Developer Sebut OnePlus 3 Punya Latensi Touchscreen yang Buruk

Author
Friska
Reading time:
November 30, 2016
OnePlus 3 - Red

Layar touchscreen pada smartphone belakangan ini mulai berkembang menjadi capacitive touchscreen menggantikan resistive touchscreen, di mana hal ini pun memberikan perubahan baru terhadap era bagaimana penggunanya berinteraksi dengan smartphone yang dimiliki. Capacitive touchscreen sendiri memberikan perkembangan baru terhadap gesture, tipe game yang berbeda, dan bagaimana pengguna berinteraksi dengan aplikasi. Walau begitu, tidak semua capacitive touchscreen dibuat secara sama, yang dikeluhkan oleh salah satu developer terhadap perangkat OnePlus 3.

Berdasarkan laporan dari developer arter97, pihaknya mengklaim bahwa latensi touch pada OnePlus 3 merupakan yang terburuk yang pernah ia lihat. “OnePlus 3 punya latensi touch yang sangat buruk pada perangkat Android. Keluwesaan tidak berbanding sama dengan latensi. OnePlus 3 punya hardware yang mulus. Dan mulus di sini artinya GPU bisa secara konsisten menangani ouput 60fps. Latensi merupakan hal yang lain lagi, mengingat latensi itu besar, konten di bawah jari selalu menggikuti jarimu secara perlahan (lebih terlihat lagi ketika kamu melakukan scroll secara perlahan).”

Klaim tersebut juga didukung oleh beberapa user lain dalam forum OnePlus, di mana mereka menemukan permasalahan yang sama. Hal ini, diprediksikan, merupakan isu software atau optimasi karena sekitar seminggu yang lalu, OnePlus baru saja melakukan update untuk OnePlus 3T yang juga melakukan peningkatan terhadap firmware untuk panel touchscreen. Di mana, update ini tidak didapatkan untuk OnePlus 3.

Tidak dijelaskan oleh pihak OnePlus sendiri apakah update tersebut akan hadir di OnePlus 3 atau perangkat OnePlus lainnya, sementara penjualan dan produksi OnePlus 3 sendiri akan berhenti terutama di wilayah Amerika Serikat dan Eropa. Tapi diharapkan, pihak terkait menyadari akan isu touchscreen tersebut dan melakukan update secepatnya.

(source)

Load Comments

Reviews

February 2, 2026 - 0

Review Infinix Note Edge 5G+: Baterai Besar, Body Tipis, XOS 16, Android 16, Gak Pake Iklan!

Ini adalah Infinix Note Edge 5G+. Smartphone terbaru dari Infinix,…
January 27, 2026 - 0

Review Vinko S10-NC: TWS Kualitas Mumpuni, Harganya Kok Cuma Segini?!

Ini Vinko S10-NC, TWS yang saya jamin terjangkau tapi punya…
January 24, 2026 - 0

Review OPPO Reno15 Pro Max 5G: OPPO Reno Series Pengalaman Pakainya Mirip Flagship

Ini adalah OPPO Reno15 Pro Max 5G, smartphone terbaru OPPO…
January 23, 2026 - 0

Review HUAWEI nova 14 Pro: Kamera Flagship di Harga Rp 8 Jutaan?!

Fitur Kamera Flagship HUAWEI, sekarang ada di nova! Budget kalian…

Accessories

February 21, 2025 - 0

Review Baseus Bowie MC1: OWS Tampilan Unik Dengan Harga Terjangkau!

Ini adalah Baseus Bowie MC1, OWS atau Open Wearable Stereo …
June 18, 2024 - 0

Review Kiip TH90: Wireless Headphone Over-Ear Rp 300 ribuan, Suara Makin Lama Makin Bagus

Mencari headphone berkualitas dengan harga terjangkau sering kali menantang, tapi…
April 23, 2024 - 0

Dua Speaker Bluetooth Tahan Air Xiaomi Terindikasi Akan Masuk Indonesia

Beberapa waktu lalu Xiaomi memperkenalkan dua speaker Bluetooth untuk keperluan…
December 27, 2023 - 0

Review CMF Buds Pro: Rp 700 Ribuan, Suara Jernih dan Punya Tiga Mode ANC

Nothing memasarkan produk baru lewat sub-brand baru mereka yaitu CMF,…

Wearables

January 27, 2026 - 0

Review Vinko S10-NC: TWS Kualitas Mumpuni, Harganya Kok Cuma Segini?!

Ini Vinko S10-NC, TWS yang saya jamin terjangkau tapi punya…
January 9, 2026 - 0

Review Huawei FreeClip 2: OWS Premium, Nyaman Dipakai, Audio Mumpuni, Naik Kelas!

Ini Huawei FreeClip 2! Secara umum desain buds-nya mungkin mirip…