iQOO G1, Controller Smartphone dengan Grip Modular!
Selain meluncurkan perangkat seperti iQOO Neo 12 dan iQOO Pad Pro, iQOO turut memperkenalkan aksesori controller gaming bernama iQOO G1. Controller ini dirancang untuk memberikan kontrol lebih presisi saat bermain game di smartphone maupun tablet berukuran kecil. Salah satu fitur menariknya adalah grip modular yang bisa diganti sesuai kebutuhan.
iQOO G1 Punya Joystick Hall Effect dan Grip Modular
iQOO G1 menggunakan desain telescopic yang dapat memanjang hingga 211 mm agar kompatibel dengan berbagai ukuran perangkat. Tersedia dua set grip magnetik yang bisa ditukar, mulai dari versi ringkas untuk dibawa bepergian hingga grip lebih besar dengan sensasi seperti controller konsol. Bobotnya sendiri di angka 176,5 gram saat menggunakan grip berukuran besar.
Untuk kontrol, controller ini dibekali joystick Hall Effect yang dirancang lebih presisi dan mengurangi risiko stick drift. Joystick-nya diklaim mampu bertahan hingga 5 juta kali penggunaan dan menyediakan tiga pilihan tutup analog. Tombol ABXY menggunakan micro-switch, sementara D-pad dibuat dengan respons taktil dan tersedia tombol bahu L4 serta R4 yang dapat dikustomisasi.
Berbeda dari controller wireless, iQOO G1 terhubung langsung melalui USB-C sehingga tidak memerlukan proses pairing Bluetooth. Karena tidak memiliki baterai internal, daya perangkat diambil langsung dari smartphone atau tablet yang terhubung. Namun, controller ini mendukung pass-through charging hingga 15W agar perangkat tetap bisa diisi daya saat bermain.
Baca Juga: iQOO Pad Pro Debut dengan Snapdraogn 8 Elite Gen 5 • Jagat Gadget
Untuk mengatur tombol tambahan, dead zone joystick, dan fitur rapid-fire, pengguna perlu memakai aplikasi iQOO Game Space dan Game Magic Box. Saat peluncuran, fitur tersebut secara resmi mendukung iQOO 16, iQOO Neo 12, iQOO Pad Ultra, dan iQOO Pad Pro 8,8 inci yang menjalankan OriginOS 7 atau lebih baru.
iQOO G1 dijual di China dengan harga 499 yuan atau sekitar Rp1,2 jutaan dan tersedia dalam warna Cool Black. Ketersediaannya secara global masih belum diumumkan. Menurut kalian, apakah menarik kalau perangkat ini diboyong iQOO ke pasar Indonesia?

















