Clicks Communicator, Smartphone yang Berusaha Hidupkan Kembali Era Blackberry
Berawal dari aksesori keyboard fisik, brand bernama Clicks baru-baru ini merilis smartphone Clicks Communicator yang hadir sebagai upaya terbaru untuk menghidupkan kembali kejayaan ponsel ber-keyboard fisik ala BlackBerry. Smartphone ini menyasar pengguna yang rindu mengetik dengan tombol asli, bukan sekadar layar sentuh.
Dari depan, Clicks Communicator mengusung layar AMOLED 4,03 inci dengan resolusi 1080 x 1020 piksel. Ukurannya terbilang kecil untuk standar saat ini, namun justru pas untuk penggunaan satu tangan. Kamera depan 24 MP ditempatkan di sudut kiri atas, berbeda dari tren punch hole tengah.
Di sektor performa, ponsel ini ditenagai chipset MediaTek fabrikasi 4 nm, meski detail spesifik belum diumumkan. Penyimpanan internalnya sebesar 256 GB dan masih bisa diperluas lewat microSD hingga 2 TB. Untuk daya, tersedia baterai 4.000 mAh berbahan silicon-carbon yang mendukung pengisian USB-C dan wireless Qi2.
Bagian belakang hanya dibekali satu kamera utama 50 MP dengan OIS. Meski terlihat sederhana, konfigurasi ini dinilai cukup untuk kebutuhan harian. Apalagi desain cover belakang bisa dilepas, fitur yang kini semakin jarang kita temui di smartphone masa kini.
Daya tarik utama tentu ada pada keyboard fisiknya yang tak cuma buat mengetik tapi juga mendukung sentuhan. Pengguna bisa melakukan scrolling tanpa menyentuh layar, mirip trackpad. Sensor sidik jari pun tersembunyi rapi di tombol spasi.
Clicks Communicator juga membawa fitur unik seperti tombol samping dengan LED yang bisa dikustomisasi. LED ini bisa menampilkan warna berbeda untuk kontak atau aplikasi tertentu. Tombol tersebut juga bisa dipakai untuk merekam suara hingga mengubah ucapan menjadi teks.
Ponsel ini menjalankan Android 16 dengan launcher khusus. Clicks menjanjikan dua tahun pembaruan Android dan lima tahun update keamanan. Clicks Communicator bakal dibanderol dengan harga USD 499 atau sekitar Rp8,3 jutaan. Meski mungkin tak se-powerful smartphone di kelas harganya, tapi konsepnya unik. Menurut kalian gimana, apakah worth it?

















