Spotify Bakal Tagih Biaya Tambahan untuk Tool AI?
Spotify dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menagih biaya tambahan sebesar 4 dolar AS hingga 5 dolar AS bagi pengguna yang tertarik menggunakan tool AI baru mereka. Laporan terbaru juga menyebutkan, layanan tersebut ditargetkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Apa Itu AI Tool Baru di Spotify?

Pada bulan Mei lalu, Spotify mengumumkan telah menjalin kerja sama lisensi dengan Universal Music Group untuk menghadirkan tool AI baru. Tool yang masih belum diketahui namanya itu memungkinkan pengguna membuat cover atau remix lagu dari artis yang sudah menyatakan kesediaannya untuk mengikuti program tersebut.
Nah, mungkin kalian masih bingung seperti apa tool AI ini. Intinya, tool tersebut tidak ditujukan untuk membuat lagu baru, tetapi mengubah lagu yang sudah ada di Spotify. Misalnya, mengubah lagu folk menjadi versi dance.
Menariknya lagi, tool ini bisa membuat seolah-olah seorang artis membawakan lagu milik artis lain. Meski begitu, tidak semua artis dan lagu bisa kalian buat versi cover-nya. Tool ini tidak bisa menggunakan lagu dari artis yang tidak ikut program. Ya, kata kuncinya adalah seorang artis harus opt-in terlebih dahulu sebelum karyanya bisa digunakan untuk program AI ini.
Selain itu, katalognya juga terbatas dan berlisensi. Meski sebuah label sudah bekerja sama dengan Spotify, bukan berarti seluruh lagu di bawah naungannya otomatis tersedia. Setiap artis tetap harus memberikan persetujuan sendiri. Hingga saat ini, Spotify masih bernegosiasi dengan Sony Music dan Warner Music.
Baca Juga: Spotify Ingin Gaet Lebih Banyak Podcaster, Imingi 90% Pendapatan Lewat Fitur Memberships
Sudah Premium, Masih Harus Bayar Biaya Tambahan?
Saat mengumumkan tool baru tersebut, Spotify tidak mengungkapkan harga yang harus dibayar untuk menggunakan layanan ini. Kala itu, mereka hanya menyebutkan bahwa layanan ini bakal menjadi add-on bagi pelanggan Premium.
Nah, menurut laporan terbaru yang dikutip dari Financial Times, Spotify sedang mempertimbangkan biaya tambahan sebesar 4 dolar AS hingga 5 dolar AS per bulan. Artinya, biaya tersebut harus dibayar di luar langganan Premium yang sudah dimiliki pengguna. Namun, angka ini belum final dan masih bisa berubah sebelum layanan diluncurkan.
Spotify sendiri dikabarkan menargetkan peluncuran tool AI ini pada kuartal pertama 2027. Ada kemungkinan mereka akan memperkenalkannya bertepatan dengan ajang Grammy Awards pada Februari mendatang.
Menariknya, Spotify juga dikabarkan sedang menyiapkan sistem pembagian royalti untuk karya hasil remix pengguna. Pendapatan dari remix tersebut nantinya akan diberikan kepada artis pemilik lagu aslinya. Bahkan, Spotify disebut sedang mengembangkan cara agar remix buatan pengguna bisa masuk ke playlist, dengan jumlah pemutarannya turut dihitung ke dalam perolehan lagu aslinya di tangga lagu Spotify.
Dengan begitu, tool ini bukan hanya ditujukan untuk memberikan pengalaman baru bagi pengguna, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi para musisi yang bersedia berpartisipasi.















