Review Gamen Cooler Siberia: Gaming Berat Jadi Lancar!
Uji Performa

Sebelum menguji menggunakan benchmark dan smartphone spesifik yang dipakai untuk pengujian, kita lihat lebih dulu seberapa efektif mode pendingin yang dimiliki oleh cooler ini.

Kami melakukan tes di ruangan AC -+ 25°C, kemudian memakai level 3 mode pendinginannya.
- Saat idle, cooler ini ada di kisaran 25°C
- Dinyalakan 1 menit: turun jadi kisaran 18°C
- Dinyalakan 5 menit: turun jadi kisaran 16°C
Benchmark

Untuk menguji seberapa baik konsistensi performanya, kami menggunakan CPU Throttling Test.
Karena terlalu banyaknya smartphone yang bisa dipakai, maka kami membatasi smartphone yang akan kami gunakan sebagai berikut:
- Xiaomi Mi 11, yang dulu katanya overheat
- Xiaomi 11T Pro, Snapdragon 888 yang paling murah tapi agak loyo kalau mulai panas
- Poco F3, smartphone paling kencang di kelas harganya, tapi butuh cooler biar performa gamingnya lebih stabil
- Poco X3 GT, smartphone yang sangat kencang di 4 jutaan tapi kestabilan performanya kurang oke
- Zenfone 8, si mungil yang cantik dan kencang, tapi panas
- ROG Phone 5, smartphone gaming terbaik 2021 yang tersedia varian dengan harga cukup terjangkau. Tapi kalau dilepas performanya, suhunya tinggi! Dan kalau mau beli cooler khususnya, harganya dirasakan tinggi sekali.
Semua smartphone ini disetting ke mode performa tertingginya. Semua dites dalam kondisi software update terbarunya. Kira-kira dengan cooler semurah ini, perkembangannya seperti apa ya? Langsung saja simak hasil pengujian kami berikut ini!
CPU Throttling Test

Hasil berikut ini adalah performa minimum yang tercapai saat CPU dikasih stress test selama 30 menit. Semakin tinggi angkanya, semakin baik.
| Smartphone | Tanpa Cooler | Cooler Gamen Siberia | Peningkatan |
| Xiaomi Mi 11 | 76% | 85% | 9% |
| Xiaomi 11T Pro | 74% | 81% | 7% |
| Poco F3 | 81% | 92% | 11% |
| Poco X3 GT | 59% | 67% | 8% |
| Zenfone 8 | 76% | 88% | 12% |
| ROG Phone 5 | 91% | 100% | 9% |
Pengujian Gaming – Genshin Impact

- Setting Highest 60
- Dimainkan selama 30 Menit
Di sini, kami hendak melihat framerate yang dihasilkan beserta suhunya kalau dipakai untuk memain game relatif berat seperti Genshin Impact.
Jika kalian melihat ada perbedaan antara suhu kerja saat kami uji di sini dibandingkan saat review awal, ini bisa karena faktor berikut:
- Lamanya pengujian yang berbeda, karena pengujian kali ini lebih singkat.
- Adanya update software yang bisa menghasilkan perbedaan suhu permukaan, terutama saat bermain Genshin Impact.
Xiaomi Mi 11

| Framerate | Suhu | |
| Tanpa Cooler | 25-30 FPS | Layar: 35-37 °C
Bodi Belakang: 32-38 °C |
| Cooler Siberia | 25-30 FPS | Layar: 28-32°C
Bodi Belakang: 29-34 °C |
Perlu diingat di kasus ini, Xiaomi sengaja melimit performanya spesifik di Genshin Impact jadi 30 FPS walaupun setting di dalam game udah kita setel di 60 FPS, jangan bingung kalau misalnya tidak terasa ada peningkatan pada framerate. Anehnya, hal ini tidak terjadi jika memainkan game lain.
Dan sepertinya di update MIUI terbaru, Xiaomi sudah menemukan cara biar smartphonenya tidak cepat panas, karena suhunya jauh lebih dingin ketimbang di awal kami melakukan tes. Dipadukan dengan cooler, jadinya bisa lebih dingin lagi.
Xiaomi 11T Pro

| Framerate | Suhu | |
| Tanpa Cooler | 30-45 FPS | Layar: 34-40°C
Bodi Belakang: 33-40°C |
| Cooler Siberia | 30-45 FPS | Layar: 34-40°C
Bodi Belakang:32-41°C |
Mirip seperti di Mi 11, Xiaomi melimit performanya disini.
Poco F3

| Framerate | Suhu | |
| Tanpa Cooler | 30-60 FPS | Layar: 33-40
Bodi Belakang:34-42 |
| Cooler Siberia | 40-60 FPS | Layar: 31 38
Bodi Belakang: 32 41 |
Poco X3 GT

| Framerate | Suhu | |
| Tanpa Cooler | 25-50 FPS | Layar: 35-40°C
Bodi Belakang: 35-41°C |
| Cooler Siberia | 30-50 FPS | Layar: 33-40°C
Bodi Belakang:33-41°C |
Zenfone 8

| Framerate | Suhu | |
| Tanpa Cooler | 30-50 FPS | Layar: 37-43°C
Bodi Belakang: 36-43°C |
| Cooler Siberia | 40-50 FPS | Layar: 33°C-38°C
Bodi Belakang:32°C-38°C |
Cooler ini terhitung cukup efektif mendinginkan si Zenfone 8 ini dan menstabilkan performanya lebih lama. Tapi dibanding saat awal pengujian dilakukan, pada software update terakhir ini, ASUS ternyata memutuskan untuk menurunkan performa Genshin Impact-nya juga walaupun udah diatur pada High Performance, sehingga bodi jadi tidak cepet panas, tapi terasa sekali framerate-nya tidak sebaik saat kami melakukan pengujian awal.
ROG Phone 5

| Framerate | Suhu | |
| Tanpa Cooler | 45-60 FPS | Layar: 38-43°C
Bodi Belakang: 37-42°C |
| Cooler Siberia | 50-60 FPS | Layar: 36-40°C
Bodi Belakang: 35-36°C |
ROG Phone 5 karena processornya di posisi tengah, efektivitas coolernya jadi sangat terasa. Hanya dengan cooler seharga Rp 150 ribu bisa mengatasi suhunya si ROG Phone 5 ini. Tapi satu hal aja yang perlu diingat, untuk mendapatkan posisinya agak di tengah, penjepitnya harus diakali lebih dulu agar tombol-tombol tidak tertekan. Saat pengujian ini, kami mecoba dengan memberikan ganjel pake karet tipis di sela-sela tombol volume dan power.














