OnePlus Bakal Dihentikan?
OPPO disebut sedang merapikan portofolio merek smartphone di bawah naungannya. Setelah sebelumnya kembali mengintegrasikan Realme ke dalam struktur internal dan memangkas tenaga kerja di beberapa divisi, kini perhatian tertuju ke OnePlus.

Menurut laporan Android Headlines, OPPO dikabarkan tengah mengevaluasi keberlanjutan OnePlus menyusul kinerja penjualan yang terus melemah. Sepanjang 2024, penjualan smartphone OnePlus disebut turun signifikan, berbanding terbalik dengan performa OPPO yang justru tumbuh di periode yang sama. Situasi ini membuat OnePlus dinilai semakin sulit dipertahankan sebagai merek terpisah.
Baca Juga: OPPO A6t Series Siap Rilis, Tawarkan Snapdragon 685 dan Baterai Besar • Jagat Gadget
Realme sendiri sudah lebih dulu terkena dampak penataan ulang. Penggabungan kembali ke dalam struktur OPPO diikuti pemangkasan besar-besaran, yang memberi sinyal bahwa OPPO ingin menyederhanakan operasi dan menekan biaya. Ke depan, posisi Realme diperkirakan akan lebih dekat dengan OPPO, baik dari sisi strategi produk maupun pengembangan.
Pasar OnePlus Lemah
Sementara itu, OnePlus menghadapi tekanan yang lebih berat. Banyak retailer dilaporkan mulai menarik produk OnePlus karena margin yang rendah, ditambah pangsa pasar yang relatif kecil di China dan India. Di luar dua pasar tersebut, kehadiran OnePlus juga makin menyusut seiring pemangkasan tim dan berkurangnya kerja sama dengan operator.
Dari segi inovasi sendiri, yang terlihat saat ini OnePlus hanya membranding ulang produk-produk dari OPPO untuk dipasarkan di wilayah yang berbeda. Mungkin juga ini jadi alasan menurunnya peminat produk OnePlus.
Meski rumor penghentian OnePlus terdengar kuat, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari OPPO maupun OnePlus. Informasi yang beredar disebut berasal dari sumber internal lintas wilayah. Selama belum ada konfirmasi, OPPO masih punya ruang untuk memilih, apakah mempertahankan OnePlus sebagai merek tersendiri atau menyederhanakan bisnisnya dengan fokus ke OPPO dan Realme.















