Review ADVAN Macha: Smartphone 5G yang Tipis dan Bikin Kaget?

ADVAN Macha! Ini smartphone kedua yang dihadirkan ADVAN di tahun comeback mereka ke dunia smartphone!
Posisinya di atas ADVAN X1 yang sudah dirilis beberapa bulan lalu. Menariknya, ini smartphone 5G! Iya, bukan cuma 4G lagi. Sudah kekinian dan future proof! Layar sudah pakai panel AMOLED! SoC baru! Pakai Dimensity 7060! Kapasitas RAM dan storage? Bakal jadi kecil gak karena kan katanya harga lagi naik?
Ternyata, smartphone ini masih menawarkan RAM 8 GB dan storage 256 GB, ukuran yang terbilang pas di kelas harganya! Menariknya lagi, OS-nya juga sudah pakai basis Android 15!
Langsung saja, kita mulai pembahasan ADVAN Macha ini!

Ya, ADVAN Macha. Nama smartphone ini memang terinspirasi dari minuman “matcha” atau teh khas Jepang, yang disebut membawa energi, fokus, dan ketenangan. Selain itu, Macha ini disebut merupakan singkatan juga dari Masterpiece of Aesthetics, Clarity, and High Accuracy. Jadi, memang M A C H A ya, bukan M A T C H A.
OK, kita langsung saja kenalan dengan smartphone dari brand lokal ini! Kita mulai dari isi paket penjualannya!
Paket Penjualan
Isinya ada:

- unit Smartphone, lengkap dengan screen protector yang sudah terpasang
- Charger 33W
- Kabel USB Type C to C
- Case
- SIM Tray Ejector
- Paket Dokumen
Desain ADVAN Macha

Smartphone ini punya bodi yang terbilang relatif tipis! Tebalnya disebut hanya 7.3 mm. Secara umum, desain ini membuatnya terlihat minimalis, tapi tetap menampilkan kesan elegan. Untuk warnanya, ini memang hanya ada satu ini saja dengan warna hitam. Sayangnya, untuk yang berharap ada warna hijau khas matcha, ternyata tidak tersedia.

Smartphone ini pakai gaya serba flat. Jadi, sisi belakang, frame, dan layarnya flat. Tapi, ini bukan serba flat yang terasa “kasar” ya, karena area pertemuan layar dan frame didesain memiliki sedikit lengkungan seperti ini. Untuk frame, tentunya pakai polikarbonat. Standar untuk smartphone di kelas menengah terjangkau.

Terkait dimensi:

- Tinggi 164 mm
- Lebar 76 mm
- Tebal 7.3 mm
Sementara bobotnya sekitar 177 gram saat kami timbang.
Sekarang, kita lihat ada apa saja di bodi smartphone ini.


Sisi Kanan: tombol power, tombol volume up/down
Sisi Atas: microphone, grill speaker, infra red blaster
Sisi Kiri: kosong
Sisi Bawah: SIM Tray (Hybrid, bisa 2 Nano SIM atau 1 Nano SIM + 1 Micro SD), microphone, USB C, grill speaker

Smartphone ini punya dual speaker. Saat kami coba, suara yang dihasilkan terasa lebih dominan di mid. Treble agak kasar, tapi setidaknya belum sampai yang terasa menyakitkan di telinga. Separasi suara, tentunya kita belum bisa berharap yang luar biasa ya di smartphone dengan harga relatif terjangkau. Untuk volume, sudah terbilang lantang. Sudah sangat mencukupi untuk penggunaan pribadi.
Secara umum, kami merasa speaker smartphone ini masih bisa dikatakan layak dan sangat bisa diterima untuk kelas harganya.
Sisi depan

- Layar 6.67”, panel AMOLED
- Resolusi Full HD+, 2400 x 1080 piksel
- Refresh rate up to 120 Hz, bisa turun secara otomatis ke 60 Hz kalau kita pakai mode Dynamic. Ya, adaptive nih refresh rate-nya.
Kalau mau membatasi refresh rate sampai ke 90 Hz saja, ada juga opsinya di menu setting. Sayangnya, kalau kita aktifkan opsi ini, refresh jadi benar-benar terkunci di 90 Hz saja, bukan bisa naik-turun 60 Hz – 90 Hz.
- Terkait brightness layar, saat kami coba ukur untuk indoor, brightness bisa mencapai sekitar 510 nit. Sudah terbilang memadai.
Kalau untuk simulasi outdoor, ternyata bisa naik lagi ke sekitar 875 nit! Wah, mantap juga ya. Sudah pas untuk penggunaan di luar ruangan di siang hari.
- Untuk color gamut, ada mode Normal dan Vivid.
Saat kami coba ukur, kedua mode ini ternyata karakternya masih terbilang mirip. Gamut coverage-nya ada di 100% sRGB dengan gamut volume 171% sRGB. Kalau untuk DCI-P3, gamut coverage-nya di 99.5% dengan gamut volume di 121%.
Jadi, saturasi warnanya terbilang tinggi sekali. Sayangnya, tidak ada mode yang lebih dioptimalkan ke 100% sRGB, yang akan lebih cocok untuk kita tuning warna di foto atau video. Jadi, kalau harus tuning warna di foto atau video dengan smartphone ini, perlu diingat ya, bisa jadi hasil tuning kita terlihat sudah OK di smartphone ini, tapi saat dilihat di layar smartphone lain masih terasa kurang berwarna.
- Untuk bezel layar, bukan yang super tipis. Bezel bawah layar juga masih sedikit lebih tebal dari bezel di kiri dan kanan. Tapi, ini juga masih bisa dikatakan tidak terlihat tebal juga untuk smartphone kelas menengah terjangkau.
Untuk earpiece, seperti biasa ini ditempatkan di bezel atas layar.

Ada juga kamera selfie yang ditempatkan di punch hole di area tengah atas layar.
- 8 MP
- f/2.0, Fixed Focus
- Video rec. bisa sampai 1080p30. Sayangnya belum ada opsi perekaman video sampai 60 fps.
Sisi Belakang:
Ada camera bump yang diposisikan di bagian atas sisi belakang dengan desain memanjang seperti ini. Isinya:

- Kamera Utama 50 MP, Sony IMX752, f/1.8, AF
Perekaman video, ada opsi sampai resolusi “2K” alias 2560 x 1440 piksel, ini terbatas ke 30 fps saja ya. Sementara kalau kita pakai opsi HD atau Full HD, frame rate sampai 60 fps tersedia. Ada opsi perekaman video yang lebih tinggi dari 1080p30 saja.
- Sementara untuk kamera yang satu lagi, ini disebut untuk fitur Macro.
- LED Flash tentunya juga tersedia.
- Fitur: Night Mode, EIS, Anti Flicker, 50 MP Photo, Dual-View Video, Document Correction, Group Photo, AI Emoji, GIF, Pro Mode, Pro Video, Film, Slow Motion, dll.
Menarik ya, bahkan Pro Video pun tersedia. Memang cuma bisa untuk kamera utama. Tapi, ini fitur yang terbilang langka di kelas terjangkau.















