HP Baterai Besar, Bukan Jaminan Irit Daya? feat. realme C100

Bagi mereka yang nggak mau berpikir panjang, pasti punya patokan: Makin besar kapasitas baterai, pasti makin irit dan awet dong daya tahannya?
Smartphone baterai 5000 mAh pasti lebih boros dari yang 6500 mAh? Padahal, tidak selalu begitu lho! Kenyataannya tidak sesederhana itu, dan ini yang akan kami bahas kali ini.
Sebelum mulai, kami mau kasih tahu dulu soal sesuatu. Sebetulnya, menyebut kapasitas baterai pakai satuan mAh itu masih kurang tepat secara teknis. Satuan mAh itu mili-ampere-hour — ini satuan arus listrik, bukan energi. Yang benar seharusnya pakai Wh alias Watt-hour — itu baru satuan untuk energi yang tersimpan. Makanya kalau kalian lihat spesifikasi baterai laptop, pakainya Wh. Karena laptop lebih “jujur” soal ini.

Nah, kenapa smartphone malah pakai mAh? Simpelnya gini: baterai smartphone itu tegangannya relatif sama semua, sekitar 3,7 sampai 3,8 volt. Dan karena Energi = Tegangan × Arus, kalau tegangannya dianggap sama, ya tinggal bandingin arusnya aja. Makanya mAh masih masuk akal buat bandingin antar HP. Dan ada satu alasan lain yang kayaknya juga berperan: angkanya lebih “wow”. Baterai 50Wh kedengarannya kecil banget. Tapi kalau dibilang 10.000 mAh? Nah, itu baru kedengeran keren.

Jadi sekarang kalian udah tau “rahasianya”. mAh itu praktis, angkanya enak, dan selama dibanding sesama HP ya masih valid kok. Tapi kita belum sampai ke bagian yang beneran penting: kenapa baterai besar itu kami bilang bukan jaminan smartphone akan irit daya?
Jawabannya ada di lima faktor ini, yang kami bahas lengkap di video pembahasan kali ini:















