Review Zenfone 3 Laser (ZC551KL): Lebih Terjangkau, Pengalaman Tetap Memuaskan
Uji Perormance
Pengujian produk Zenfone 3 Laser ZC551KL sekaligus juga menjadi pengujian pertama kami untuk perangkat dengan SoC Snapdragon 430 dari Qualcomm. Pengujian kami lakukan tentunya dengan melakukan beberapa tes menggunakan aplikasi benchmark seperti yang biasa kami pakai, yaitu AnTuTu 6.0.1, Geekbench 3, 3D Mark serta Pcmark. Berikut hasil pengujian kami untuk performa dari ASUS Zenfone 3 Laser.
AnTuTu 6.0.1
Aplikasi benchmark yang satu ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan untuk mengukur kekuatan sebuah perangkat Android. Beberapa hal yang diuji di AnTuTu antara lain User Experience (UX), CPU, RAM, GPU, dan I/O. Semakin tinggi hasilnya, semakin baik. Kami menggunakan AnTuTu 6.0.1 untuk pengujian ini, dikarenakan database inilah yang kami gunakan sejak awal tahun 2016. Sehingga untuk perbandingan tentunya kami harus melakukan pengujian dengan versi aplikasi benchmark yang sama.


Geekbench 3
Geekbench 3 digunakan untuk menguji kemampuan prosesor. Angka yang ditampilkan akan menjadi hasil uji yang cukup konsisten dan bisa digunakan untuk acuan yang cukup baik. Skor single core akan menggambarkan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Sama seperti AnTuTu, Geekbench yang kami gunakan disini masih versi Geekbench 3 meskipun sudah ada aplikasi Geekbench 4, dikarenakan database yang kami gunakan sebagai perbandingan adalah Geekbench 3.



3DMark
Aplikasi benchmark yang satu ini digunakan untuk mengetahui indikator performa gaming maksimum. 3DMark akan menguras kemampuan 3D dan prosesor smartphone yang terkait dengan kemampuan gaming. Demo benchmark yang kami gunakan adalah Ice Storm Unlimited.


PCMark
PCMark adalah aplikasi bencmark yang digunakan untuk menampilkan kemampuan menyeluruh dari sebuah smartphone untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk browsing, performa olah video dan gambar.


Melihat performa keseluruhan dari Zenfone 3 Laser, tentunya kita dapat menarik kesimpulan bahwa perangkat ini memiliki performa yang cukup tinggi dikelasnya. Bahkan jika dibandingkan dengan beberapa smartphone lain di kelas menengah keatas di tahun 2015, perangkat ini sudah jauh lebih mumpuni.
SoC Snapdragon 430 rupanya cukup powerful untuk beberapa kebutuhan kerja. Angka skor AnTuTu, Geekbench 3 dan PCMark menunjukan hasil yang cukup maksimal. Sementara untuk kebutuhan grafis, hanya masih tergolong cukup baik. Setidaknya untuk game-game kelas menengah, smartphone ini masih tetap mampu mengakomodir dengan baik. Kami mengujinya dengan beberapa game menarik seperti Sniper With Jason Statham, NBA Live dan juga . Game ini berjalan dengan cukup baik, hanya saja smartphone ini sedikit overheat. Maklum, perangkat ini memiliki desain body bermaterial metal, sehingga suhu panas lebih cepat meningkat.


Tersedianya menu Auto-start Manager membuat Anda dapat mengatur mana aplikasi yang ingin diijinkan tetap bekerja di background dan mana yang tidak boleh. Anda bisa mengaturnya melalui aplikasi Mobile Manager yang telah tersedia secara pre-installed pada perangkat. Dengan aplikasi Mobile Manager ini anda juga bisa mengatur mode performa baterai anda, dengan pilihan Performance, Normal, Power Saving dan juga Super Saving.















