Review Snapdragon 625: Smartphone Kelas Menengah Menjadi Terasa Premium
Bermain Game di Zenfone 3 ZE520KL

Performa tinggi dari SoC Snapdragon 625 yang disematkan pada smartphone yang ASUS ZE520KL cukup membuat kami penasaran, sejauh apa kemampuan dari perangkat ini saat digunakan bermain game. Berdasarkan pengujian 3DMark Ice Storn Ultimate di halaman sebelumnya, terlihat bahwa Snapdragon 625 dengan GPU Adreno 506 terlihat cukup menjanjikan untuk game 3D walaupun bukan jadi yang terkencang. Oleh karena itu, kami akan coba memainkan langsung game 3D di smartphone Zenfone 3 untuk melihat performa dari SoC tersebut untuk game.
Berikut beberapa game yang kami mainkan menggunakan Zenfone 3 ZE520KL yang dibekali chipset Snapdragon 625. Dalam pengujian ini kami tak hanya menguji performa dapur pacu dari smartphone tersebut, tapi penggunaan smartphone secara keseluruhan saat digunakan bermain game.
Need For Speed: No Limit

Untuk menguji kemampuan dari Snapdragon 625, kami menguji dengan game yang secara grafis masih tergolong kelas menengah. Yaitu Game balap Need for Speed: No Limit. Hasilnya pun bisa dibilang memuaskan, karena perangkat smartphone yang kami gunakan, dalam hal ini adalah ASUS Zenfone 3 ZE520KL mampu menjalankan aplikasi game dengan sangat optimal.
Saya mencoba bermain game Need for Speed: No Limit dengan waktu kurang lebih 1 jam dan merasakan suhu perangkat ini sudah mulai naik. Tapi belum masuk dalam kategori overheating, karena perangkat masih sebatas hangat dalam genggaman. Aplikasi pun tetap berjalan normal dan tetap lancar digunakan. Tak ada kendala selama bermain game yang satu ini.
Assassin Creed: Pirates

Saat bermain game ini, performa smartphone tampaknya agak lebih cepat turun. Tapi untuk suhu panas, perangkat ini juga tetap stabil. Karena kinerja grafis lebih tinggi sehingga smartphone akan lebih cepat naik. Namun pada perangkat Zenfone 3 ZE520KL, pada saat kinerja prosesor telah ‘melebihi’ kapasitas, secara otomatis performa diturunkan agar tidak mengalami over heating. Hasilnya sesekali grafis mulai terasa laging, tapi setidaknya tidak mengalami crash. Dalam kondisi tersebut, ada baiknya pengguna sejenak mengistirahatkan smartphone hingga suhu perangkat kembali aman.
NBA Live

NBA Live adalah salah satu game favorit yang biasa saya mainkan di smartphone. Meski secara grafis game yang satu ini masih terbilang menengah, game ini lebih banyak membutuhkan koneksi internet saat dimainkan. Saat dimainkan game ini juga terasa begitu lancar. Koneksi internet juga stabil dan tidak terputus saat menggunakan wi-fi maupun data selular. Modem LTE X9 tampaknya juga menjadi salah satu kunci dimana kestabilan koneksi internet terjaga dengan baik.
Untuk melihat game playtest SoC Snapdragon 625 menggunakan ASUS Zenfone 3 ZE520KL anda bisa menyimak videonya berikut ini.
Kesimpulan
Snapdargon 625 menjadi SoC keluaran baru dari Qualcomm yang patut diperhitungkan untuk kelas menengah. Performa yang ditawarkan bisa dikatakan menarik. Pengguna smartphone premium dengan SoC kelas atas bisa jadi akan mendapatkan feel yang mirip dengan apa yang biasa mereka gunakan ketika menggunakan smartphone kelas menengah dengan SoC ini, termasuk ASUS Zenfone 3 ZE520KL yang kami gunakan kali ini. Aktivitas multitasking dapat dilahap dengan baik oleh smartphone dengan SoC Snapdragon 625, terutama karena kemampuan multi core tinggi yang dimilikinya.

Fabrikasi 14 nm mendukung Qualcomm untuk menawarkan clock tinggi untuk delapan Cortex A53 di SoC ini, dan menjamin kestabilan clock saat digunakan dalam jangka waktu lama, tanpa masalah overheating. Fitur tambahan nan menarik yang disematkan Qualcomm pun mendukungnya untuk jadi SoC “modern” sesuai dengan standar tinggi saat ini, seperti USB 3.0, perekaman video 4K @ 30 fps, serta WiFi AC. Semua hal yang ditawarkan Qualcomm di SoC Snapdragon ini membuatnya menawarkan sensasi premium di smartphone kelas menengah (bahkan menengah ke bawah) yang terjangkau.
(+) Performa tinggi di kelas menengah
(+) Fabrikasi 14 nm, membuat suhu tetap terjaga rendah meski semua core bisa bekerja pada 2 GHz
(+) Dukungan untuk WiFi AC, Bluetooth 4.1, USB 3.0, dan Quick Charge 3.0
(+) Perekaman video 4K @ 30 fps, dengan codec H.264/H.265
(+) Sensor kamera hingga 24 MP dengan Dual ISP
(+) LTE Cat. 7/Cat. 13 dengan Qualcomm Global Mode
(+) Sensasi performa kelas premium di smartphone kelas menengah
(-) Dukungan resolusi layar terbatas di 1920 x 1080 piksel

















