa dikatakan terlalu berat juga.
Sekarang, kita lihat ada apa saja di bodi smartphone ini.



Sisi Kanan: tombol power sekaligus fingerprint scanner, tombol volume up dan down
Sisi Atas: microphone
Sisi Kiri: SIM Tray (2 Nano SIM, tidak ada slot Micro SD)
Sisi Bawah: audio jack 3.5 mm, microphone, USB-C, speaker.
Sekilas, smartphone ini cuma punya single speaker. Tapi, Moto menyebutkan kalau smartphone ini pakai Stereo Speaker. Apa earpiece-nya juga berfungsi sebagai speaker? Nanti kita coba ya.
Sisi depan

- Layar 6.72”, panel IPS
- Resolusi Full HD+, 2400 x 1080 piksel
- Refresh rate up to 120 Hz, adaptive. Menariknya, ini bukan cuma bisa turun ke 60 Hz!
Saat kami coba, refresh rate layar ini bisa turun sampai 30 Hz saat tidak ada aktivitas di layar. Sayangnya, saat kami coba nonton konten 30 fps, refresh rate layar masih belum bisa turun sampai 30 Hz. Tertahan di 60 Hz saja.
- Untuk brightness layar, saat kami coba, kami mendapatkan hasil di sekitar 530 nit untuk indoor.
Sementara untuk simulasi outdoor, bisa mencapai kisaran 1000 nit! Kurang lebih isi sudah sesuai ya dengan klaim dari Moto. Jadi ini sudah mumpuni untuk penggunaan di luar ruangan di siang hari ya.
- Untuk color gamut, smartphone ini punya dua mode warna, yaitu Vivid dan Natural.
Untuk mode Vivid, gamut coverage ada di kisaran 97.5% sRGB dengan gamut volume di 109.0% sRGB. Sementara untuk mode Natural, terlihat Moto mencoba membuat gamut volume sedekat mungkin dengan gamut coverage untuk sRGB.
Ini membuat gamut coverage sedikit turun ke 91.2% sRGB dengan gamut volume 93.9% sRGB. Tapi, walaupun ada penurunan persentase, bukan berarti layarnya jadi kurang berwarna ya. Tetap akan terlihat cukup berwarna.
Mode Natural ini seharusnya akan lebih pas digunakan kalau kita butuh melakukan tuning warna saat editing foto atau video. Sayangnya, belum tersedia mode warna yang menawarkan saturasi warna lebih tinggi lagi, misalnya mendekati 100% DCI-P3.
Tapi, secara umum tampilan warna di layar moto g57 POWER ini sudah akan terasa mencukupi untuk banyak orang.
- Untuk pelindung layar, smartphone ini menggunakan Gorilla Glass 7i.
- Untuk bezel di sekeliling layar, ini memang belum bisa dikatakan super tipis ya. Bezel bawah layar juga terlihat lebih tebal dari bezel kiri, atas, dan kanan.
- Layar ini juga disebut mendukung Water Touch. Jadi, sekalipun jari kita basah, navigasi di layar ini masih akan terasa nyaman, bebas gangguan.

Lanjut lagi, earpiece ada di bezel atas layar. Ini ternyata memang berfungsi juga sebagai speaker. Jadi, terbukti, memang ada stereo speaker di smartphone ini. Kualitas suaranya? Kami merasa suara yang dihasilkan lebih dominan di mid, dengan bass tipis sekali, serta treble yang juga tipis tapi masih cukup rapi. Secara umum, ini masih bisa dikatakan mencukupi untuk speaker di smartphone di kelas harganya. Bukan yang luar biasa, tapi masih jauh juga dari kesan sekedar bunyi saja.
Sistem audio di smartphone ini juga mendukung Dolby Atmos, dengan opsi Spatial Audio. Tapi, dengan konfigurasi dua speaker seperti ini, kita tentunya belum bisa berharap suara yang dihasilkan bisa seperti melingkupi kita. Ada juga opsi tuning suara di dalam pengaturan Dolby Atmos ini, berupa preset yang bisa kita pilih. Nah, di dalam setiap preset, ada juga pengaturan model Equalizer yang sudah disediakan.

Saat kami coba mengutak-atik pengaturan yang tersedia, opsi model Equalizer Brilliant Treble terasa bisa sedikit membantu mendapatkan suara yang bisa menghasilkan kesan lebih baik. Tapi “lebih baik” di sini bukan dalam artian tiba-tiba suaranya jadi kelas atas ya. Lebih ke relatif lebih rapi dan merata. Kalau mau coba tuning Equalizer, tersedia juga preset Custom dengan setting Manual di Equalizer. Bisa digunakan untuk sedikit lebih menyesuaikan karakter suara dengan preferensi kita.
Terkait volume suara, ini bukan yang super lantang. Tapi setidaknya sudah mencukupi untuk penggunaan pribadi.

Lalu, ada juga Front Camera atau kamera selfie yang ditempatkan di punch hole di area tengah atas layar.
- 8 MP
- f/2.0, Fixed Focus
- Video rec. bisa 1080p30 dan “2K” 30 fps. Nah, 2K ini maksudnya QHD ya, 2560 x 1440 piksel.
Sayangnya, perekaman video 60 fps belum didukung oleh kamera selfie ini. Tapi setidaknya ada opsi perekaman video di resolusi di atas Full HD.
Sisi Belakang:

Sistem kamera utamanya ditempatkan di bump di kiri atas sisi belakang dengan desain khas Moto.
- Kamera Utama 50 MP, Sony LYTIA 600, f/1.79, PDAF
Perekaman video bisa sampai 1080p60 atau QHD 30 fps.
- Ada juga Ultra Wide 8 MP, f/2.2, Fixed Focus
Perekaman video bisa sampai 1080p30 atau QHD 30 fps.
- Lalu, ada juga 2-in-1 Flicker Sensor
- Ada juga LED Flash
- Kemampuan kamera di smartphone ini juga didukung oleh Moto AI Photo Enhancement.
- Fitur: Pro (bisa untuk kamera utama, ultra wide, dan selfie, tapi memang hanya untuk foto saja), Portrait, Slow Motion, Night Vision, Panorama, Ultra Res, dan Dual Capture Video.
Nanti kita coba lihat ya kemampuan seperti apa yang ditawarkan kamera di smartphone ini.















