Google Umumkan Update Source Code AOSP Jadi 2x Setahun
Google resmi mengumumkan bahwa mulai 6 Januari 2026, Android Open Source Project (AOSP) hanya akan merilis source code dua kali dalam setahun. Pola ini berbeda jauh dari kebiasaan lama, saat developer bisa melihat perkembangan Android setiap tiga bulan.

Bagi komunitas developer, perubahan ini terasa cukup besar. AOSP selama ini menjadi rujukan utama untuk memahami arah Android, mulai dari API baru, perubahan sistem, sampai optimasi di level paling dasar. Dengan jadwal baru, jeda informasi bisa mencapai enam bulan.
Fitur Baru Dirilis Setelah Benar-benar Matang

Google menjelaskan bahwa keputusan ini berkaitan dengan model pengembangan “trunk-stable” yang kini mereka terapkan penuh. Dengan cara ini, seluruh engineer bekerja di satu cabang utama yang selalu dijaga dalam kondisi siap rilis. Fitur baru tidak langsung terlihat karena disimpan di balik feature flag sampai dianggap benar-benar matang.
Dari sudut pandang teknis, pendekatan ini memang terdengar lebih rapi. Risiko konflik kode berkurang, proses integrasi lebih sederhana, dan fondasi platform diklaim lebih stabil. Google juga menyebut beban kerja tim internal serta mitra OEM bisa ditekan karena jumlah cabang publik yang lebih sedikit.
Kurang Menguntungkan Untuk Kalangan Developer Android AOSP
Namun, bagi para developer independen dan proyek berbasis komunitas kini berada di posisi kurang menguntungkan. Custom ROM yang selama ini bergerak cepat mengikuti rilis Android kemungkinan harus menunggu lebih lama untuk menyesuaikan fitur baru.
Baca Juga: OnePlus Bakal Dihentikan? • Jagat Gadget
Di sisi lain, mitra besar dari brand-brand smartphone, disebut tetap punya akses lebih awal lewat jalur kerja sama internal. Kondisi ini membuat jarak antara pemain besar dan komunitas kecil semakin terasa, terutama bagi developer yang mengandalkan AOSP publik sebagai satu-satunya sumber.
Patch Keamanan Tetap Hadir Setiap Bulan
Soal keamanan, Google menegaskan tidak ada pengurangan ritme. Patch keamanan tetap hadir setiap bulan melalui cabang khusus. Artinya, meskipun fitur baru tertahan, perlindungan terhadap celah keamanan tetap berjalan seperti biasa.
Bagi developer aplikasi maupun penggiat open-source, 2026 akan menjadi tahun penyesuaian. Model rilis dua kali setahun ini bisa saja membuat Android lebih stabil di permukaan, tetapi juga memunculkan pertanyaan baru soal transparansi dan akses yang setara.
Jadi apakah kebijakan baru ini membuat ekosistem Android lebih ”matang,” atau justru menjauhkan komunitas dari proses pengembangannya? Bagaimana menurut kalian?
















